Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Memahami Koreksi, Bullish, Bearish dan Depresiasi dalam Crypto

anisa giovanny     Monday, February 15 2021

Koreksi, depresiasi, bullish dan bearish adalah istilah-istilah yang perlu dipahami jika masuk ke pasar cryptocurrency. Istilah ini bisa membantu kamu untuk lebih tenang menyikapi perubahan harga yang ada di pasar crypto.

Koreksi dalam Market Crypto

Koreksi Bitcoin adalah ketika harga BTC turun segera setelah mencapai harga tertingginya. 

Apakah koreksi ini menunjukan hal negatif? Jawabannya tidak selalu.

Dalam pasar Bitcoin justru koreksi dibutuhkan,  artinya selalu ada penawaran dan permintaan yang masuk ke pasar yang membuat harganya bisa berubah. Ini merupakan hal yang normal dalam dunia cryptocurrency.

Koreksi Bitcoin umumnya  menunjukkan bahwa harga dan aset dinilai terlalu tinggi, dengan demikian harga akan mencoba kembali  untuk menemukan harga pasarnya.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Koreksi Dibutuhkan di Pasar Crypto

Koreksi harga di dunia investasi

Koreksi harga adalah hal biasa dalam dunia investasi. Mereka mengacu pada penurunan 10% atau lebih pada harga suatu aset setelah mencapai harga tertinggi.

Hal yang sama berlaku untuk koreksi Bitcoin. Untuk pedagang harian dan investor jangka pendek, koreksi dapat berdampak signifikan pada portofolionya.

Di sisi lain, koreksi kurang berarti bagi HODLers dan investor jangka panjang karena pasar cenderung pulih dari waktu ke waktu.

Koreksi Bitcoin tidak dapat diprediksi dengan tepat, ini berbeda dengan pasar saham yang umumnya akan koreksi selama empat bulan.

Namun, sebagian besar pertukaran mata uang kripto dan platform perdagangan menggunakan analisis teknis dalam bentuk grafik untuk mengidentifikasi model dan siklus guna memperkirakan perubahan berdasarkan data historis.

Tetapi, ini jauh dari ilmu pasti sebab pasar belum cukup dewasa untuk membentuk pola yang berarti, jadi siapa pun yang mengklaim membuat prediksi yang akurat harus diperlakukan dengan hati-hati.

Depresiasi dalam Market Crypto

Setelah kita mengetahui apa itu koreksi dan ternyata itu adalah hal yang wajar, bagaimana dengan  depresiasi? Apakah itu harus diwaspadai?

Depresiasi pada dasarnya mirip dengan koreksi,  hanya saja jika depresiasi ini harga akan turun sangat jauh. Hal ini bisa kita lihat saat Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masanya di  2017,  saat itu harganya mendekatai $20.000.

Namun di 2018 harganya justru anjlok sangat jauh,  hingga kehilangan setengah harganya.

Kemudian di 2019 harga Bitcoin pun stagnan di kisaran $8.000-$10.000. Sebelum  akhirnya mampu  memperoleh perbaikan harga yang mengesankan menjelang akhir  tahun 2020 dan terus berlanjut hingga awal tahun 2021.

Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh 15% dalam Satu Hari, Akibat Kesalahan Teknis

Pullback dalam Market Crypto

Selanjutnya kita akan memahami apa yang dimaksud dengan pullback.

Pullback sering kita dengar saat trader ahli  menyampaikan analisisnya, pullback dapat didefinisikan sebagai kondisi saat terjadi penurunan harga hingga 5% dari harga tertinggi sepanjang masa.

Pullback ini dapat menjadi  momentum beli selama pasar bullish. 

Baca juga: 3 Cara Aman Beli Bitcoin Saat Harganya Meroket

Bullish  dan Bearish dalam Market Crypto

Bullish sendiri adalah kondisi di mana market sedang dalam fase pergerakan harga yang positif, di mana harganya lebih sering naik daripada turun.  Kondisi ini sering disebut sebagai bull  market.

Nah, selain  bullish ada pula yang namanya bearish yang artinya penurunan harga dan ini umum disebut dalam fase bear maket. 

Di mana  ada penurunan 20% atau besar di pasar. Penurunan 20% biasanya sesuatu yang bertahan selama beberapa bulan. 

Bear market ini melahirkan sikap  pesimisme  trader yang  berkelanjutan karena berlangsung cukup lama dan terkadang sulit sekali untuk naik kembali.

Namun bear market ini tidak akan berlangsung selamanya, hal ini bisa dilihat dari Maret 2020 di mana harga Bitcoin hanya $4.000-$5.000, dan kemudian perlahan berangsur membaik bahkan sudah pernah menyentuh harga $42.000.

Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

Bagi trader yang optimis kondisi bear market kerap dijadikan momentum untuk melakukan pembelian dan menabung aset crypto dengan harga yang murah sebelum  akhrinya memperoleh keuntungan di  masa depan.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih