Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Cara Dapat Uang dari Aset Mata Uang Kripto

Wafa Hasnaghina     Monday, August 24 2020

Mata uang kripto belakangan ini menjadi topik perbincangan karena nilainya yang terus melonjak seiring juga dengan pertumbuhan teknologi dan banyaknya kampanye terkait dengan adopsi massal mata uang ini di masyarakat. 

Kepopuleran mata uang kripto ini berawal dengan melonjaknya harga Bitcoin (BTC) di tahun 2017 hingga mencapai Rp270.000.000 per BTC. Namun, siapa sangka nilainya turun menjadi sekitar Rp55.000.000 pada tahun berikutnya. Hal yang menyebabkan Bitcoin turun adalah fluktuasi harga Bitcoin yang masih cukup tinggi, apalagi beberapa tahun silam Bitcoin masih dianggap sebagai aset berisiko tinggi dan belum banyak dipercaya oleh sebagian orang. 

Saat harga Bitcoin yang mengalami naik turun yang jauh dan namanya belum terlalu bergema di masyarakat luas. Ada orang-orang yang menaruh kepercayaan terhadap aset ini. Salah satunya Sigit Tanoko. Ia dikenal sebagai sosok investor Bitcoin yang berhasil mengelola aset digital tersebut hingga berhasil membeli sebuah mobil dari dana tersebut. 

Sigit Tanoko sendiri mengenal Bitcoin sejak tahun 2016 silam lewat sebuah permainan. Dari permainan tersebut ia berhasil mendapatkan 9 BTC dan kemudian menjadi 12 BTC sebelum akhirnya ia jual ketika harga 1 BTC masih berada pada kisaran Rp8.000.000 per BTC. 

Setelah saat itu, Sigit Tanoko terus memantau harga Bitcoin di pasaran. Kemudian, ia pun melihat pergerakan harga naik yang sangat cepat, yang semula 1 BTC bernilai sekitar Rp8.000.000 naik menjadi Rp15.000.000 dan tidak lama menyentuh nilai Rp35.000.000 per BTC. 

Ketika Bitcoin menyentuh harga Rp35.000.000 Sigit Tanoko akhirnya memutuskan untuk membelinya kembali. Ia kemudian mempelajari lebih terkait dengan aset digital ini. Hingga akhirnya ia percaya kenaikan nilai tersebut bukan tanpa alasan, Bitcoin memiliki nilai layaknya emas dengan sifat-sifat dasarnya atau malah melebihi dari nilai emas itu sendiri.

Dasar sifat inilah dan juga sifat Bitcoin yang terdesentralisasi menjadikan Sigit Tanoko mulai mencoba mengelola dananya pada aset digital ini.

Cara Dapat Uang dari Bitcoin Ala Sigit Tanoko

Dengan menggunakan metode Dollar Cost Averaging, Sigit Tanoko mulai menginvestasikan dananya pada Bitcoin. Ia berusaha mengalokasikan dananya dengan jumlah tertentu setiap bulannya untuk membeli Bitcoin. Lalu, ketika Indikator RSI dan Moving Average 200-Weekly menunjukkan nilai yang rendah ia justru membeli dengan jumlah yang banyak. 

Dari cara tersebut, Sigit Tanoko berhasil menyiapkan dana sebesar Rp300.000.000 lebih. Namun, Sigit memilih untuk membagi dana tersebut dengan membeli sebuah mobil dan juga menyisihkan dana lain untuk kembali diinvestasikan. Tentunya, investasi tersebut tidak hanya berpusat pada Bitcoin, tetapi juga pada altcoin lain seperti Ether. 

Selain itu, Sigit Tanoko juga melakukan transaksi peer-to-peer (P2P) agar keuntungan yang didapatkan semakin besar. Dengan melakukan transaksi ini, ia berhasil mengambil keuntungan sebesar 15% darinya. Trik ini dilakukan dengan mengambil jeda harga Bitcoin di luar negeri dan di Indonesia. 

Biasanya ia melakukan ini ketika harga Bitcoin di Indonesia terbilang cukup mahal ketimbang luar negeri, dengan platform P2P yang memberikan akses tidak hanya dalam negeri, ia berhasil mendapatkan Bitcoin dengan harga lebih murah ataupun menjual dengan harga lebih mahal di pasaran. 

Ingin mengikuti jejak Sigit Tanoko menggunakan Platform P2P untuk mendapatkan harga Bitcoin yang lebih murah dari harga pasaran? 

Ayo Jual-Beli Bitcoin di Remitano sekarang 💰

Anda bisa menggunakan platform P2P Remitano. Bursa dengan layanan peer to peer ini hadir di Indonesia sebagai jembatan dalam melakukan transaksi langsung dengan calon penjual/pembeli mata uang kripto. Dengan jangkauan wilayah yang luas termasuk Indonesia, Remitano berupaya menghadirkan layanan transaksi jual/beli Bitcoin yang dapat mempermudah konsumen dalam mendapatkan harga terbaik dari aset mereka. 

Remitano hadir di Indonesia sebagai solusi dari masalah yang ada, seperti misalnya lambatnya transaksi jual/beli mata uang kripto di Indonesia. Dengan menggunakan platform P2P ini transaksi akan menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman.