Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Sulit punya Properti, Milenial Perlu Melek Investasi!

anisa giovanny     Friday, August 21 2020

Milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1981-1997, di tahun ini berarti generasi tersebut berada di usia 39 tahun dan 23 tahun. Ini adalah usia di mana kebutuhan semakin banyak dan mulai memikirkan untuk investasi agar hidup nyaman di masa depan. Salah satu alat investasi yang bisa digunakan adalah Bitcoin. 

Selain Bitcoin yang bisa dijadikan pilihan, ada pula instrumen investasi properti yang masih cukup diminati. Hal ini dikarenakan properti merupakan aset berwujud yang harganya setiap tahun naik, bisa disewakan untuk mendapatkan passive incom dan orang tua para milenial yang mempercayai properti sebagai investasi yang aman.  

Tapi perlu diingat, meski properti menjadi investasi yang menggiurkan tapi bagi generasi millenial yang gajinya pas UMR Jakarta, investasi ini terbilang sangat mahal dan memakan waktu lama untuk diwujudkan.  

Menurut berbagai sumber yang dihimpun, millennial termasuk generasi yang susah untuk membeli properti dan mendapatkan KPR. Hal ini disebabkan karena gaya hidup yang tinggi, harga yang terus naik sedangkan gaji stagnan. 

Sebuah laporan dari Urban Institute mengungkapkan jika tingkat kepemilikan rumah generasi terkini masih lebih rendah dibanding orang tua para generasi millenial saat ini. Penyebabnya adalah jumlah unit yang tersedia tidak sebanyak kebutuhan yang ada, sehingga harganya memang sangat fantastis. Selain membeli rumah, generasi milenial juga harus berhadapan dengan hal-hal lain seperti hutang pinjaman hingga biaya pernikahan.

Berbagai problematika itu membuat generasi millenial tampaknya semakin sulit menjadikan rumah sebagai alat investasi. 

Pentingnya Investasi bagi Generasi Millenial 

Investasi adalah menyimpan uang dalam jangka panjang dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih besar di masa depan. Investasi sangat penting bagi generasi millenial, karena dengan investasi bisa membantu kebutuhan di masa depan yang selalu bertambah dan semakin mahal. 

Bagi generasi millenial dengan gaji pas-pasan mungkin investasi sebesar properti bukanlah pilihan yang tepat, karena waktunya akan habis untuk menabung saja tanpa sanggup investasi dengan membeli rumah karena harganya naik setiap waktu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk berinvestasi di aset lain yakni Bitcoin. 

Baca juga:  Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

Bitcoin Sebagai Pilihan Investasi Millenial

Penelitian telah menemukan bahwa cryptocurrency tiga kali lebih populer, sebagai pilihan investasi jangka panjang, di antara generasi milenial dibandingkan dengan generasi lain. Sebuah survei yang dilakukan di Inggris yang mengungkapkan bahwa di antara orang yang lahir antara 1981 dan 1996, 20% telah berinvestasi di crypto. 

Beberapa alasan utama mengapa generasi millennial beralih ke cryptocurrency seperti Bitcoin, untuk melayani sebagai sarana investasi adalah:

Keuntungan Bitcoin Tinggi

Bitcoin dikenal karena harganya fluktuatif, harganya bisa naik dan turun dengan cepat. Karena hal ini maka para investor bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan. Cara paling sederhana adalah beli saat murah dan jual saat mahal. Misalnya di tahun ini harga Bitcoin Rp100 juta, kemudian di tahun depan harga Bitcoin berharga Rp200 juta.

Dalam satu tahun ini maka investor sudah bisa menghasilkan keuntungan 100 juta dalam satu tahun, pengembalian yang cukup tinggi dan tidak membutuhkan waktu lama layaknya saham atau properti. 

Investasi untuk Hari Tua 

Bitcoin cocok untuk investasi jangka panjang, karena lama-lama stok Bitcoin akan habis dan menjadi langka yang membuat harganya akan naik. Jika para millenial membeli Bitcoin tahun ini dan menyimpannya puluhan tahun mendatang, kemudian dijual; saat memasuki masa pensiun keuntungan dari harga Bitcoin bisa dijadikan biaya untuk menghadapi masa tua. 

Baca juga: Simpan Bitcoin dan 5 Saham Ini Selama 4 Tahun, Ternyata Segini Untungnya!

Sebuah penelitian dilansir dari Fintech Magazine menunjukkan bahwa kepemilikan Bitcoin senilai 5% dalam sebuah portofolio investasi dibandingkan dengan kepemilikan 40% obligasi dan 60% saham, menghasilkan pengembalian dua kali lipat dalam jangka waktu empat tahun, dan jika lebih dari waktu tersebut keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar. Sehingga berinvestasi Bitcoin lebih menjanjikan dan menghasilkan untuk kebutuhan di masa tua nanti, karena retrunnya yang cepat dan besar. 

Serba Digital

Millenial tumbuh dengan evolusi internet dan menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih suka membayar dengan dompet digital dan perbankan online, sehingga Bitcoin, sebagai mata uang dunia digital, akan sangat cocok bagi generasi millenial. 

Mulai Investasi Bitcoin 

Satu Bitcoin memang terkenal sangat mahal, saat ini saja harga satu Bitcoin berkisar di 160 juta Rupiah. Tapi tenang untuk investasi aset ini tidak harus langsung membeli satu Bitcoin. Kamu bisa membeli Bitcoin mulai 100 ribu Rupiah. 

Kok bisa ya? 

Yap Bitcoin bisa dibagi menjadi unit lebih kecil sampai delapan desimal yakni 0.00000001 BTC. Jadi kamu tidak perlu beli langsung satu BTC seharga ratusan juta itu. Kamu bisa beli unit BTC yang lebih kecil. Di mulai Rp100.000 pun bisa! 

Misalnya 1 Bitcoin berharga Rp160 jutaan dan kamu memiliki modal Rp100.000. Maka Btc yang kamu dapatkan adalah 0.00060. Dari nilai BTC tersebut kamu sudah bisa mendapatkan keuntungan jika harganya bergerak naik.

Nah, dari investasi 100 ribu Rupiah itu jika dilakukan dengan rutin maka kamu pun bisa mendapatkan satu BTC yang tinggal kamu simpan dalam periode waktu tertentu sampai harga yang kamu inginkan tercapai. 

Investasi Bitcoin tidak hanya murah tapi juga mudah, karena kamu tinggal daftar di bursa crypto yang legal di Indonesia, selesaikan segala proses pendaftaran dan lakukan deposit dengan nilai yang terjangkau. Kemudian kamu sudah bisa beli Bitcoin sebagai alat investasi masa kini dan buat kaya di masa depan. 

Baca juga: 5 Pilihan Investasi dengan Modal Kecil (Mulai 100 Ribu)

Artikel Terkait

 Lihat Lebih