Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Sempat Viral, Yuk Kenalan dengan 5 Token Binance Smart Chain Ini

Naufal Muhammad     Wednesday, March 24 2021

Akhir-akhir ini, beberapa token dari Binance terus naik dalam ketenarannya akibat banyaknya inovasi baru, termasuk adanya Binance Smart Chain (BSC).

Binance Smart Chain mengalami apresiasi dalam transaksi dan jumlah proyek yang cukup signifikan, bahkan sempat mengalahkan Ethereum dalam beberapa hal.

Hal ini disebabkan oleh Blockchain Ethereum yang mengalami peningkatan dalam biaya transaksi, sehingga meningkatkan urgensi blockchain alternatif.

5 Token Viral dari Binance Smart Chain

Akibatnya, saat ini Binance Smart Chain naik menjadi alternatif utama, yang membuat beberapa token proyek yang terkait dengannya, naik secara signifikan.

Dalam artikel ini, akan dibahas lima token Binance Smart Chain yang sempat viral di media sosial dari sisi fundamentalnya.

1. Binance Coin (BNB)

Binance Coin (BNB) adalah token dari ekosistem Binance yang diterbitkan melalui Initial Coin Offering (ICO) pada Tahun 2017, 11 hari sebelum bursa Binance dipublikasikan secara resmi.

BNB diterbitkan sebagai Token ERC-20 yang bergerak di blockchain Ethereum, akibat belum adanya Binance Smart Chain.

Keseluruhan persediaan BNB dibataskan pada hampir 200 Juta, dimana 100 Juta token tersebut diterbitkan pada saat ICO.

Namun, pada April 2019, BNB di ERC-20 ditukar dengan BNB pada BEP2, dengan rasio 1:1 bersama dengan peluncuran dari Binance Smart Chain.

Baca juga: Binance Coin (BNB) Geser Tether dalam Kapitalisasi Pasar Crypto

BNB sendiri tidak dapat ditambang secara pribadiakibat BSC menggunakan sistem konsensus Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang menggunakan validator.

BNB sendiri memiliki fungsi burn dimana persediaannya akan berkurang akibat burn tersebut. Dikabarkan dalam waktu dekat BNB akan melakukan Token Burn ke-15 sekitar April 2021.

Saat ini BNB memiliki volume perdagangan per hari sekitar $2 Miliar atau Rp30,3 Triliun, yang membuat kapitalisasi pasarnya berada di peringkat ketiga di pasar crypto.

Kapitalisasi pasar tersebut berada di $40 Miliar atau Rp577,7 Triliun dengan jumlah yang beredar sebanyak 154.532.785 BNB dari persediaan maksimal sebanyak 170.532.785 BNB.

BNB telah naik sekitar 1.186% hanya di Tahun 2021, walau telah terkoreksi. Namun secara jangka panjang, token ini masih memiliki potensi apresiasi yang cukup tinggi.

2. PancakeSwap (CAKE)

PancakeSwap (CAKE) juga menjadi salah satu proyek yang sempat viral akibat beberapa hal, terutama dari publikasi datanya.

Proyek ini adalah sebuah bursa terdesentralisasi atau DeX, yang volumenya sempat naik di Februari 2021 mengalahkan Uniswap, DeX dengan volume tertinggi di Blockchain Ethereum.

Hal tersebut telah membuat tokennya naik secara signifikan, walau telah terkoreksi kembali akibat adanya kasus phising.

DeX ini baru berdiri di September 2020, dan menggunakan sistem automated market maker (AMM) untuk token BEP2 di BSC.

Penggunaan sistem AMM membuat likuiditasnya menjadi lancar, akibat dorongan dari deposit pengguna yang menjadi penyedia likuiditas.

Sebagai imbalannya, para penyedia likuiditas akan diberikan token bernama FLIP untuk menggantikan pemberian likuiditasnya dan juga mendapatkan upah dari biaya transaksi.

Selain itu, PancakeSwap juga memberikan pengguna kesempatan untuk melakukan ternak uang dengan menggunakan token CAKE atau SYRUP dan mendapat imbalan berupa CAKE.

PancakeSwap dibentuk oleh developer anonim yang ingin memberikan solusi terhadap permasalahan likuiditas dari bursa perdagangan crypto.

Ketertarikan terhadap CAKE nampak disebabkan oleh fitur ternak uang dan penyediaan likuiditas tersebut, sehingga mengangkat harganya untuk naik sekitar 5.457% hanya di Tahun 2021.

Kapitalisasi pasarnya saat ini berada di $1,7 Miliar atau Rp24,5 Triliun yang membawanya di peringkat ke-57 dalam kapitalisasi pasar crypto.

Volume perdagangan per harinya berada di sekitar $466 Juta atau Rp6,7 Triliun, yang menandakan ketertarikan di sekitarnya masih cukup tinggi.

3. 1inch.exchange (1INCH)

1INCH juga merupakan salah satu token Binance Smart Chain yang sedang sering dibicarakan akibat apresiasinya.

Proyek yang bergerak pada BSC ini adalah DeX Aggregator, Saat ini, volume perdagangannya platformnya mulai mendekati volume perdagangan DeX Uniswap.

Hal tersebut menunjukkan ketertarikan di sekitarnya yang juga terus meningkat bersama permintaan terhadap tokennya.

DeX Aggregator sendiri bukan seperti Cake yang merupakan DeX biasa. Namun, 1INCH menghubungkan beberapa DeX ke dalam satu platform.

Baca juga: 1Inch, DEX Agregator untuk Temukan Harga Crypto Termurah

Hal tersebut membuat adanya efisiensi dalam pertukaran yang terjadi antar DeX dan mempermudah pemilihan DeX dengan harga token terbaik.

1INCH diluncurkan pada Agustus 2020 setelah adanya pendanaan sebesar $2,8 Juta atau Rp40,4 Miliar dari beberapa investor.

DeX Aggregator ini juga telah meluncurkan DeXnya sendiri bernama Mooniswap, yang juga menggunakan sistem AMM, sama seperti PancakeSwap.

1INCH unik karena penggunaan sistem decentralized autonomous organization (DAO) yang memberikan akses pemungutan suara kepada pengguna 1INCH terhadap protokol baru.

Saat ini kapitalisasi pasarnya berada di peringkat 103 yaitu sebesar $644 Juta atau Rp9,3 Triliun dengan volume per hari sebesar $107,8 Juta atau Rp1,55 Triliun.

Dalam 2021 saja, token ini telah naik sekitar 537% yang memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap token ini masih terus meningkat.

4. Reef Finance (REEF)

Token keempat adalah REEF yang merupakan token dari Reef Finance, yang awalnya berdiri di Blockhcain Polkadot.

Reef Finance adalah platform Decentralized Finance (DeFi) yang bergerak untuk memberikan jasa cross-chain tradingatau perdagangan antar blockchain.

Proyek ini didirkan di sekitar pertengahan 2020, namun seperti proyek crypto lainnya, REEF mendapatkan sentimen positif dalam pasar apresiasi di 2021 ini.

Baca juga: 5 Perkembangan Blockchain Pada Transaksi Pembayaran

Secara fundamental, REEF bertujuan untuk mengayomi investor pemula di Sektor DeFi, untuk memberikan strategi investasi yang baik.

Selain itu, REEF juga bertujuan untuk melawan biaya transaksi yang tinggi di Blockchain Ethereum, mempermudah transaksi antar blockchain, dan mempermudah pengelolaan likuiditas.

REEF mendukung beberapa protokol DeFi seperti Avalanche, Moonbeam, dan Plasmam dan beberapa protokol lain yang berada di Binance Smart Chain.

Hal tersebut membuat REEF memiliki akses yang cukup luas kepada beberapa platform tanpa harus adanya akun berganda.

Akibatnya, saat ini REEF juga mendapat dukungan yang kuat dari Binance, akibat juga bergerak bersama Binance Smart Chain.

REEF saat ini berada di peringkat 127 dalam kapitalisasi pasar crypto dengan kapitalisasi sebesar $437 Juta atau Rp6,3 Triliun.

Volume perdagangan per harinya berada di sekitar $98 Juta atau Rp1,4 Triliun dengan jumlah yang beredar sebanyak 11.268.898.338 REEF dari maksimal 20 Miliar REEF.

Harganya sendiri di 2021 sudah naik sekitar 514% yang menandakan bahwa ketertarikan terhadap REEF cukup besar dan potensi ke depannya masih cukup baik.

5. SafePal (SFP)

Terakhir adalah SafePal (SFP) yang didirkan pada 2018 sebagai platform penyimpanan crypto yang dimiliki investor.

SafePal juga merupakan dompet perangkat keras pertama yang didukung oleh Binance. Sehingga memiliki potensi yang cukup tinggi, mengingat ekosistem Binance yang kuat.

Hal tersebut membuat SafePal memiliki beberapa produk yang beragam, seperti dompet perangkat keras dan lunak yang terikat dengan aplikasi SafePal itu sendiri.

Saat ini SafePal telah tersedia di lebih dari 87 negara yang membuat ketertarikannya terus meningkat setiap harinya.

Baca juga: Tokocrypto Bekerja Sama dengan Certik dan SafePal

Proyek ini memiliki dukungan yang kuat dari Binance secara keseluruhan. Mengingat SFP baru saja melantai di bursa Binance, potensinya masih sangat besar.

Volume perdagangan per hari SFP walau baru saja melantai di bursa, sudah mencapai $120 Juta atau Rp1,7 Triliun.

SFP berada di peringkat 229 dengan kapitalisasi $362 Juta atau Rp5,2 Triliun. Saat ini jumlah yang beredar adalah 108.166.667 SFP dari maksimal 500.000.000 SFP.

Sejak Februari 2021 hingga saat ini, SFP telah naik sekitar 4.659%, bersamaan dengan melantainya di bursa Binance.

Artikel ini hanya menjelaskan lima dari beberapa token Binance Smart Chain yang sempat viral dalam beberapa pekan terakhir.

Jika ingin melihat apa saja token yang ada di Binance Smart Chain, kalian bisa klik tautan yang ada di sini.