Mengenal Glitch Lebih Dalam, Crypto Hong Kong Baru

Dikabarkan bahwa pada 20 Mei 2021, pukul 21.00 WIB, Indodax akan menambahkan daftar crypto yang dapat diperdagangkan pada bursanya.

Akan ada dua crypto baru yang terdaftar pada Indodax, dimana salah satunya adalah GLCH crypto yang berasal dari Glitch Finance, salah satu crypto berasal dari Hong Kong.

Mengenal Glitch Finance Lebih Dalam

Seperti yang sebelumnya sempat dibahas dalam artikel di sini, Glitch merupakan sebuah blockchain yang fokus kepada Sektor Decentralized Finance (DeFi).

Blockchain yang digunakan Glitch nantinya dapat mengayomi proyek DeFi untuk menjadi solusi terhadap permasalahan interoperabilitas dan skalabilitas.

Sistem consensus yang digunakan oleh Blockchain Glitch adalah Sistem Delegated Proof of Stake (DPoS) yang telah dimodifikasi.

Akibatnya Glitch menjanjikan transaksi yang lebih cepat, lebih efisien, lebih hemat biaya, dan juga memberikan imbalan validasi yang lebih efektif.

Selain itu, saat ini Glitch juga bergerak untuk menciptakan sebuah bursa terdesentralisasi atau DeX namun dengan nama yang berbeda.

Glitch sendiri nantinya akan bergerak dengan DeX sendiri bernama GEX atau Glitch Exchange yang juga bergerak pada blockchainnya namun dengan kerja sama bersama Orion Protoccol.

Keunggulan Blockchain Glitch

Glitch sendiri dikabarkan sedang mengalami ketertarikan yang cukup tinggi, dengan harganya yang juga relatif meningkat.

Hal ini disebabkan saat ini mayoritas crypto dengan blockchain generasi ketiga sedang mengalami ketertarikan yang cukup tinggi.

Blockchain generasi ketiga adalah blockchain dengan sistem konsensus lebih efektif dan lebih tinggi dari sistem Proof of Work dan Proof of Stake umum yang tidak dikembangkan.

Generasi pertama Blockchain adalah Bitcoin dengan sistem Proof of Work . Generasi kedua adalah blockchain dengan sistem Proof of Stake yang tidak dikembangkan.

Oleh karena itu saat ini perkembangan terlihat pada blockchain generasi ketiga, yang membuat ketertarikannya terus meningkat.

Glitch sendiri blockchain dengan sistem konsensus yang lebih efisien yang juga membuat energi yang digunakan lebih hemat dan juga lebih rendah biaya transaksinya.

Hal tersebut membuat adanya harapan terhadap lebih efisiennya sistem blockchain yang berpotensi menarik proyek DeFi untuk dibangun di dalamnya.

Selain itu saat ini juga blockchain yang memiliki sistem lintas antar blockchain atau cross chain juga memiliki ketertarikan yang tinggi.

Melihat Glitch juga memiliki fitur ini, ketertarikannya berpotensi akan lebih tinggi, akibat dapat beroperasi antar blockchain.

Bukti nyata dari keunggulan blockchain generasi ketiga dapat dilihat pada Solana, yang saat ini juga mengalami apresiasi cukup signifikan.

Keunggulan GEX

Selain itu, saat ini dunia DeX nampaknya sedang mendapatkan ketertarikan yang tinggi, yang membuat adanya GEX dapat mendorong ketertarikan terhadap Glitch.

Melihat banyaknya proyek baru pada pasar crypto dan juga investor yang ingin menjadi investor awal untuk keuntungan lebih tinggi mayoritas DeX sedang mengalami apresiasi volume.

Hal ini disebabkan mayoritas crypto baru akan terdaftar pada DeX untuk diperjualbelikan dan tidak terdaftar pada bursa tersentralisasi atau CeX.

Selain itu, mayoritas investor dan trader yang cukup berpengalam terlihat lebih memilih DeX dibandingkan CeX akibat lebiih rendahnya biaya transaksi pada beberapa DeX.

Salah satu crypto yang sedang mengalami apresiasi akibat fenomena ini adalah Pancakeswap (CAKE) dan Serum (SRM).

GEX memiliki beberapa keunggulan seperti biaya yang lebih rendah, kecepatan yang lebih tinggi, dan kapabilitas yang lebih tinggi dalam memproses volume transaksi dibanding mayoritas DeX.

Selain Itu, dengan adanya kerja sama dengan Orion Protocol yang menjadi aggregator antara DeX, Cex, dan Swap Pool, GEX menjadi DeX yang cukup lengkap.

Hal ini disebabkan adanya potensi dorongan likuiditas dan juga keamanan serta stabilisasi yang membuat GEX dapat berjalan dengan lancar.

Pergerakan Harga Sebelum Listing Indodax

Akibat dua hal tersebut kemungkinan besar Glitch akan mengalami ketertarikan yang cukup tinggi ke depannya.

Selain itu, ketertarikan itu juga disandingkan dengan fenomena DeX, Blockchain 3.0, dan NFT yang sedang tinggi di dunia crypto.

Ketertarikan ini juga sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir akibat GLCH sendiri telah mengalami apresiasi sekitar hampir 15.000% setelah melantai di Uniswap 14 Januari 2021.

Namun sayangnya setelah itu harganya mengalami normalisasi berupa koreksi. Tapi setelah koreksi tersebut, GLCH mengalami apresiasi sekitar lebih dari 2.500%.

Apresiasi terlihat dari pergerakannya terhadap Wrapped Ethereum (WETH) akibat masih relatif baru yang membuat datanya yang tersedia hanya GLCH/WETH di Tradingview.

Untuk saat ini nampaknya pergerakan harganya terus terlihat naik terhadap Wrapped Ethereum yang harganya relatif sama dengan Ethereum (ETH).

Grafik Harian GLCH/WETH

Untuk saat ini pergerakannya masih terlihat terus naik, yang juga kemungkinan menjadi alasan Indodax mendaftarkannya pada bursanya.

Oleh karena itu, kemungkinan besar setelah terdaftar esok hari, harganya dapat melanjutkan apresiasi jika mengikuti pergerakannya pada Uniswap.

Namun terdapat potensi perbedaan akibat pasangan di Indodax yang terdaftar adalah GLCH terhadap Rupiah.

Sehingga pergerakan terhadap Rupiah masih belum dapat diprediksi terutama melihat baru hanya akan terdaftar di Indodax.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.