Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bisakah Kolaborasi E-commerce dan Blockchain Dorong Pertumbuhan E-conomy di Indonesia?

anisa giovanny     Wednesday, November 4 2020

Pertumbuhan ekonomi internet Indonesia merupakan yang paling pesat di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari hasil riset berjudul e-Conomy SEA 2019 yang dirilis oleh Google, Temasek, serta Bain & Company yang menyatakan bahwa nilai ekonomi internet Asia Tenggara berhasil tembus ke angka US$100 miliar (Rp1,4 kuadriliun) pertama kalinya di tahun 2019.

Angka itu juga diprediksi akan tumbuh tiga kali lipat dalam empat tahun terakhir dan diprediksi akan terus tumbuh hingga Rp4,2 kuadriliun pada 2025.

Dari hasil riset itu diketahui jika e-commerce menjadi salah satu penggerak utama bagi internet ekonomi di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jumlah pengguna yang melakukan kegiatan jual beli di e-commerce sudah tumbuh tiga kali lipat yakni 150 juta orang pada 2019. Sebelumnya hanya berjumlah 49 juta d 2015. 

Pertumbuhan pesat ini menunjukan jika Indonesia adalah pangsa pasar yang menarik bagi perusahaan e-commerce untuk memenuhi kebutuhan berbelanja secara online. Di era pandemi ini pun diprediksi kegiatan jual beli di e-commerce semakin ramai karena  kegiatan di  luar rumah yang  masih terbatas .  

Progresifnya pergerakan ekonomi  internet dan menjamurnya e-commerce  di Indonesia tentu harus terus dikembangkan dan dikolaborasikan dengan teknologi yang canggih. Salah satunya adalah menggunakan blockchain untuk memudahkan proses pendataan dan pelacakan produk. 

Teknologi  Blockchain adalah teknologi penyimpanan data yang terdesentralisasi di mana semua data dapat diakses secara terbuka tanpa dikontrol suatu entitas pusat, dan dapat diimplementasi di berbagai sektor bisnis dan industri.

Gabungan Blockchain dan E-commerce

Menggabungkan e-commerce dan blockchain tentunya merupakan ide yang sangat menarik. Sebab, pembayaran dengan  rantai pasokan adalah kasus penggunaan yang ideal untuk blockchain, ini juga bisa untuk menciptakan  pasar yang terdesentralisasi.

Baca juga: Apa itu Permission.io? Panduan untuk Pemula! 

“ Permission.io adalah perusahaan yang  sudah lebih jauh memanfaatkan teknologi blockchain dengan memungkinkan pengguna diberi penghargaan untuk setiap iklan yang dilihat dalam eCommerce. Platform kami juga memberikan imbalan berupa koin ASK pada pengguna yang mendaftar di Permission.io,” kata Charles Silver CEO Permission. 

Koin ASK  juga dapat diperdagangkan di Bithumb Global dan Vitex. Data yang diberikan secara sukarela oleh pengguna atau yang dibagikan saat menjelajah, mengklik, dan melakukan pembelian juga akan diberi hadiah berupa koin ASK. 

Daftar dan Dapatkan Token ASK di Permission.io sekarang 💰

Reward in diberikan karena pengguna telah sukarela memberikan datanya yang akan digunakan oleh Permission.io untuk kebutuhan periklanan. Semua hadiah dicatat secara transparan di blockchain.

“ Kolaborasi blockchain dan e-commerce yang dilakukan oleh Permission.io ini diharapkan bisa menjadi pemicu dan  inspirasi bagi platform e-commerce lainnya untuk menciptakan platform yang aman dan canggih,” ujar Charles lagi. 

Bagaimana Permission.io berhasil menyatukan teknologi ini dan dapatkah kolaborasi ini meningkatkan ekonomi internet di Indonesia? Dapatkan jawabannya di webinar bertajuk Blockchain & E-Commerce the next Indonesian E-Conomy. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 November 2020 pukul 11..00-12.00 WIB di Youtube Coinvestasi. Segera daftar di sini untuk mendapatkan informasi menarik dan edukatif.