Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin dan Musim Pajak, Ini Hubungannya

Naufal Muhammad     Monday, March 1 2021

Saat ini mayoritas negara di dunia sedang menghadapi musim pajak dimana masyarakat diminta untuk melaporkan pajak pendapatannya.

Salah satu negara yang sudah mulai menjalani musim pajak sejak 12 Februari 2021 adalah Amerika yang memiliki dampak besar terhadap harga Bitcoin.

Musim Pajak Amerika

Amerika melalui IRS atau Internal Revenue Service telah resmi menerapkan pajak untuk mata uang crypto.

Hal ini kemungkinan menjadi penyebab mengapa musim pajak memiliki dampak terhadap crypto, terutama Bitcoin yang harganya sedang turun.

IRS memiliki peraturan bahwa crypto telah resmi diberlakukan layaknya aset seperti properti, saham, obligasi, dan aset lainnya.

Baca juga: Menteri Keuangan AS: Pencucian Uang Tunai Tidak Separah Bitcoin

Tahun ini, Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen, memberikan perhatian lebih kepada investor crypto.

Langkahnya adalah dengan memindahkan mata uang crypto ke halaman utama lembar pelaporan pajak.

Bitcoin nampak menjadi perhatian utama Janet Yellen dengan adanya rencana untuk menerapkan pajak pada keuntungan yang belum terealisasikan.

Hal ini berarti pajak akan diterapkan pada posisi untung yang belum dicairkan, jika rencana itu jadi diimplementasikan.

Tapi, untuk saat ini pajak masih diterapkan terhadap keuntungan yang sudah terealisasikan, yang berarti pajak diterapkan pada crypto yang sudah dijual.

Beberapa Perbedaan Perpajakan Bitcoin di Amerika

Pajak terhadap Bitcoin dan crypto di Amerika dibedakan menjadi keuntungan dari investasi jangka pendek atau trading dan juga investasi jangka panjang.

Untuk pembagian ini, keuntungan jangka pendek dihitung dengan kategori investasi kurang dari satu tahun.

Sehingga investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan satu tahun atau lebih.

Pajak untuk investasi jangka pendek dianggap sebagai pajak pendapatan sama seperti gaji.

Sehingga pajak itu memiliki perbedaan sesuai kategori masing-masing dalam kalangan pendapatan.

Pajak terhadap Bitcoin sendiri memiliki perbedaan akibat Amerika yang menggunakan sistem pajak progresif terhadap Bitcoin dan crypto.

Baca juga: Internal Revenue Service Janjikan Penerbitan Panduan Pajak Crypto

Penerapan pajak tersebut juga berlaku untuk masyarakat yang menerima gaji dan transaksi dengan crypto, termasuk pembelian crypto dengan crypto.

Namun, perbedaan terletak di pajak untuk investasi jangka panjang, yang dibedakan dengan pendapatan dan juga status pernikahan.

Kategorinya adalah sebagai berikut,

  • Belum Menikah:
    • 0% untuk pendapatan hingga $40.400.
    • 15% untuk pendapatan $40.401 hingga $445.850.
    • 20% untuk pendapatan di atas $445.850.
  • Menikah dan Melapor Pajak Bersamaan:
    • 0% untuk pendapatan hingga $80.800.
    • 15% untuk pendapatan $80.801 hingga $501.600.
    • 20% untuk pendapatan di atas $501.600.
  • Menikah dan Melapor Pajak Secara Individu
    • 0% untuk pendapatan hingga $40.400.
    • 15% untuk pendapatan $40.401 hingga $250.800.
    • 20% untuk pendapatan di atas $250.800.
  • Kepala Keluarga
    • 0% untuk pendapatan hingga $54.100.
    • 15% untuk pendapatan $54.100 hingga $473.750
    • 20% untuk pendapatan di atas $473.750

Namun, kabar baiknya, masyarakat Amerika juga dapat melaporkan kerugian akibat pencurian dan penipuan serta kerugian dari investasi murni yang dapat mengurangi pajak menurut IRS.

Dampak Pajak Terhadap Bitcoin

Akibat adanya musim pajak ini yang umumnya dominan pada Bulan Maret hingga 15 April 2021 Bitcoin terpengaruh.

Dapat dilihat bahwa sejak 2014, Bulan Maret relatif selalu memperlihatkan pergerakan negatif untuk Bitcoin.

Data Keuntungan Bitcoin per Bulan dari Unfolded
Data Keuntungan Bitcoin per Bulan dari Unfolded

Data ini memperkuat hubungan akibat Bitcoin mulai dikenakan pajak sejak 2014 oleh IRS.

Mengingat dampak Amerika yang masih sangat besar terhadap Bitcoin dan pasar crypto secara menyeluruh, hal ini menjadi wajar.

Terdapat dua asumsi mengenai hubungan antara musim pajak dengan harga Bitcoin yang terus turun.

Satu asumsi yang sering diucapkan adalah bahwa musim pajak membuat pengeluaran tinggi sehingga terjadi pencairan posisi.

Mengingat besarnya pajak crypto, kemungkinan besar investor mencairkan posisinya hanya untuk membayar pajak yang membuat tekanan jual menjadi semakin besar.

Asumsi kedua adalah manipulasi dimana para investor mencairkan posisinya dan menjual sebagian besar posisi lainnya untuk mendapat kerugian.

Adanya kerugian dapat membuat pajak menjadi lebih kecil sehingga kemungkinan manipulasi pemain besar dapat dipertimbangkan.

Namun asumsi tersebut tidak dapat dibuktikan secara nyata akibat adanya juga faktor FUD dan FOMO yang juga mendorong harga untuk turun.

Baca juga: Cara-cara Menghindari Kerugian dari FUD di Pasar Crypto

Koreksi ini juga semakin buruk akibat Janet Yellen yang berencana mengenakan pajak untuk posisi yang belum dicairkan.

Sehingga jika rencana itu terjadi, maka jumlah pajak yang harus dibayar akan bertambah.

Beberapa asumsi ini dapat memberikan pencerahan mengenai hubungan antara musim pajak dan juga Bitcoin terkait harganya.

Untuk peraturan crypto di Indonesia, Coinvestasi akan menggelar acara berjudul “Lapor Pajak Bitcoin, Emang Perlu?”.

Acara ini dapat disaksikan live di Youtube Coinvestasi Hari Kamis, 4 Maret 2021, Pukul 19.00 WIB. Pertanyaan untuk pembicara dapat disalurkan melalui http://bit.ly/TaxLegalWebinar.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih