Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank di Venezuela akan Menggunakan Cryptocurrency

Coinvestasi     Friday, August 31 2018

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, meminta bank-bank di negara itu untuk mengadopsi cryptocurrency Petro sebagai unit akun pada Senin (27/8). Venezuela saat ini tengah berjuang menghadapapi krisis politik dan ekonomi yang cukup parah.

Untuk seterusnya, bank publik dan privat harus menggunakan mata uang Bolivar dan mata uang digital Petro, sesuai resolusi dari otoritas perbankan Sudeban. Gerakan ini menjadi bagian dari usaha Maduro untuk keluar dari lima tahun resesi dan inflasi yang diprediksi IMF akan mencapai satu juta persen tahun ini.

Lebih dari dua juta orang telah meninggalkan Venezuela selama masa kriris ini. Mata uang Bolivar pun mengalami devaluasi, menerbitkan uang kertas dari lima nol dalam bentuk ‘pengawal bolivar’.

Rancangan ekonomi yang direncanakan termasuk peningkatan 3.400 persen dalam upah minimal dan kenaikan pajak bensin, yang sebelumnya merupakan yang termurah di dunia.

Presiden sosialis, yang terpilih kembali untuk masa enam-tahun dari pemilihan di bulan Mei dan ditolak oleh sebagian besar komunitas internasional karena kecurangannya, telah memperbaiki mata uang cryptocurrency Venezula yang awalnya didiskreditkan. Petro saat ini senilai dengan satu barrel minyak Venezuela (sekitar 44 Dolar Amerika).

Sementara Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga meningkat hingga 16 persen.

Maduro pun merilis obligasi yang didukung oleh emas batangan, yang juga sebagai bentuk promosi tabungan di antara masyarakat Venezuela. Mereka melihat mata uang lokal yang menguap karena hiperinflasi.

“Tidak ada yang mengatakan bahwa emas kehilangan nilainya,” ujar Maduro di TV nasional, sambil menunjukkan dua kartu dengan emblem logo bank sentral dan beberapa kotak emas yang disebut lingoticos (batang logam kecil).

Emisi yang berada dalam bentuk 1,5 dan 2,5 gram (0,05 dan 0,09 ons) dari emas, akan dimulai pada 11 September.

 

Source: Channel News Asia