7

Mau dapat rahasia trading Bitcoin?

Klik Disini
RAHASIA STRATEGI TRADING BITCOIN

Dapatkan tips dan rahasia strategi trading Bitcoin supaya kamu bisa semakin jago melihat peluang untung

Mau dapat rahasia trading Bitcoin?

Klik Disini

Apa Itu Bitcoin Futures, Perdagangan dengan Kontrak Berjangka?

Dalam melakukan perdagangan Bitcoin, sekarang tidak lagi terpatok dengan perdagangan biasa. Dengan meningkatnya popularitas Bitcoin dan melambung tingginya harga bitcoin, banyak dari perusahaan mulai memberikan pelayanan dan fasilitas terkait dengan kontrak berjangka ini. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar para trader ahli maupun trader pemula dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memiliki atau hanya sekedar membeli bitcoin.

Dengan jarak waktu yang cukup lama, dari pertama kali Bitcoin diciptakan pada tahun 2009 hingga sekarang, walau dengan naik turunnya harga Bitcoin, membuat nilai Bitcoin tidak hanya dari segi nilai aset melainkan juga nilai sosial, Bitcoin bisa menjadi salah satu alternatif instrumen keuangan yang ada.

Semakin populernya Bitcoin itulah yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah pertukaran yang menawarkan perdagangan kontrak berjangka pada Bitcoin atau biasa disebut Bitcoin Futures. Sejauh ini ada platform-platform seperti, Binance, FTX, Bitfinex, Bybit, Kranken dan lainnya yang menawarkan transaksi ini. Volume transaksi ini juga meningkat di seluruh papan dan tampaknya pedagang ritel semakin tertarik bereksperimen dengan instrumen yang kompleks ini.

Terdapat beberapa manfaat dalam menggunakan perdagangan berjangka ini. Pedagang yang menggunakannya dapat melakukan lindung nilai dan menjaga ketenangan pikiran selama periode volatilitas tinggi. Kontrak berjangka juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan leverage taruhan pada strategi yang tepat digunakan.

Pedagang profesional sering menggunakan kontrak berjangka ini dalam menentukan posisi yang lebih baik pada kedua sisi pasar. Dalam artikel ini kami akan memperkenalkan mekanisme dasar di balik instrumen ini, biaya tersembunyi mereka, dan beberapa strategi perdagangan yang biasa digunakan para pedagang profesional dalam memanfaatkan fasilitas ini.

Apa itu Bitcoin Futures?

Sederhananya, kontrak berjangka pada Bitcoin atau Bitcoin Futures ini adalah perjanjian dalam membeli atau menjual aset di kemudian hari dengan harga yang telah ditentukan. Ia dikenal sebagai instrumen derivatif karena nilainya bergantung pada aset dasar.

Kontrak berjangka ini pada awalnya dikaitkan dengan komoditas seperti emas, minyak, dan biji-bijian. Instrumen-instrumen itu memungkinkan produsen (petani dan penambang) dalam mengelola risiko keuangan mereka dengan lebih baik dengan menciptakan kemungkinan mengunci harga di muka.

Di sisi lain, perusahaan penerbangan dapat melakukan lindung nilai atas biaya bahan bakarnya, yang merupakan win-win solution untuk kedua belah pihak.

Pembeli atau yang dikenal dengan istilah long, berharap adanya kenaikan harga pada aset dasar mereka. Hal ini mengingat mereka melihat potensi jangka panjang (long). Sedangkan, penjual kontrak berjangka, atau yang sering disebut short, bertaruh pada penarikan harga yang ada untuk mendapat keuntungan lebih.

Daya pikat lain dari kontrak berjangka, memungkinkan seseorang mengurangi saham mereka tanpa memegang stablecoin atau deposito fiat di bursa. Pembeli dapat meningkatkan posisi mereka selama hari libur bank atau periode pembatasan uang tunai.

Penambang aset kripto juga mendapat manfaat dari menggunakan instrumen keuangan dengan lindung nilai pendapatan masa depan dan mengurangi ketidakpastian arus kas. Ada banyak kasus bagi para profesional dalam memperdagangkan kontrak berjangka ini, dan bahkan pedagang eceran dapat mengambil manfaat dari penggunaan Bitcoin Futures ini.

Futures Dibandingkan dengan Perdagangan Spot dan Margin

Setiap perdagangan berjangka atau Futures ini membutuhkan pembeli dan penjual untuk ukuran dan jatuh tempo yang sama. Tidak ada posisi short (atau long) yang salah satunya lebih penting.

Dalam Futures atau kontrak berjangka ini, keseimbangan konstan seperti itu adalah yang menjadikannya berbeda dari perdagangan margin, di mana pedagang perlu meminjam aset dengan menggunakan leverage.

Berbeda lagi dengan perdagangan spot yang transaksi jual belinya selesai pada saat yang sama dengan dilakukannya perdagangan. Hal ini karena perdagangan spot merupakan perdagangan di mana pembeli mendapat mata uang kripto, sementara penjual menerima fiat atau stablecoin (atau mata uang digital) segera setelah perdagangan berlangsung.

Sedangkan, di pasar berjangka, kedua belah pihak yang bertransaksi akan menyetorkan margin masing-masing, jadi di awal tidak ada apa pun yang diterima oleh pihak-pihak tersebut. 

Penting untuk dicatat bahwa perdagangan berjangka tidak terjadi dalam buku pesanan yang sama dengan perdagangan spot. Harganya bisa, dan biasanya akan lebih bervariasi dari bursa spot yang ada. Bahkan jika seseorang berdagang misalnya di Binance Futures, harga futures atau kontrak berjangka ini akan berfluktuasi dari harga spot di pasar reguler bursa.

Alasan Fluktuasi antara Harga Spot dan Futures

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika menjual melalui pasar spot, pesanan diselesaikan segera atau bahkan real time. Dengan memilih menjual kontrak di masa depan, penjual berarti menunda adanya penyelesaian saat itu, dan terkadang akan menuntut lebih banyak (atau lebih sedikit) uang tergantung pada kondisi pasar.

Namun, ada batasan untuk mencegah manipulasi pasar, perhitungan margin ini tidak memperhitungkan harga perdagangan kontrak. Bursa derivatif biasanya membuat indeks-indeks yang juga dikenal sebagai “harga wajar”, dengan dihitung berdasarkan harga rata-rata bursa spot.

Cara kerja hal tersebut didasarkan pada pertukaran yang menawarkan kontrak berjangka dengan mengurangi insentif bagi siapapun yang mencoba memanipulasi harga. “Harga wajar” aset tersebut akan digunakan dalam menentukan apakah suatu posisi menggunakan terlalu banyak margin dan karena hal tersebut harus ditutup secara paksa.

Memahami Mekanisme Dasar Futures (Kontrak Berjangka)

Dengan adanya kontrak berjangka, ini memungkinkan adanya penjualan (short) kontrak berjangka dan kemudian dibeli kembali dengan jumlah yang sama di kemudian hari, menjaring apa yang ada. Kuncinya di sini adalah margin yang disetor harus dilakukan oleh kedua pihak agar perdagangan terjadi.

Ketika pasar bergerak naik, margin dipindahkan dari penjual (short) ke pembeli (long). Hal itu terjadi otomatis dan terjadi setiap detik karena dihitung berdasarkan “harga wajar” tadi.

Contoh kasusnya misalnya seperti ini, seorang trader menyetor 100 USDT menggunakan Binance Futures di pasar Bitcoin. Trader tersebut mungkin bersedia membeli kontrak berjangka dengan nilai kontraknya 1.000 Bitcoin (BTC) senilai USDT menggunakan leverage 10x.

Untuk membeli dengan kasus seperti itu, trader tidak dapat menarik kontrak masa depannya, atau mentransfernya ke pertukaran Binance biasa. Hal ini disebabkan kontrak berjangka Bitcoin tidak sama dengan Bitcoin sebenarnya (Bitcoin asli).

Seperti yang ditunjukkan dalam contoh kontrak berjangka di atas, untuk membeli pesanan sejumlah 0,114 BTC atau senilai sekitar $ 1.000, investor hanya akan dibebani biaya sekitar $ 49,87. ‘Biaya’ ini mengacu pada margin awal yang diperlukan untuk memegang posisi tersebut. Untuk Bitcoin, jaminan yang lebih besar akan diperlukan jika harga yang mendasarinya (atau harga wajar) mulai bergerak turun.

Kedua pihak yang melakukan perdagangan harus menyetorkan margin, meskipun akan berbeda pada setiap kondisi pasar yang tertunda. Ada biaya tersirat dalam menjalankan kontrak abadi seperti itu. Sebagian besar kontrak berjangka perdagangan mata uang kripto tidak menggunakan akan ada masa kadaluarsa atau masa tenggat, sehingga secara teori, seorang investor mungkin saja tidak perlu menutup posisi yang mereka pilih.

Keuntungan dari Futures Lebih dari Spot Trading

Bahkan jika pembeli memiliki $ 1.000 untuk dibelanjakan, ia dapat menggunakan uang tersebut dalam perdagangan jangka pendek lainnya. Misalnya, jumlah $ 200 dapat ditetapkan sebagai margin pada posisi 0,114 BTC, sedangkan $ 800 lainnya digunakan untuk membeli posisi leverage pada altcoin lain.

Beberapa trader tidak nyaman memiliki setoran dalam jumlah besar pada bursa. Sehingga, perdagangan leverage seperti ini dapat mengurangi eksposur pasar, memberikan kemampuan untuk menjual posisi pada pasar spot mereka dalam porsi yang lebih kecil sesudahnya.

Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini

Top exchange
TRIV
20 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
Pintu
14 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Pertanyaan penting

₿ Apa itu Bitcoin Futures?

Bitcoin Futures adalah perdagangan Bitcoin dengan menggunakan kontrak atau perjanjian berjangka dalam membeli atau menjual aset di kemudian hari dengan harga yang telah ditentukan.

❓Siapa yang disebut penjual?

Pembeli atau yang dikenal dengan istilah long ini adalah investor berharap adanya kenaikan harga pada aset dasar mereka.

❓Siapa yang disebut penjual?

Penjual kontrak berjangka, atau yang sering disebut short ini, adalah mereka yang biasanya bertaruh pada penarikan harga yang ada untuk mendapat keuntungan lebih.

🔎 Apa perbedaan kontrak berjangka dengan perdagangan spot?

Kontrak berjangka berbeda dengan perdagangan spot karena transaksi jual belinya pada perdagangan spot biasanya selesai pada saat yang sama dengan dilakukannya perdagangan tersebut.

💡 Bagaimana mekanisme kontrak berjangka bitcoin?

Dengan adanya kontrak berjangka, memungkinkan adanya penjualan (short) kontrak berjangka dan kemudian dibeli kembali dengan jumlah yang sama di kemudian hari. Kuncinya adalah margin yang disetor harus dilakukan oleh kedua pihak agar perdagangan terjadi.

🔆 Keuntungan dari Kontrak Berjangka?

Misalnya, Anda memiliki $ 1000 dengan jumlah $ 200 dan ditetapkan sebagai margin pada posisi 0,114 BTC, lalu dana sebesar $ 800 lainnya digunakan untuk membeli posisi leverage pada altcoin lain.

💸 Apakah ada biaya tambahan dari Kontrak Berjangka ini?

Ya. Itu tergantung pada perjanjian awal dan kondisi pasar ketika jatuh tempo.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

14 Ulasan
Daftar
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

20 Ulasan
Daftar
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar