Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Melihat Dampak Positif Covid-19 Terhadap Crypto di 2020

anisa giovanny     Monday, December 21 2020

Covid-19 memang bencana untuk seluruh dunia, tapi tidak untuk dunia crypto. Nyatanya pandemi turut meningkatkan adopsi crypto di seluruh dunia dan memberikan beragam dampak positif bagi crypto di 2020. Apa saja dampak positif pandemi terhadap crypto 2020? Simak jawabannya di artikel berikut ini.


Maret 2020 WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, di mana virus itu sudah menyebar ke banyak negara di seluruh dunia. Hingga kini virus yang diduga berawal dari Wuhan, China belum menunjukan tanda-tanda mereda di tengah vaksin virus yang terus dikembangkan oleh para ilmuwan terkemuka.

Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar bagi segala aspek kehidupan, terutama dari segi ekonomi. Bahkan aset crypto pun ikut kecipratan efek dari pandemi ini, contohnya saat Maret Bitcoin sempat anjlok ke $4.000-an. Meski kini harga Bitcoin sudah membaik perlahan dan bersiap meroket ke angka lebih tinggi setelah berhasil menyentuh $20.000. Harga tertinggi sepanjang masa saat ini adalah $24.000

Baca juga: 5 Fakta Menarik Bitcoin di Tengah Pandemi Covid-19

Menarik untuk dikaji, ketika banyak aset investasi seperti saham yang masih sulit bangkit. Di sisi lain dunia crypto justru bergembira sebab harga yang semakin naik dan adopsi yang turut meningkat. Apakah ini merupakan dampak dari Covid-19 dan bagaimana pandemi itu memberikan perubahan pada dunia cryptocurrency?

Dampak Positif Covid-19 Terhadap Ruang Crypto 2020

Narasi Safe Haven Bitcoin Makin Meningkat Saat Covid-19

Terlepas dari segalanya, krisis COVID-19 yang sedang berlangsung juga berdampak positif bagi dunia. Konservatisme Eropa, yang telah lama bergantung pada sistem keuangan tradisional, dipertanyakan karena pandemi memaksa orang Eropa beralih ke pembayaran tanpa uang tunai dan mata uang kripto. Beberapa orang mengatakan itu bahkan mempercepat adopsi arus utama solusi bisnis berbasis kripto dan DLT secara global dengan mengubah pemahaman orang tentang uang.

Secara khusus, wabah COVID-19 telah mendorong narasi safe haven Bitcoin (BTC) karena bank sentral mencetak stimulus sekitar $15 triliun dalam upaya untuk meredakan efek pandemi pada ekonomi global. Di tengah kenaikan tingkat inflasi, orang beralih ke Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi berikutnya.

Sementara itu, atas nama kesehatan masyarakat, pemerintah memulai program pelacakan COVID-19, meningkatkan kekhawatiran serius tentang pelanggaran privasi dan semakin ketatnya sentralisasi dalam prosesnya. Tidak berhenti sampai di situ, pemerintah juga telah mengambil langkah lain dalam mengikis otonomi sipil melalui pengembangan mata uang digital bank sentral, inisiatif yang telah didorong secara global akibat krisis COVID-19.

Sementara para ahli melihat solusi untuk melindungi privasi dalam teknologi desentralisasi. Pandemi ini pada akhirnya mendorong inovasi digital dan mempercepat umat manusia 20 tahun ke depan dalam perkembangan teknologi.

Adanya Perubahan Minat ke Aset Digital

 “ Pergolakan ekonomi akibat masa pandemi kita menciptakan perubahan sikap dan minat yang lebih besar pada aset digital. COVID-19 telah secara signifikan mempercepat adopsi dan minat pada crypto di seluruh dunia, “ kata Mike Belshe Ceo Bitgo, dilansir dari Cointelegraph.

Covid-19 memang telah membuat banyak mata berpaling pada ruang crypto. Bukan hanya individu saya bahkan perusahaan besar seperti Square dan Microstrategy pun membeli banyak sekali Bitcoin bernilai jutaan dolar AS yang mereka jadikan sebagai aset cadangan atau lindung nilai.

Baca juga: MicroStrategy Jual $400 Juta Sekuritas Buat Beli Bitcoin!

Pembelian itu pun membuat harga Bitcoin mengalami kenaikan, ini menunjukan bahwa BTC memperoleh kepercayaan dari institusi yang membuatnya semakin menarik di masa pandemi. BTC apalagi beda dari aset lainnya, seperti tidak terpengaruh dengan mata uang fiat yang semakin tidak bernilai, Bitcoin justru meroket tajam.

Bitcoin Semakin Relevan

Covid-19 memiliki efek positif bagi ruang crypto, sebab menurut Belshe sebelum COVID-19, kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan faktor ekonomi yang membuat Bitcoin relevan.

Tapi sekarang semuanya berubah dengan pandemi  kebijakan fiskal di seluruh dunia menyebabkan pemerintah mencetak uang dengan liar, mengurangi nilainya dan menyebabkan inflasi. Investor sekarang mengerti bahwa mereka  harus lebih maju.

Baca juga: Bitcoin Berhasil Ungguli Mata Uang Fiat di 2020

Mereka mengajukan lebih banyak pertanyaan dan memahami yang mendasari tesis Bitcoin  bahwa kelangkaan aset itu penting. Aset digital adalah lindung nilai terhadap inflasi dan penyimpan nilai yang aman. Pemimpin investasi seperti Paul Tudor Jones, Stanley Druckemiller dan Bill Miller menunjukkan bahwa Bitcoin sekarang menjadi bagian penting dari portofolio apa pun.

“Dari perspektif saya, COVID-19 tidak berdampak negatif pada ruang blockchain – jika ada, itu mendorong peningkatan permintaan untuk inovasi dan adopsi blockchain. Dengan mengungkap kelemahan paradigma kita saat ini, COVID-19 juga menyoroti kebutuhan mendesak akan teknologi blockchain. Kami juga sudah  melihat pergeseran ke blockchain ini di saat ketidakpastian. Semakin banyak institusi dan orang yang menggunakan Bitcoin karena Bitcoin dipandang sebagai aset utama yang stabil di masa-masa sulit ini. Jika ada, saya percaya bahwa COVID-19 dengan tegas membuktikan kebutuhan tidak hanya akan blockchain, tetapi juga ekonomi yang benar-benar digital dan cerdas, “ kata Da Hongfei, pendiri Neo dan CEO Onchain. 

Bitcoin Menjadi Mainstream 

Survei Grayscale menunjukkan jika selama pandemi, Bitcoin menjadi lebih dikenal dengan masyarakat umum dan kelas investor. Prospek di antara mereka yang belum berinvestasi di Bitcoin telah berubah drastis sejak 2019.

Pada tahun 2020, 55% investor yang diwawancarai menyatakan minatnya untuk memperoleh Bitcoin, peningkatan yang substansial dari 36% pada tahun 2019. Hampir setengah dari peserta survei percaya bahwa cryptocurrency akan dianggap sebagai media pertukaran utama pada akhir dekade ini.

Baca juga: Survei: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Minat Beli Bitcoin

Tren investor yang tertarik pada narasi penyimpanan nilai Bitcoin kemungkinan akan meningkat, dan ada kemungkinan bahwa adopsi arus utama mungkin datang lebih cepat daripada yang diharapkan oleh kebanyakan pakar dan investor. 


Jika melihat dampak positif covid-19 terhadap crypto di atas, maka adanya pandemi covid-19 ini nyatanya memiliki efek yang baik bagi crypto. Sebab, masyarakat dan para investor terkemuka mulai melihat jika Bitcoin adalah aset yang bernilai. Bitcoin juga berhasil pulih dengan sangat cepat. Apakah ketika Covid-19 teratasi, Bitcoin dan ruang crypto tetap mampu memiliki tren positif dengan adopsi yang lebih meningkat? Kita perlu melihat jawabannya seiring waktu. 

Walau dampak positif Covid-19 terlihat membantu bagi ruang crypto. Namun kita berharap pandemi ini akan teratasi tahun depan, dibarengi dengan ruang crypto yang diharapkan semakin meluas.