Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Permission.io Platform yang Berikan Bayaran Kepada Penggunanya

anisa giovanny     Tuesday, September 1 2020

Selama ini isu pencurian data di internet kerap jadi hal yang mengkhawatirkan, karena data pengguna seringkali diperjual belikan ke pihak ketiga yang digunakan untuk iklan bertarget. Hal ini membuat pengguna mendapatkan iklan yang terpaksa ditonton dan sayangnya lagi, pengguna tidak mendapatkan keuntungan pribadi dari iklan-iklan yang menggunakan data mereka. 

Praktik-praktik pemberian data ke pihak ketiga tanpa izin dan tanpa memberikan keuntungan bagi pengguna tentunya harus dihentikan. Karena itu untuk menciptakan perizinan dalam proses penggunaan data yang lebih baik, hadirlah Permission.io yang menyediakan layanan terdesentralisasi untuk memberikan solusi kepada pengguna agar bisa menjaga data pribadi tetap aman digunakan dengan IZIN pemilik data. 

Daftar dan Dapatkan Token ASK di Permission.io sekarang 💰

Permission.io saat ini berfokus pada e-commerce yang memungkinkan pembeli dan penjual terhubung langsung satu sama lain. Tidak seperti e-commerce lainnya, yang mengambil data dan rekam jejak transaksi tanpa sepengetahuan pemilik data, platform ini hanya akan memproses data seperti minat, demografis, dan data penting lainnya dengan mengantongi izin pengguna. Data yang sudah berizin ini akan berguna untuk merekomendasikan iklan yang akan diterima. 

Permission io

“ Perusahaan termasuk Amazon, Google, Facebook dan TikTok telah membuat banyak data pribadi dan menjualnya ke pihak ketiga. Kekayaan ini telah memungkinkan mereka untuk memberikan pengaruh yang sangat besar di semua bidang masyarakat dan ini  bisa memberikan kekuasaan yang tidak terkendali, “ jelas  Charles Silver, pendiri Permission.io

Platform ini akan membuat Individu memperoleh nilai dan manfaat dari data pribadi mereka sekaligus memiliki kontrol lebih terhadap siapa yang bisa menggunakannya atau tidak. Pendekatan yang dilakukan Permission.io ini juga bisa membuat pengguna merasa lebih aman dan nyaman, karena hanya akan mendapatkan iklan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Permission.io Meluncurkan Situs Bagi Konsumen dan Mitra Ritel

Platform ini juga memiliki token khusus yakni ASK Coin yang bisa didapatkan oleh pengguna sebagai imbalan atau rewards karena sudah menggunakan Permission.io dan memberikan izin kepada platform untuk mengambil data.

ASK ini juga akan diberikan jika pengguna melakukan integrasi akun media sosial, seperti Facebook, Linkedin, Google hingga Instagram. ASK Token ini bisa digunakan di e-commerce permission.io yang sudah bekerja sama dengan platform e-commerce lain seperti  Disney, Huawei, Shopify dan lain sebagainya. 

Bagi pengiklan, Permission.io ini  dapat menjadi platform yang digunakan untuk membangun loyalitas dan mendapatkan pengguna yang sesuai dengan iklan yang mereka tawarkan. Hal ini akan membuat pengiklan bisa menekan budget pemasaran dan bisa meningkatkan laba karena penjualan tepat sasaran. 

“Token ASK hadir untuk mengubah industri penggunaan data, dengan memungkinkan siapa pun, di mana pun untuk mendapatkan manfaat dari data mereka, Permission telah mendesentralisasi akses ke informasi dengan cara yang paling baik sejak munculnya media sosial, ” jelas Charles Silver, pendiri Permission. 

Permission.io saat ini sudah memiliki lebih dari 350.000 pengguna dan telah mendapatkan lebih dari 30.000 pengguna baru dalam waktu seminggu. Ini menjadikannya salah satu proyek blockchain dengan pertumbuhan tercepat. 

  “Kami selalu berkomitmen untuk mencari proyek blockchain dengan aplikasi praktis. Pendekatan permission  untuk menyelesaikan kepemilikan data dalam ekosistem e-commerce  adalah yang terbaik di kelasnya, ” kata Charlies Liu, COO di Collinstar Capital yang ikut berinvestasi dalam proyek ini.


Disclaimer: Kami tidak menyarankan trading dan investasi digital asset secara ceroboh. Semua trading harus dilakukan secara mandiri dan tanpa paksaan, serta sebaiknya menggunakan exchange yang resmi terdaftar di Bappebti. Pastikan Anda sudah mempelajari serta mengetahui dan menerima resiko yang ada.Konten ini bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan atau saran legal trading dan investasi.