Bitcoin Featured Prediksi

Ramalan Crypto 2019: 3 Kemungkinan Pemicu Bitcoin Bull Run Berikutnya

single-image

Setelah melacak ke samping selama beberapa bulan, harga Bitcoin telah mengalami penurunan drastic selama bulan November ini. Bagi para pemain baru crypto, hal ini merupakan hal yang mengejutkan, namun sebenarnya hal ini hanyalah bagian dari fluktuasi dari Bitcoin. Bitcoin akan naik lagi – hal ini selalu terjadi. Pertanyaan yang sebenarnya adalah mengapa bisa begini? – katalis apa yang dibutuhkan untuk dapat memicu bull run berikutnya? Artikel ini menilai tiga hal paling memungkinkan.

Agar market crypto bisa mulai bullish lagi, dibutuhkan beberapa tanda menyeluruh. Sesuatu yang mengokohkan kualitas Bitcoin dan yang lainnya dalam menjadi aset digital yang dapat menerobos pasar keuangan, untuk mengakses likuiditas baru dari sumber yang lebih luas dan untuk mengokohkan posisi sebagai elemen yang harus dimiliki dalam portfolio investasi. Dari semua katalis yang bermunculan, konsensus umum sepakat bahwa tiga hal inilah yang menjadi kandidat paling memungkinkan.

1. Munculnya ekosistem security token

salah satu cara untuk mempertimbangkan potensi dari security token, sekuritas berbentuk token, dan security token offering adalah dengan menilai pendahulunya, yaitu utility token dan ICO.

Ekonomi dari utility token yang kebanyakan ICO membuatnya menggunakan ERC-20, bekerja sebagai sarana insentif/reward bagi pelanggan. Utility token sama sekali bukan bentuk ekuitas dalam proyek ICO yang mendasarinya. Bila demikian, hal ini akan membuat mereka menjadi sekuritas yang tidak terdaftar – mengekspos mereka terhadap risiko peraturan dan hukum sekuritas berbagai yurisdiksi.

Maka dari itu, utility token secara umum telah dianggap sebagai ekuitas dalam proyek ICO yang mendasarinya, dengan pemegang token yang berasumsi proyek ICO akan berjalan mulus dan pada akhirnya akan menguntungkan bagi mereka seperti deviden. Kesalahpahaman ini telah diperparah dengan perdangan di pasar sekunder, yang membesar-besarkan pergerakan harganya.

Salah satu akibat dari memperdagangkan token berdasarkan spekulasi dan tidak digunakan sebagaimana tujuan awal dari interaksi proyek, mekanisme use/reward bagi pelanggan tidak bekerja sesuai yang direncanakan. Bila harga token jatuh karena penilaian spekulatif yang dibuat dalam pasar trading sekunder – maka sesungguhnya, saham yang dimiliki pengguna tidak bernilai banyak. Sejumlah utility token telah diekspos atas kelemahan mencolok yang ada dalam struktur nilai mereka. Hal ini telah memuncak pada penurunan tajam yang telah memberi umpan balik ke pasar crypto yang lebih luas – di mana permintaan menurun terhadap ETH dan BTC sebagai ‘danau likuiditas’ untuk mengakses proyek ICO telah memengaruhi daya tarik dan nilai jangka pendek mereka.

Hal ini yang menyebabkan security token berpotensi menjadi ‘game changer’, pada dasarnya menjadi model ‘ICO’ dan evolusi bagi utility token, yang kenyataannya, pasar selalu ingin berinteraksi dengannya.

Prospek menarik untuk turut serta menjadi bagian dari revolusi teknologi blockchain membangitkan para investor pada tahun 2017 dan awal 2018. Model security token yang patuh hukum akan memungkinkan investor institusional (kemungkinan juga ritel) untuk berpartisipasi dalam model kepemilikan yang otomatis dan terdesentralisasi yang kuat secara hukum yang dapat memberikan hak yang sama kepada saham. Di saat yang bersamaan, proyek crypto yang mengeluarkan security token dapat melakukannya tanpa harus membenarkan ‘utilitas’nya dengan menggunakan contoh penggunaan blockchain ke dalam strateginya.

Meski tokenisasi ekuitas blockchain dapat dianggap bisa membangkitkan kembali ruang investasi ICO yang tertinggal, hal ini memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh – sebagai alternative yang layak untuk IPO atau pendanaan venture capital – mempertahankan keuntungan dari likuiditas yang dapat diakses dan verifikasi pembayaran blockchain model ICO, dengan tambahan kepatuhan legal dan transparansi.

Artikel terkait: Bitcoin Meningkat 15% Kenaikan Harian Tertinggi Sejak April

Apa yang terlebih dahulu harus terjadi?

Platform seperti tZero, Securitize dan Polymath sedang membuat kerangka kerja untuk mentokenisasi ekuitas dan sudah mulai membangun dasar untuk mengeluarkan gelombang pertama security token, terikat pada Decentralized Autonomous Organizations (DAOs)

Meski fokus awal dari komunitas dan media adalah startup blockchain, potensi besar yang dimiliki dari security token tidak bisa diremehkan, karena hampir semua aset yang tidak luikuid dapat didigitasikan. Real estate, karya seni, dan property intelektual hanya beberapa contoh saja. Sekuritas yang ditokenisasi akan memberikan saluran likuiditas baru yang layak untuk aset-aset tersbeut, dijamin melalui pembayaran blockchain, yang sebelumnya tidak tersedia.

Meski begitu, bentuk security token semacam ini seolah muncul sebagai inovasi ‘gelombang kedua’ – sebagian karena adanya kerumitan hukum yang terlibat, tetapi juga karena komunitas investasi yang lebih luas perlu melihat beberapa peluncuran dan preseden yang sukses ditetapkan.

Jika pasar sedang mencari percikan untuk segera membangkitkan kembali permintaan investasi dan likuiditas crypto jangka pendek, security token yang melekat pada jenis proyek ‘bockchain centric’ yang muncul pada tahun 2017 dan 2018 akan menjadi driver yang paling memungkinkan.

Potensi yang dimiliki security token untuk memicu bull run sangatlah jelas, model ini lebih kuat secara fundamental dan hukum dengan transparansi dan hak investor yang lebih besar daripada ditawarkan pada gelombang pertama utility token ICO. Untuk itu para investor harus jauh lebih tegas tentang investasi dalam penawaran security token ketika penerbitannya mulai meningkat pada 2019.

2. BAKKT dan munculnya pasar berjangka institusional baru

Berita yang mengabarkan peluncuran platform berjangka ICE ditungga hingga 24 Januari 2019 memang mengecewakan, namun, peluncuran BAKKT Bitcoin (USD) Daily Futures Contracts sangat diantisipasi khalayak akan menjadi katalisator untuk arus masuk kas utama ke crypto.

Menjadi bagian dari platform ICE berarti New York Stock Exchange juga dapat mendaftarkan kontrak BAKKT, memberikan wadah investasi Bitcoin yang baru peluang visibilitas dan likuiditas yang sangat baik.

Di luar dukungan NYSE, proyek BAKKT juga telah menimbulkan antisipasi berkat dukungan entitas perusahaan Microsoft dan Starbucks. Namun, di luar nilai yang dimiliki nama dan pengenalan merek, mengapa opsi kontrak berjangka baru membuat pasar bersemangat? Apakah itu lebih dari sekadar cara lain untuk membeli bitcoin?

Kontrak berjangka menarik perhatian terutama bank dan institusi lain yang ingin investasi dalam aset yang berubah-ubah, karena hal ini memungkinkan mereka untuk memeriksa potensi fluktuasi. Reputasi yang dimiliki Bitcoin mengenai pergerakan harganya yang tidak menentu, dengan puncak yang tajam dan jurang yang dalam memuatnya menjadi kandidat utama untuk gaya produk ini.

Kontrak berjangka memungkinkan spekulan bertaruh pada berapa harga BTC yang akan datang di kemudian hari, mengunci harga ini sebagai apa yang harus mereka bayarkan untuk penyelesaian. Ini berarti bahkan jika harga jatuh atau naik di atas kisaran tetap, investor terlindungi karena mereka hanya harus menyelesaikan harga yang terkunci.

Selain memiliki daya tarik untuk menarik investor bijaksana, pasar berjangka juga memiliki kelebihan lain dibandingkan penawaran dari penawaran crypto spot exchange. Harga diatur berdasarkan informasi baru yang masuk yang berarti jauh lebih tidak acak dibandingkan dengan harga tukar, dengan informasi baru dari pasar yang dimasukkan kembali ke harga kontrak, membuatnya lebih ‘adil’ dan ‘teragregasi’ dari harga spot.

Investor berjangka Bitcoin juga tidak menghadapi risiko peretasan atau kerumitan infrastruktur karena pilihan penyelesaian kas yang menambah sifat kuat dari platform tempat mereka dihosting. Hal ini juga membuat proses penarikan dan penyimpanan jauh lebih mudah.

Kontrak BAKKT secara fundamental berbeda dari kontrak berjangka dengan fokus kelembagaan yang disediakan oleh platform CME dan CBOE, karena pertama, produk tersebut secara fisik sudah diselesaikan. Berarti pedagang menerima Bitcoin yang sebenarnya pada akhir konrak setelah pembayaran awal dengan dollar. Ini berarti Bitcoin baru dibeli oleh BAKKT dengan setiap perjanjian kontrak spekulatif baru – berbeda dengan CME dan CBOE berjangka di mana semua taruhan pada pergerakan harga memeiliki penyelesaian akhir dalam USD.

Kedua, kontrak BAKKT tidak mendukung perdagangan margin dan leverage – diduga keputusan yang dibuat untuk meningkatkan integritas pasar, pelaporan harga dan pembentukan harga BAKKT BTC. Sekali lagi, hal ini berbeda dengan opsi masa depan BTC yang lebih berisiko yang tersedia di platform seperti Bitmex, CME, dan CBOE.

Secara keseluruhan, produk BAKKT tampaknya menjadi cara yang mudah diakses aman dan berkelanjutan untuk mengakses Bitcoin bagi investor institusi yang skeptis – dan kearena masa depan secara fisik diselesaikan, BAKKT akan berkontribusi pada aktivitas jaringan di luar spekulasi harga.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Nilai BTC di Tahun 2020

3. Persetujuan SEC atas Bitcoin ETF

Pada ranah permainan pasar murni, dampak harga potensial dari persetujuan ETF oleh SEC itu besar, hanya karena betapa belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap aplikasi ETF Bitcoin hingga saat ini telah ditolak oleh SEC termasuk penyerahan oleh powerhouse crypto dan investasi, si kembar Winklevoss.

Sebuah ETF atau Exchange Traded Fund merupakan aset nilai yang melekat sebagai ‘saham’ yang dapat diperdagangkan di bursa. Saham ini biasanya diperdagangkan di bursa utama seperti NYSE atau CBOE dan sebagai turunan dari aset yang mendasarinya, mereka memungkinkan pembeli untuk melakukan perdagangan berdasarkan penilaian mereka terhadap potensi fluktuasi harga aset.

Untuk aset seperti Bitcoin, keuntungan dari ETF adalah bahwa Bitcoin menjadi bisa diakses di bursa internasional – membuatnya lebih mudah untuk diintegrasikan dengan 401k, dana pension, dan pilihan portfolio investasi sejenis lainyya.

Maka dari itu, Bitcoin ETF telah secara konsisten digambarkan sebagai ‘gerbang menuju uang institusional’. Dengan ETF, investor bisa terbebas dari kerepotan pengelihan BTC antar address, menghafal private keys yang panjang, atau harus mempertimbangkan biaya transaksi yang tidak bisa diprediksi dan membuat deposit/penarikan.

Ditambah lagi, tidak seperti pasar berjangka BTC yang diluncurkan di CME dan CBOE, ETF didukung oleh dan mewakili Bitcoin yang sesungguhnya. Lebih banyak volume di pasar BTC ETF, berarti lebih banyak fisik Bitcoin yang dibeli dan berpindah tangan dengan setiap pembelian ETF. Juga tidak ada pilihan untuk inverse / short, yang berarti pembeli ETF Bitcoin hanya ingin harga naik satu arah – ke atas.

Permohonan yang saat ini sedang diproses oleh Direxion, Proshares dan yang jelas menjadi favorit untuk persetujuan akhir, VanEck-SolidX, semuanya ditolak pada tahap tertentu dan sedang menjalani evaluasi banding.

Sayangnya setiap aplikasi ETF, alasan utama penolakan SEC – manipulasi pasar – terus-menerus sulit untuk disanggah, sampai masalah ini bisa ditangani, persetujuan ETF akan tetap menjadi kesempatan yang sangat kecil.

Pertimbangan tambahan adalah bagaimana peluncuran pasar BAKKT yang diatur dapat mendukung permohonan ETF, mengingat kemungkinan peningkatan likuiditas dan infrastruktur ekstensif yang akan digunakan. karena potensi pasar berjangka untuk mekanisasi pengembangan dan pelaporan harga Bitcoin yang stabil, hal ini dapat memberikan solusi alami untuk beberapa kelemahan dalam aprikasi ETF yang ada. Faktor-fator lain yang dapat menambah berat proposal permohonan ETF termasuk pengembangan solusi penitipan dan penyimpanan yang lebih baik, dalam vena Coinbase Custody, yang meningkatkan profil keamanan crypto.

Namun masih harus dilihat bagaimana penundaan peluncuran BAKKT hingga Januari 2019 akan memengaruhi tinjauan SEC saat ini, yang akan selesai pada 29 Desember.

Sumber:bravenewcoin

 

You may also like