Pundi X Mengintegrasikan Stablecoin Rupiah Token kedalam XPOS dan XWallet

By Coinvestasi     Thursday, October 17 2019

Rupiah Token dengan bangga mengumumkan bahwa Rupiah Token (IDRT), stablecoin pertama yang di-backing oleh cadangan Rupiah (IDR) dengan rasio konversi 1:1, sekarang menjadi bagian dari ekosistem global Pundi X.

Dengan penggabungan Rupiah Token pada Open Platform Pundi X, sebuah program listing aset terdesentralisasi, IDRT sekarang dapat digunakan di seluruh mitra Pundi X yang memiliki XPOS, mesin point-of-sale (POS) pertama yang memberdayakan blockchain. Pengguna aplikasi XWallet juga akan dapat memegang dan menggunakan IDRT pada kartu dan smartphone mereka.

“IDRT memiliki potensi membuka kemungkinan baru untuk cara penggunaan Rupiah yang aman dan mudah digunakan di negara kami,” kata Zac Cheah, Co-founder dan CEO dari Pundi X.“ Pundi X sangat senang untuk bekerja-sama dengan Rupiah Token dalam membuat teknologi blockchain dan mata uang digital menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia, terutama dengan perekonomian global yang saling terhubung. 

“Rupiah Token bertujuan untuk memberikan masyarakat Indonesia sebuah cara yang lebih aman, dan mudah untuk menggunakan IDRT mereka, dan kemitraan kami dengan Pundi X akan memberikan mereka lebih banyak cara untuk menggunakan IDRT mereka,” Ujar Jeth Soetoyo, Founder dan CEO dari Rupiah Token Indonesia. “Dengan penambahan IDRT pada mesin XPOS, lebih banyak masyarakat Indonesia di Indonesia atau di dunia, akan diperkenalkan dengan keuntungan dari teknologi blockchain.”

Desentralisasi Rupiah

Diluncurkan pada Agustus 2019, Rupiah Token bertujuan untuk mengimplementasikan keuntungan dari teknologi blockchain ke sebuah versi token dari IDR. Semua transaksi yang dibuat melalui IDRT tidak akan rentan terhadap pembobolan data dan tindakan penipuan yang dapat dilakukan terhadap mata uang fiat, ini semua dapat dilakukan berkat blockchain Ethereum.

Sebagai sebuah stablecoin, IDRT tidak rentan terhadap volatilitas yang dapat dialami oleh mata uang lainnya. Ini berarti apabila seorang pengguna ingin mengkonversikan IDR mereka menjadi IDRT, atau sebaliknya, rasio pertukaran akan selalu 1:1. Ini mengizinkan IDRT untuk digunakan sebagai sebuah cara yang handal untuk mengirimkan Rupiah ke dompet pengguna crypto lainnya tanpa adanya resiko perubahan nilai.

Dikarenakan token ini baru saja diluncurkan, IDRT masih lebih banyak digunakan oleh pedagang crypto di Indonesia untuk secara mudah mengkonversikan berbagai aset crypto mereka menjadi Rupiah. Akan tetapi, tim Rupiah Token Indonesia melihat bahwa di waktu yang akan datang, IDRT akan digunakan untuk hal-hal lainnya seperti, pengiriman uang internasional, dan trade finance.

Membawa IDRT kepada dunia

Dengan menjadi bagian dari ekosistem Pundi X, IDRT sekarang dapat digunakan pada banyak mitra Pundi X yang tersebar di 25 negara. Sesuai dengan perizinan Pundi X dalam penggunaan aset ini kepada para penjual, IDRT berjalan selangkah lebih maju dalam menjadi sebuah aset digital yang sesungguhnya terdesentralisasi.

IDRT bergabung dengan 16 mata uang digital lainnya yang dapat digunakan pada jaringan global Pundi X, yang termasuk di dalamnya BTC, ETH, BNB, DGX, XEM, dan token Pundi X sendiri, NPXS. Beberapa token seperti KNC, KCS, VRH, dan ENQ bergabung pada ekosistem Open Platform Pundi X, yang juga terbuka untuk semua pengembang token dan perusahaan blockchain lainnya.

Rupiah Token adalah stablecoin kedua yang terdaftar pada Open Platform Pundi X. Beberapa bulan lalu, MakerDAO DAI, yang berbasis 1:1 dengan Dolar Amerika Serikat, juga terintegrasi dalam ekosistem Pundi X.

Untuk infomasi lebih lanjut kunjungi link berikut ini:

Website | Facebook | Twitter