3 Crypto Blockchain Potensial untuk Mengamankan Portfolio

Investasi dalam pasar crypto, sama seperti investasi dalam aset lainnya, memiliki risiko yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, jika hanya fokus ke apsar crypto, diversifikasi merupakan hal yang penting, terutama dalam sisi risiko.

Urgensi diversifikasi menjadi tinggi melihat kondisi koreksi dimana mayoritas crypto dengan fundamental lebih baik cenderung koreksi dengan lebih aman.

3 Crypto Blockchain Potensial

Jadi, jika ingin melakukan diversifikasi kepada crypto berisiko lebih rendah, layaknya investor tersebut melihat kepada kondisi fundamentalnya.

Umumnya crypto dengan fundamental baik cenderung lebih aman, dibandingkan crypto yang fundamentalnya kurang baik.

Sehingga di luar Bitcoin, terdapat crypto lain yang relatif aman dan cenderung berisiko lebih kecil, namun memiliki potensi besar.

Crypto tersebut umumnya adalah memiliki blockchain sendiri dengan teknologi baik dan teruji memiliki banyak proyek yang tercipta di dalamnya.

Dengan memiliki blockchain, tidak ada ketergantungan pada blockchain lain, sehingga memiliki kendali untuk mengembangkan kualitasnya.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan analisis mengenai tiga dari beberapa crypto yang memiliki blockchain sendiri yang dapat digolongkan aman namun memiliki potensi besar.

1. Ethereum (ETH)

Blockchain pertama yang memiliki fundamental terbaik saat ini adalah Ethereum, akibat ketenarannya dan juga kedewasaannya di dunia crypto.

Melihat keberadaan Ethereum yang menjadi blockchain kedua setelah Bitcoin yang memiliki ketenaran tinggi, kedudukannya layak dipertimbangkan sebagai salah satu crypto terbaik.

Selain itu melihat kapitalisasi pasarnya yang masih terus kuat di peringkat kedua, membuat fundamental crypto ini menjadikannya crypto yang baik.

Kemudian, dari sisi fundamental, saat ini terdapat sekitar lebih dari 3.000 Aplikasi Terdesentralisasi (DApps) atau proyek yang dibangun pada blockchain Ethereum.

Dari 3.000 proyek tersebut, sekitar 215 proyek adalah proyek Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang memiliki reputasi yang sangat baik.

Sehingga, melihat data tersebut, kedudukannya dapat dinyatakan sebagai salah satu blockchain utama di dunia crypto.

Baca juga: Pendiri Ethereum: Crypto Bubble Bisa Jadi Sudah Berakhir

Tapi saat ini Ethereum memiliki beberapa masalah yang seperti skalabilitas atau kecepatan proses transaksi dan interoperablitas atau akses antar blockchain.

Hal tersebut telah membuat dominasinya sedikit menurun dan membuka jalan untuk beberapa blockchain lain maju menggantikan posisinya sementara.

Namun nampaknya dominasi tersebut akan mulai kembali dengan adanya Ethereum 2.0 yang diprediksi akan memperbaiki semua masalah tersebut.

Melihat pembaruan tersebut akan terjadi di Bulan Juli 2021, nampaknya harganya dapat pulih kembali jika sentimen di sekitar pasar crypto juga mulai membaik.

Sisi Teknikal Ethereum

Jika melihat dari sisi teknikal, pergerakan yang terjadi pada beberapa hari terakhir merupakan sebuah pergerakan pengujian kembali zona apresiasi.

Zona apresiasi yang dimaksud adalah zonanya sejak 2017, dimana harganya mengalami apresiasi yang cukup signifikan.

Pergerakan pengujian kembali atau retest merupakan teori teknikal yang wajar terjadi setelah terjadinya pergerakan keluar dari zona apresiasi atau breakout.

Breakout sendiri terjadi pada sekitar Februari 2021, yang membuat wajarnya jika saat ini terjadi koreksi menurut aspek teknikal.

Grafik Mingguan ETHUSD

Batas koreksi masih kuat pada $1.983 atau Rp28,48 Juta hingga $1.683 atau Rp24,17 Juta yang jika ditembus dapat membawanya kembali ke zona apresiasi sebelumnya.

Untuk mulai naik kembali, nampaknya Ethereum harus berhasil menembus sekitar $2.297 atau Rp32,99 Juta hingga $3.000 atau Rp43 Juta.

2. Binance Coin (BNB)

Saat Ethereum mengalami penurunan akibat beberapa permasalahan, terutama biaya transaksi yang naik, terdapat satu blockchain yang dapat mengalahkannya.

Blockchain tersebut adalah Binance Smart Chain (BSC), dimana blockchain tersebut dimiliki oleh Binance dengan cryptonya yaitu Binance Coin (BNB).

Saat ini ketenaran BNB terlihat terus meningkat terutama dengan CEO Binance, Changpeng Zhao, yang terus memberikan dorongan melalui Twitter.

Tidak hanya memberikan dorongan kepada Binance melalui kabar terbaru tentang proyeknya, CEO Binance juga sering memberikan nasihat pribadi mengenai pasar crypto

Hal tersebut nampaknya memunculkan sentimen sosial yang membuat adanya ketertarikan terhadap BNB oleh mayoritas investor crypto.

Saat ini BSC sendiri memiliki 66 DApps yang juga tergolong dalam Sektor DeFi serta memiliki reputasi yang cukup baik.

Walau tidak sebanyak Ethereum, Binance membuktikan bahwa dirinya layak dipertimbangkan sebagai competitor dengan ekosistemnya yang juga terus berkembang.

Selain itu dari sisi fundamental, saat ini Binance juga akan membentuk sebuah bursa NFT atau Non Fungible Token.

Baca juga: Sempat Viral, Yuk Kenalan dengan 5 Token Binance Smart Chain Ini

Melihat fenomena di sekitar NFT, nampaknya kabar ini dapat menjadi pendorong penggunaan BSC lebih tinggi yang juga dapat berdampak positif untuk harga BNB di Bulan Juni 2021.

Sisi Teknikal Binance Coin

Untuk saat ini nampaknya BNB juga mengalami pergerakan yang sama dengan Ethereum, namun pergerakan ini terlihat lebih drastis.

Dapat dibandingkan bahwa pergerakan naik dari zona apresiasi sebelumnya oleh BNB terlihat lebih signifikan dibandingkan dengan Ethereum.

Oleh karena itu, koreksi yang terjadi pada BNB terlihat juga lebih drastis dibandingkan dengan Ethereum.

Grafik Mingguan BNBUSD

Namun untuk saat ini nampaknya batas bawah koreksi masih terlihat kuat berada pada $207 atau Rp2,97 Juta hingga $131 atau Rp1,88 Juta.

Untuk apresiasi mulai dapat terjadi kembali, nampaknya BNB harus melewati batas atas saat ini yang berada di $298 atau Rp4,28 Juta hingga $372 atau Rp5,34 Juta.

3. Solana (SOL)

Crypto terakhir yang nampaknya sedang mengalami ketertarikan yang meningkat adalah Solana.

Blockhainnya sedang mengalami apresiasi ketertarikan akibat dianggap sebagai solusi terhadap permasalahan saat ini.

Solana bergerak sebagai Blockchain Generasi 3.0 yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang ada di blockchain saat ini.

Solana sendiri sudah berdiri cukup lama, namun baru saja mengalami ketenarannya akibat pembaruan dalam sistemnya.

Setelah pembaruan tersebut ketertarikan terhadapnya langsung meningkat secara drastis bersama dengan ekosistemnya yang terus berkembang.

Saat ini, terdapat sekitar 134 Proyek Yang Terbagi Menjadi 15 Kategori dimana beberapa diantaranya adalah bagian dari Sektor DeFi.

Baca juga: Mengenal Ekosistem Blockchain Solana

Proyek-proyek tersebut, walau juga masih ada beberapa yang baru, telah memiliki reputasi yang cukup baik akibat penggunanya yang juga terus meningkat.

Penggunaan sistem Proof of History yang dapat mengelola 65.000 transaksi per detik membuat ketertarikan Blockchain Solana terus meningkat.

Selain itu, dengan banyaknya peningkatan dalam segi ekosistem ke depannya, ketertarikan terhadap Solana terutama akibat efisiensinya kemungkinan besar akan terus meningkat.

Sisi Teknikal Solana

Dari sisi teknikal, setelah mengalami apresiasi yang cukup signifikan di 2021, koreksi ini merupakan hal yang wajar sebelum naik lebih tinggi.

Setelah naik lebih dari 4.000%, Solana sendiri perlu mengalami koreksi untuk menormalisasikan apresiasi yang terjadi.

Grafik Mingguan SOLUSD

Untuk saat ini nampaknya batas koreksi terlihat kuat pada sekitar $24,6 atau Rp353,3 Ribu hingga $18,9 atau Rp271,4 Ribu.

Batas ini juga bertepatan dengan pergerakan retest pada zona apresiasi sebelumnya dimana harga Solana sempat mengalami apresiasi sejak 2020.

Untuk mengembalikan pergerakan apresiasi nampaknya Solana harus dapat melewati batas atas pada $32,14 atau Rp461,6 Ribu hingga $37 atau Rp531,4 Ribu.

Namun melihat potensi dari sisi fundamental yang cukup baik, Solana dapat menjadi salah satu crypto yang dapat naik cukup signifikan setelah koreksi berakhir.

Perlu diingat bahwa koreksi pasti akan terjadi dalam aset mana pun, sehingga untuk menghadapinya, selalu ingat rencana awal dalam melakukan investasi.

Semua analisis dalam artikel ini adalah pandangan pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran resmi untuk melakukan investasi.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.