Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Sam Bankman Fried, Miliarder Crypto yang Dermawan

anisa giovanny     Wednesday, March 17 2021

Hanya dalam waktu tiga tahun bergabung di industri crypto, CEO FTX Sam Bankman Fried atau akrab disapa SBF berhasil meraih kekayaan hingga $10 miliar.

Jumlah tersebut berhasil menjadikannya orang terkaya kedua di industri crypto berdasarkan laporan dari Hurun Institute.

Tidak hanya itu, SBF pun masuk ke dalam daftar Forbes ‘2021 “30 Under 30” dalam kategori keuangan. Hal tersebut menunjukkan jika ia  telah berhasil membuat gelombang di luar industri crypto.

Semua raihan itu berhasil ia peroleh di usianya yang belum genap tiga puluh tahun.

Siapa itu Sam Bankman Fried? Simak artikel berikut ini untuk mengenalnya lebih jauh.

Kenalan dengan Sam Bankman Fried

Bankman-Fried pada awalnya bukanlah pendukung desentralisasi. Ia memulai karirnya di bidang keuangan tradisional.

Orangtuanya adalah profesor hukum di Universitas Stanford. Dia lahir dan dibesarkan di Bay Area belajar fisika di Massachusetts Institute of Technology. Namun dengan cepat ia sadar jika karier sebagai akademisi bukan untuknya.

Ia pun mulai bergabung dengan perusahaan perdagangan kuantitatif, Jane Street Capital, tempat dia pertama kali menemukan cryptocurrency.

Setelah tiga tahun bekerja di sana ia pun memutuskan untuk mendirikan perusahaan perdagangan dan penyedia likuiditasnya sendiri, Alameda Research, pada tahun 2017.

Alameda Research kini telah berkembang menjadi salah satu perusahaan crypto terbesar dengan aset sekitar $2,5 miliar setara dengan Rp36 triliun dana yang dikelola.

Berhasil dalam meraih kesuksesan di Alameda dan membangun koneksi yang luas di industri crypto dan keuangan. SBF pun akhirnya meluncurkan FTX pada musim semi  2019.

FTX adalah platform perdagangan cryptocurrency yang menyediakan berbagai jenis perdagangan dari spot,  futures dengan fasilitas  margin.

Di bursa ini para trader bisa melakukan jual beli dengan crypto, saham, serta fiat. Saham yang tersedia di FTX adalah saham Amerika Serikat seperti Google, Apple, Tesla, Amazon dan lainnya. 

FTX saat ini pun tercatat sebagai bursa derivatif terbesar kelima berdasarkan volume, dengan nilai sebesar $3,5 miliar setara dengan Rp50,49 triliun.

Berkat kesuksesan FTX ini kekayaan SBF mencapai $10 miliar setara dengan Rp144,27 triliun  dan menjadikannya sebagai orang terkaya kedua di dunia dalam industri cryptocurrency , di bawah CEO Coinbase Brian Armstrong.  

Baca juga: 5 Orang Ini Berhasil Kaya Raya Karena Bitcoin

Dermawan dari Industri Cryptocurrency

Tidak seperti kebanyakan orang di crypto, SBF mengumpulkan kekayaan yang setengahnya disalurkan untuk didonasikan.

 “Pada akhirnya, tujuan saya adalah memberikan dampak, menghasilkan pendapatan sebanyak-banyaknya dan mendonasikannya sebanyak yang saya bisa,” kata SBF dikutip dari wawancaranya bersama Cointelegraph.

Ia diketahui berencana untuk membagikan sekitar 50% dari miliaran crypto yang ia miliki ketika sudah sukses besar dalam dunia investasi ini. 

Langkah donasi ini sudah dilakukan Bankman dengan menjadi donatur terbesar kedua untuk kampanye Joe Biden beberapa waktu lalu. 

Ia berpikiran jika pemilu adalah hal yang sangat penting dan akan menimbulkan dampak bagi orang banyak.

Yayasan FTX juga memberikan 1% dari biaya trading platform. Dalam beberapa minggu pertama, yayasan telah mengumpulkan lebih dari $2 juta atau setara dengan Rp28 miliar.

Hasil tersebut sebagian besar adalah dari kontribusi pengguna, yang akan disalurkan ke badan amal yang sudah dipilih dengan cermat.

Tentang FTX  

FTX diluncurkan pada 2019 oleh veteran perdagangan kripto Sam Bankman-Fried (CEO) dan Gary Wang (CTO). Bursa ini memiliki motto  “oleh trader untuk trader”, FTX bertujuan menawarkan jangkauan perdagangan yang lebih luas daripada pertukaran mata uang kripto lainnya. 

Trading Bitcoin Daftar di FTX
Bagi kamu yang ingin coba trading di bursa milik orang terkaya kedua di dunia cryptocurrency, kamu  dapat mengunduh aplikasi FTX di Playstore atau Appstore.