Stablecoin Indonesia Rupiah Token (IDRT) diperkenalkan pada Konferensi Developer Blockchain Terbesar di Korea

By Coinvestasi     Thursday, September 12 2019

Blockchain dan Stablecoin memiliki potensi yang besar untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam perdagangan internasional.

Upbit Developer Conference (UDC), Seoul, 4 September 2019 — Seiring dengan bertambah besarnya adopsi infrastruktur blockchain, stablecoin memainkan sebuah peran yang lebih penting sebagai jembatan antara fiat dan mata uang digital. Pada Upbit Developer Conference 2019, Chairman Chi-Hyung Song dari Dunamu (Perusahaan Ayah dari Upbit) menggaris-besarkan pentingnya stablecoin seperti IDRT (yang dibacking dengan Rupiah) dan Terra (desain algoritmik) dalam mengubah lanskap blockchain.

image
Jeth di Upbit Developer Conference

Stablecoin memainkan peran penting dalam menyediakan sebuah bentuk nilai yang stabil, sembari memanfaatkan efisiensi dan karakteristik terbuka dari blockchain yang mengizinkan siapapun untuk bertransaksi satu dengan yang lainnya secara global, kapanpun. Secara kategori, stablecoin dapat dibagi menjadi dua (2) bagian besar: (1) Stablecoin yang dibacking asset “Asset-backed stablecoin“ (contoh: IDRT) dan (2) Stablecoins Algoritmik “Algorithmic Stablecoins” (contoh: Terra).

CEO dari Rupiah Token Indonesia, Jeth Soetoyo, memperkenalkan potensi kegunaan Rupiah Token (IDRT) dalam perdagangan finansial, terutama mengenai penciptaan solusi penyelesaian transaksi yang lebih terpercaya untuk kedua belah pihak, eksportir dan importir. Sekarang ini, eksportir dan importir bergantung pada banyak sekali peralatan yang termasuk diantaranya, Konsinyasi (Consignment), Surat Kredit (Letter of Credit / LC), Uang Muka (Cash Advance), dan Wesel Inkaso (Collection Draft) yang dapat memakan biaya cukup besar, lambat, dan ketergantungan dengan pihak ketiga. Ia mengatakan bahwa kegunaan blockchain dapat membuat sebuah metode penyelesaian transaksi yang lebih efisien dan trustless.

Indonesia dan Korea memiliki sejarah hubungan perdagangan timbal-balik yang panjang, selama 46 tahun dengan nilai perdagangan tahunan lebih dari $15 Miliar. “Koridor ini dapat menjadi sebuah potensi besar untuk munculnya sebuah layanan baru yang dapat mendisrupsi metode penyelesaian pembiayaan perdagangan yang sudah ada,” kata Jeth.

Dalam pidatonya, Jeth juga mengatakan bahwa mereka terbuka untuk mendukung pengembang lainnya untuk membangun DApps dan layanan baru menggunakan Rupiah Token untuk mengatasi masalah yang ada seperti perdagangan finansial dan keuangan terdesentralisasi.

Upbit Developer Conference dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta dan pemain penting dalam industri ini termasuk dengan Brave Software, Blockstream, Hedera Hashgraph, Borse Stuttgart, Mossland, SM Entertainment, Finhaven, Unchain, dan Carry Protocol.

Bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Rupiah Token (IDRT), silahkan klik tautan berikut:

Situs Web | Telegram | Twitter | Layanan Konsumen