Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Survei Membuktikan! Bitcoin Lebih Diminati Anak Muda Dibanding Boomers

anisa giovanny     Wednesday, October 28 2020

Banyak survei dan riset yang menunjukan jika anak muda lebih tertarik dengan Bitcoin dibandingkan dengan generasi diatasnya. Blockchain Capital pada 2017 menemukan bahwa 42 persen generasi milenial setidaknya pernah mendengar tentang Bitcoin. Dibandingkan dengan kurang dari 15 persen kesadaran di kalangan lansia berusia 65 ke atas.

Survei yang sama juga menemukan bahwa hampir sepertiga anak muda milenial di kelompok usia 18-34 lebih suka menginvestasikan $1.000 dalam Bitcoin daripada menginvestasikan jumlah yang sama di pasar saham atau obligasi pemerintah. Generasi muda secara konsisten menunjukkan minat yang lebih besar pada, kesadaran, dan dukungan untuk Bitcoin, serta semua bentuk cryptocurrency lainnya.

Selanjutnya ada Bankrate, yang menemukan bahwa 5 persen milenial (mereka yang berusia 18 hingga 37 tahun) mengatakan Bitcoin adalah tempat terbaik untuk menaruh uang yang tidak mereka perlukan selama 10 tahun atau lebih. Hanya 1,2 persen Generasi X (usia 38 hingga 53) menyukai tabungan jangka panjang, dan kurang dari 1 persen boomer (usia 54 hingga 72) yang menyukainya.

Milenial Lebih Percaya Bursa Crypto

Platform E-toro juga pernah melakukan riset kepada 1.000 trader pada 2019. Dari riset itu ditemukan hasil jika 43% pedagang milenial mengatakan bahwa mereka lebih mempercayai pertukaran kripto, dibandingkan dengan generasi X yang hanya 33 %..

Menurut Guy Hirsch, Managing Director eToro US, menyaksikan jatuhnya pasar saham 2008 dan krisis ekonomi yang mengikutinya tampaknya telah menurunkan kepercayaan pada bursa saham tradisional di kalangan generasi milenial.

“Kami melihat awal dari pergeseran generasi dalam kepercayaan dari bursa saham tradisional ke bursa crypto,” kata Hirsch dilansir dari Verdict.uk

Dilansir dari Bussinees Insider, selama pandemi ini menurut JPMorgan investor telah terpecah berdasarkan generasi. Di mana  Investor yang lebih tua lebih cenderung ke emas, sementara milenial berbondong-bondong ke bitcoin, kata analis dari bank tersebut.

“Kedua kelompok menunjukkan perbedaan dalam preferensi mereka untuk mata uang ‘alternatif’. Kelompok yang lebih tua lebih memilih emas sedangkan kelompok yang lebih muda lebih memilih Bitcoin,” ujar tim analis yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou itu.

Dari beberapa riset ini bisa disimpulkan jika anak muda terutama generasi millenial memang lebih menaruh perhatian terhadap aset kripto.

Alasan Generasi Muda Tertarik Bitcoin

Millenial Suka Belajar Hal Baru

Bitcoin dan blockchain termasuk hal baru yang membutuhkan waktu untuk dipelajari. Hal ini lah yang membuat para generasi muda untuk mempelajarinya dan melihat peluang menarik dari teknologi ini. Karakteristik tersebut sebagian menjelaskan minat yang ditunjukkan oleh Generasi Y terhadap industri kripto. Kesadaran teknologi kaum milenial juga berkontribusi pada seringnya penggunaan teknologi tinggi, pelaksanaan berbagai operasi menggunakan mata uang kripto, mulai dari penciptaan dan penambangannya hingga peningkatan modal digital.

Baca juga: Survey Bitcoin di Indonesia Membuktikan !

Suka Sesuatu yang Efisien

Millenial suka dengan hal yang efisien dan cepat. Ini sesuai dengan Bitcoin dan blockchain yang membuat proses transaksi berlangsung cepat tanpa pihak ketiga. Selain itu, anak muda juga tertarik program atau aplikasi dan layanan untuk memperkirakan strategi keuangan dan mengelola dana melalui smartphone.

Baca juga: Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

Generasi milenial menghabiskan waktu dan sumber daya dengan lebih efisien dan sangat ahli dalam teknologi tinggi. Munculnya perusahaan investasi online, layanan dan platform digital sangat memudahkan proses-proses yang berkaitan dengan pelaksanaan operasi keuangan baik untuk penggunaan pribadi maupun aktivitas profesional.

Menuju Kebebasan Finansial

Sebagian besar layanan dan platform digital yang mengeluarkan mata uang dan token kripto mereka sendiri, yang didasarkan pada sifat teknologi Blockchain yang demokratis dan terdesentralisasi, tidak menimbulkan keberatan dari kaum muda. Blockchain adalah lingkungan yang sempurna untuk mengembangkan jejaring social.

Baca juga: Bebas Finansial Sebelum Usia 30. Begini Caranya!

Ia menyimpan data pribadi, tidak ada perantara yang diperlukan untuk melakukan transaksi, dan interaksi di antara peserta jaringan benar-benar transparan. Mata uang digital dan platform berbasis blockchain menjadi alat untuk kemandirian finansial Generasi Y dan Z karena mereka memenuhi semua persyaratan kebebasan dan kesetaraan.

Bisa Investasi dengan Modal Kecil

Bagi anak muda yang belum memiliki pendapatan besar berinvestasi di saham atau property tentu akan sulit. Tapi dengan Bitcoin semua itu bisa dilakukan, sebab anak muda atau siapapun bisa berinvestasi dengan modal kecil dimulai dari Rp100.000 saja untuk punya Bitcoin. Dari modal  tersebut kamu bisa memiliki Bitcoin nilai 0 koma sepersekian persen.

Baca juga: 5 Pilihan Investasi dengan Modal Kecil (Mulai 100 Ribu)

Jadi, kamu tidak perlu menyiapkan modal ratusan juta untuk membeli satu Bitcoin. Kamu bisa mencicilnya dengan Rp100.000 saja setiap bulan, asalkan kamu konsisten maka kamu bisa memperoleh satu Bitcoin. Semakin banyak Bitcoin yang dimiliki maka keuntungannya akan lebih terasa.