Cara Menghindari ICO Scam

By Dhila Rizqia     Monday, October 8 2018

Cari tahu semua hal tentang tim developers pada project ICO tersebut

Pertama, pastikan developers project tersebut tidak anonim. Kalau ternyata tim di project tersebut anonim, jangan percaya pada project tersebut. Bila nama masing-masing anggota tim dicantumkan, maka cobalah untuk googling  secara menyeluruh, terutama pada tim pengembangan dan jajaran penasihat. Banyak ICO palsu yang mengaku adanya tokoh-tokoh terkemuka yang terlibat dalam project mereka, seperti Vitalik Buterin, jadi pastikan coinvestors melakukan check and recheck kebenaran dari informasi tersebut.

Kemudian pastikan riwayat pendidikan dari anggota tim, apa yang mereka pelajari dan di mana mereka sekolah, serta apa pekerjaan mereka sebelumnya. Fokus pada pengalaman mereka yang relevan dengan cryptocurrency, project ICO lain yang pernah terlibat sebelumnya dan kontribusi apa yang mereka berikan pada project tersebut. Cari tahu apakah pengalaman yang mereka miliki sebelumnya akan menyukseskan project ICO yang dijalani sekarang ini.

Tanda-tanda yang menjanjikan salah satunya adalah bila masing-masing nama tim yang tertera di website memiliki tautan media sosial masing-masing, seperti LinkedIn, GitHub atau twitter. Meski begitu, coinvestors tetap harus mengecek keaslian akun media sosial mereka dengan memperhatikan seberapa aktif akun tersebut digunakan dan berapa lama mereka memilki akun tersebut. Karena zaman sekarang, bikin akun palsu di media sosial sangatlah mudah.

Lakukan pengecekan di komunitas dan media

Coinvestors harus selalu pastikan bahwa project ICO memiliki komunitas yang terbuka dan mendukung. Sebuah grup Slack atau Telegram untuk para investor secara umum merupakan pertanda baik. Sumber-sumber lain seperti Facebook, Twitter atau Reddit juga bisa sangat bermanfaat dalam menilai sebuah ICO.

Program bounty dalam kampanye ICO

Perhatikan juga diskusi atau postingan yang membahas tentang bounty. Bounty merupakan hal lumrah yang dilakukan ICO untuk meminta bantuan orang-orang menyebarkan informasi positif mengenai project tersebut dan kemudian memberi mereka imbalan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran media dan masyarakat terhadap project ICO tersebut. Adanya postingan tentang bounty bukan berarti sebuah ICO tersebut merupakan penipuan, namun memang project yang menjanjikan yang memiliki tim berpengalaman serta kampanye promosi yang mumpuni tidak akan memerlukan taktik bounty. Mereka akan mengirimkan press-release kepada media untuk diliput dan membangun hype seputar project tersbeut. Keberadaan tim di platform media sosial dan berinteraksi secara rutin dengan investor juga merupakan pertanda yang baik.

Baca Juga: Apa itu ICO – Initial Coin Offering?

Cek tahapan project dan investasi Venture Capital

Tidak ada aturan universal pada tahapan mana seharusnya sebuah Project dapat melaksanakan ICO. Seringkali, hanya ada sebuah white paper dan gambaran kasar roadmap. Kadang kala ada versi beta dari sebuah produk atau bahkan produk yang sudah diluncurkan dengan fungsi yang terbatas.

Tentu saja selalu lebih aman untuk investasi pada project yang posisinya sedekat mungkin dengan tahap peluncuran produk jadi yang dapat berfungsi seutuhnya. Sebagai aturan umum, investor cendurung memprioritaskan project yang setidaknya memiliki beberapa baris kode. Berarti ada banyak contoh ICO yang sukses tanpa ada kode yang ditulis sama sekali.

Tanda meyakinkan lainnya adalah investasi dari Venture Capital (VC). VC yang sudah mapan biasanya merupakan pemain-pemain besar dan berpengalaman, jadi mereka tidak akan investasi dan mempercayai project yang mereka rasa memilki kemungkinan gagal. Meskipun memang semua orang pasti melakukan kesalahan.

ICO kemungkinan besar akan mengumumkan di website mereka dengan jelas bila ada VC yang terlibat dalam project, apalagi VC terkenal dan berhubungan dengan cryptocurrency. Tapi ingat, check and recheck tidak ada salahnya kan.

Baca thread ANN di Forum BitcoinTalk

BitcoinTalk.org merupakan forum terbesar yang didedikasikan untuk Bitcoin dan hal lainnya berbau cryptocurrency. Kalau bicara tentang ICO, maka forum ini akan berguna karena ada pengumuman yang dibuat dan ditandai dengan [ANN]. Jika ICO yang sedang coinvestors pertimbangkan tidak tercantum di situ, tinggalkan saja.

Pastikan coinvestors telah membaca diskusi tentang suatu ICO secara saksama, apalagi kalau coinvestors tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk analisis aspek teknis dari ICO tersebut. Intinya, diskusi-diskusi tersebut merupakan usaha bersama dalam menilai legitimasi dari sebuah project.

Dalam komunitas cryptocurrency dan dalam forum ini, reputasi seorang pengguna adalah yang paling penting. Setiap post yang ada dalam sebuah diskusi menunjukkan peringkat pengguna dan jumlah pesan yang pernah dibuat. Secara umum, semakin tinggi peringkatnya, semakin pengguna tersebut dapat dipercaya.

Thread pengumuman tersebut juga merupakan tempat yang baik untuk meninjau seberapa responsif kah para pengembang projectnya. Jika mereka tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu, atau memang tidak aktif sama sekali dalam diskusi maka ini bukan pertanda baik. Selain itu coinvestors juga bisa mencoba untuk mengirim pesan personal kepada developers untuk mengetahui seberapa responsifnya mereka.

Baca white paper-nya

Seluruh panduan ini bisa disimpulkan menjadi satu kalimat: ketahui dengan jelas apa yang coinvestors investasikan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengetahui sebuah project dari pad abaca white paper-nya.

Sebuah ICO merupakan sebuah crowdsale, yang berarti menarik pendanaan dari investor kasual. Jadi para pengembang project harus bisa menjelaskan tujuan dari project tersebut dan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut secara singkat dan jelas.

White paper yang baik juga harus berisi garis besar kerangka legal antara investor dan developer. Yang paling utama adalah syarat dan ketentuan untuk ICO. Kemudian, harus ada penjelasan rinci mengenai distribusi token, kapan dan bagaimana token tersebut akan dibagikan kepada investor. Bila distribusi token dihubungkan dengan roadmap maka hal ini merupakan hal yang baik, sebagaimana sejumlah pendanaan dibutuhkan untuk setiap fase project tersebut.

Petanyaan penting lain yang harus dijawab dalam sebuah white paper adalah mengapa project tersebut membutuhkan tokennya sendiri? Mengapa cryptocurrency yang sudah ada seperti Bitcoin dan Ethereum tidak bisa digunakan? Pertanyaan yang sama juga ditanyakan terhadap penggunaan teknologi blockchain.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, project yang sah akan memberikan calon investor sebuah roadmap. Lebih baik lagi bila dalam roadmap tersebut terdapat rincian tentang bagaimana sebenarnya penggunaan dana yang terkumpul, model penetapan harga serta nilai yang diberikan kepada perusahaan.

Yang terakhir, dan mungkin yang terpenting, coinvestors perlu memastikan bahwa dana yang terkumpul disimpan dalam wallet otomatis melalui smart contract Ethereum.

Baca Juga: Apa itu White Paper?

Periksa kualitas kode yang digunakan

Kalau Coinvestors punya pengalaman programming dan tahu cara membaca kode, maka coinvestors harus melihat kode yang digunakan. Bisa jadi poin minus bila kode yang digunakan bukan open-source. Coinvestors bisa mengetahui banyak hal mengenai project tersebut dan para developer dengan menganalisis kode yang digunakan.

Belajar dari Investor VC

Investasi merupakan mata pencaharian para investor venture capital, berarti mereka merupakan kontributor yang sangat pemilih. Mereka dengan teliti memeriksa semua hal mengenai sebuah project ICO dan hanya memiliki satu pertanyaan “seberapa besar sih keuntungan yang bakal gue dapatkan?”. Ada konsensus di dunia VC yaitu bahwa tidak baik bila sebuah perusahaan start-up mendapatkan uang terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat, karena mereka akan tergoda untuk menghabiskan dana tersebut tanpa ada kebutuhan yang penting.

Ditambah lagi para investor VC memiliki ketentuan yang sangat jelas dan ketat mengenai pengembalian dana dan keuntungan yang didapat dari project ICO. Jadi kalau suatu project tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut, maka para investor VC tidak akan mempertimbangkan untuk investasi di project tersebut.

Legalitas ICO

Sebelum coinvestors investasi di ICO, pastikan tidak ada aturan yang dilanggar. ICO jelas-jelas dilarang dibeberapa negara, seperti Cina dan Korea Selatan. Meski sekarang ini ICO masih diperbolehkan atau bahkan belum diatur dibeberapa wilayah, mayoritas pemerintah local berusaha membuat peraturan untuk mengatur ICO secara garis besar dan membuat batasan-batasan untuk startup dan juga investor.