Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Bitcoin Turun Rp14 Juta Dalam Seminggu, Jadi Sell-Off Terburuk

Wafa Hasnaghina     Wednesday, December 9 2020

Bitcoin telah turun drastis dalam beberapa jam terakhir dan sedang menguji level kunci dukungan psikologis pada kisaran $18.000.

Pada 8 Desember 2020, harga cryptocurrency pertama di dunia turun menjadi sekitar $18.031 dari $18.770. Kemudian sempat meningkat di kisaran $18.290 saat penulisan dilakukan. Koreksi ini dilakukan setelah Bitcoin sempat mencapai nilai all-time-high-nya tahun ini di kisaran $19.920 hanya kurang beberapa persen sebelum mencapai nilai tertingginya di kisaran $20.000.

Menurut Ki Young Ju, CEO CryptoQuant, ketersediaan bitcoin dalam jumlah yang cukup besar pada bursa yang dimiliki oleh whale berkontribusi pada penurunan harga ini.

“Jika melihat prediksi harga jangka pendek, menurut saya data yang paling berpengaruh adalah penawaran dan permintaan,” ujar Ki Young Ju, CEO CryptoQuant. 

“Saya berpendapat penurunan ini diawali dari bitcoin … whale yang menyimpan bitcoin mereka di bursa membuat mereka berpeluang juga untuk melakukan pesanan jual.”

Tidak hanya itu, ada juga faktor seperti pembeli yang akhirnya terburu-buru untuk menjual kepemilikannya ketika harga sebelumnya tinggi. Lucas Huang, kepala divisi perkembangan bisnis di bursa terdesentralisasi, Tokenlon, mencatat dari perspektif perdagangan ritel, “kenaikan harga bitcoin sebesar 80% hanya dalam dua bulan mungkin merupakan keuntungan yang sangat menggoda untuk tidak diambil.”

Pasar Crypto Sedang Bearish?

Sementara itu, sinyal lain juga mungkin datang dari kondisi dan prospek Wall Street dari satu pembeli besar dalam beberapa bulan terakhir. Tyler Radke, seorang analis di Citibank, juga akhirnya merekomendasikan perusahaan intelijen bisnis Microstrategy untuk “menjual” dari yang semula bersifat “netral”. Ini mengindikasikan bahwa adanya euforia bitcoin yang mungkin berlebihan.

Meskipun demikian, para pendukung Bitcoin tetap optimis pada harga dan nilai dari Bitcoin.

“Penurunan terbaru Bitcoin adalah pemberhentian sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke level $30k pada pertengahan 2021,” kata investor Jehan Chu, salah satu pendiri Kenetic Capital. 

“Investor bitcoin berpengalaman sangat terbiasa dengan penurunan ini dan memahaminya sebagai peluang untuk membeli kembali aset. Dalam jangka panjang, kita akan dapat memperkirakan pergerakan ini menjadi lebih jarang lantaran akan ada banyak dana institusional yang masuk ke pasar dan volatilitas diprediksi akan semakin menurun.”

Dalam waktu dekat, beberapa analis teknis menyatakan akan ada aksi harga terbaru pada Bitcoin melanjutkan narasi terkait dengan penurunan harga dari nilai tertinggi pada grafik harian. Hal itu menandakan minat pembeli melemah di tengah peningkatan volume jual harian.

Jika pembeli gagal mendorong harga di atas $18.600, kemungkinan penurunan lebih lanjut dapat terjadi lantaran tren jangka pendek berubah dari bullish ke bearish.

Harga Bitcoin Hari Ini

Penurunan pada Bitcoin ini juga menyebabkan mata uang crypto lain mengalami penurunan.

Saat penulisan, menurut data dari Coingecko, tren pasar sedang berbalik menjadi bearish. Bitcoin diperdagangkan di kisaran $18.276, sedangkan Ethereum diperdagangkan di kisaran $549.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini