Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Masyarakat Perlu Edukasi Terkait Investasi dan Legalitas Cryptocurrency

Ary Tantranesia     Wednesday, April 17 2019

Pesatnya pertumbuhan berbagai jenis produk investasi tanpa dibarengi dengan edukasi yang memadai bagi masyarakat sebenarnya amat mengkhawatirkan karena rentan terhadap aksi penipuan. Padahal produk investasi menjadi salah satu alternatif untuk melindungi aset dari penurunan nilai akibat inflasi. Melalui investasi, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan di masa depan dengan memanfaatkan dana yang dimiliki saat ini. Di Indonesia, masyarakat belum banyak yang melek investasi sehingga perlu waktu cukup lama untuk menumbuhkan
minat investasi khususnya bagi kaum muda, sehingga mereka paham kegunaannya di masa depan. Saat ini, kebanyakan masyarakat Indonesia baru sekadar mengenal investasi dengan menabung di perbankan.

Salah satu pilihan investasi yang sedang naik daun adalah investasi aset digital atau cryptocurrency. Hingga saat ini terdapat lebih dari 2000 jenis aset crypto yang telah tersebar di seluruh dunia. Namun sayangnya, di beberapa negara perkembangan teknologi cryptocurrency tidak selalu dibarengi dengan pemahaman literasi yang seimbang. Kurangnya kegiatan sosialisasi diikuti dengan minimnya minat baca dan riset menjadi penyebab utamanya.

‘Dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa, investor aset digital di Indonesia masih berada di angka hampir 2 juta orang, sedikit lebih besar dari angka investor saham. Melihat angka ini, kami meyakini bahwa potensi kenaikan jumlah investor di Indonesia akan semakin bertambah kedepannya jika dibarengi dengan edukasi yang memadai. Edukasi ini sangat penting mengingat banyaknya aksi penipuan berkedok investasi yang belakangan marak terjadi’


ujar Milken Jonathan, Founder dan CEO Bitocto Indonesia.

Investasi cryptocurrency tidak membutuhkan modal yang besar sehingga siapapun bisa memulai untuk berinvestasi. Semisal di Bitocto, dengan modal Rp. 50.000 siapapun bisa mulai melakukan aktivitas transaksi. Sebagai aset yang tergolong masih cukup muda, peluang investasi crypto masih cukup besar terlebih ditambah dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya. Selain itu, Bitcoin cs juga melindungi aset investor terhadap inflasi dan terdapat pasokan maksimum, dimana demand sewaktu-waktu
dapat meningkat, sedangkan supply tetap terjaga di angka yang sama.

Di Indonesia, pelaku industri crypto bukan hanya berasal dari industri dalam negeri saja, sejumlah exchanger asing juga mulai masuk ke Indonesia karena meyakini Indonesia sebagai salah satu pasar yang cukup potensial di masa mendatang.

Pemerintah tentu perlu bekerjasama dengan pelaku industri, asosiasi dan perguruan tinggi dalam melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat. Hal lainnya yang juga tak kalah penting untuk disampaikan kepada masyarakat adalah sosialisasi terkait kepastian hukum dari aset digital ini. Kepastian hukum menjadi salah satu barometer sejauhmana keberadaan investasi telah diakui oleh pemangku kebijakan di Indonesia. Pada hakikatnya, edukasi investasi jenis apapun amat dibutuhkan mengingat pertumbuhan teknologi yang tidak dapat dibendung dari hari ke hari, sehingga diharapkan edukasi tersebut nantinya dapat meminimalisir aksi penipuan
yang masih marak terjadi di kalangan masyarakat luas.

Bitocto Indonesia

Bitocto Indonesia merupakan unit bisnis dari Datindo Corporation Group, yang merupakan perusahaan penyedia
perangkat lunak dan perangkat keras untuk perbankan, lembaga keuangan dan perusahaan telekomunikasi. Bitocto Indonesia mulai resmi beroperasi pada Q2 2018, saat ini terdapat lebih dari 18.000 user yang terdaftar dan akan terus mengalami peningkatan mengingat animo penggunaan cryptocurrency di Indonesia kian hari kian meningkat.