Belajar Exchange Featured

Ngeri, Miliaran Dolar Volume Aset Crypto Dipalsukan!

single-image

Artikel ini diambil dari sebuah tulisan Medium oleh Sylvian Ribes, di mana dalam artikel ini penulis mengekspos mengapa penulis percaya bahwa lebih dari 3 miliar dolar volume asset crypto dibuat secara palsu, dan bagaimana OKex, exchange nomor1 berdasarkan volume, adalah pemain utama dengan 93% dari volumenya palsu. Analisis ini dibuat dengan menggunakan data yang tersedia di publik.

Cara yang digunakan adalah mengumpulkan orderbook dari semua exchange besar lalu mengukur bagaimana menjual cryptocurrency senilai $50 ribu USD ke pasar akan berpengaruh pada rusaknya harga crypto yang bersangkutan. Sepanjang artikel ini, variabel ini akan disebut dengan nilai S. Nilai S pada dasarnya adalah perubahan persentase dari rata-rata harga beli dengan harga jual terendah.

Nilai S ini dapat dikatakan adalah fungsi menurun dari volume, namum beberapa perbedaan akan muncul dari satu koin ke koin yang lain. Bagaimanapun juga, jika Anda memiliki volume yang sangat besar pada pair tertentu, akan ada pesaingan yang sangat ketat antara para market maker untuk memenuhi kepuasan pembeli/trader. Dan kompetisi seperti itulah yang akan mempertebal orderbook dan mengurangi tendensi fluktuasi harga.

Ini adalah logika yang seharusnya terjadi, bukan?

Well, dalam penelitian yang dilakukan Sylvian walaupun ada sedikit perbedaan di antara setiap mata uang, ada hal yang sangat tidak normal di mana perbedaan yang sangat signifikan terlihat antara exchange. Perbedaan yang muncul ini mencapai angka yang cukup mencengangkan, 95%.

KOTA HANTU OKEX

Sedikit wash trading dan kenaikan volume buatan dapat dimaklumi di sebuah market tanpa regulasi. Namun besarnya kecurangan ini dapat dikatakan sudah melebih batas. Mari lihat grafik di bawah ini:

Grafik di atas adalah representasi dari rata-rata nilai S dan volume semua pair di antara pilihan crypto dengan volume harian di atas $100k di empat exchange terbesar: OKex, Kraken, Bitfinex, dan GDAX, dalam waktu 24 jam.

Dot biru di sebelah kanan menandakan property GDAX, dengan volume hamper mencapai $200 juta, dan nilai S kurang dari 0.1%.

Grafik di atas sangat mencolok. Dapat dilihat bahwa walaupun tiga exchange pertama memiliki pola serupa, OKex (warna merah), memiliki nilai S yang jauh lebih besar dibandingkan nilai volumenya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hal ini berarti bahwa hamper seluruh volume yang diklaim oleh OKex sepenuhnya adalah buatan.

Di samping itu, demi kemudahan pembacaan grafik, Sylvian mengubah grafik ini menjadi grafik dengan skala logaritmik dan membuang semua dataset yang menghasilkan nilai S di atas 4%. Hal ini memperlihatkan grafik yang lebih tidak wajar lagi akan traffic OKex.

Di banyak pair, walaupun memiliki volume mencapai $50 juta, nilai S ini akan mencapai lebih dari 10% jika Anda ingin mencairkan asset senilai $50k. Pair-pair tersebut termasuk NEO/BTC, IOTA/USD, QTUM/USD (pada saat data ini diuraikan – 6 Maret 2018).

Walaupun angka itu sendiri membuktikan, tanpa sedikit pun keraguan, bahwa mayoritas volume dari OKex palsu, belum ada yang mengetahui bagaimana mereka melakukannya sampai Sylvian sendiri masuk ke dalam platform OKex dan mengamati riwayat trading beberapa pair. Dan benar adanya, mereka memalsukan volume dengan cara yang sangat lucu dan jelas dibuat-buat.

Bandingkan bentuk grafik volume yang sempurna dengan bentuk sinusoidal yang konsisten di atas dengan apa yang seharusnya terjadi di exchange sesungguhnya:

Kenaikan, penurunan, efek snowball di fluktuasi tinggi. Bukan sebuah grafik yang dapat dilihat dari osiloskop. Fakta bahwa para engineer OKex membuat grafik volume seperti gelombang sinusoidal yang sempurna adalah hal yang sangat konyol apapun alasan mereka memalsukan volume.

SEBERAPA BURUK HAL INI?

Sejelas-jelasnya hampir seluruh volume OKex dibuat, bagaimana melakukan estimasi apakah mencapai level 90%, 95%, atau 99% palsu? Mari melihat metode yang dilakukan Sylvian:

  • Mengumpulkan exchange yang dapat dipercaya yang memiliki pola konsisten
  • Membuat sebuah model regresi dari kombinasi data exchange tersebut untuk bisa memprediksi volume trading sebuah pair dari nilai S tertentu
  • Membandingkan nilai volume yang diklaim OKex dengan nilai volume yang didapatkan dari model yang dibuat pada poin 2.

Untuk melakukannya, data digunakan dari exchange berikut: Bitfinex, GDAX, Poloniex, Bistamp, Gemini, dan Kraken. Melihat adanya ketidakstabilan data pada volume rendah dari data tersebut, simulasi menggunakan nilai $20k daripada $50k.

Ini adalah hasil data dari exchange-exchange terpercaya, memperlihatkan bahwa volume adalah fungsi dari nilai S:

Amati bahwa karena data yang sangat tidak stabil, model regresi yang dibuat menjadi tidak valid ketika nilai S melebihi 0.7%. Grafik di atas adalah bentuk yang paling baik yang dapat dipresentasikan dengan nilai S di bawah 0.7%. Dari nilai batas ini, asumsi yang paling masuk akal adalah bahwa kemungkinan volume sebesar di bawah $1 juta.

Dalam grafik di bawah, memasukkan data OKex ke grafik di atas, dapat dilihat bahwa ada sesuatu yang salah:

Dari semua 28 pair di koin piliihan dengan volume di atas $100 ribu, hanya 11 yang memliki nilai S kurang dari 0.7%. Sebelas pair ini adalah:

Nilai proporsi volume palsu di atas, berdasarkan model ini, dapat dikatakan bernilai 93.6%. Pair lainnya yang memiliki nilai S lebih dari 0.7% tidak akan secara signifikan merubah data di atas.

Dapat didebatkan bahwa model regresi yang digunakan bukan yang paling akurat, karena keterbatasan set data yang kuat. Akan menjadi lebih adil jika pair BTC/USD disingkirkan dari model ini. Setelah disingkirkan, angka ini masih cukup tinggi yaitu sekitar 92.9% volume OKex dibuat.

Selain OKex, penulis melakukan anallisis yang sama dengan exchange lainnya di mana Huobi, ada di peringkat dua. HitBTC dan Binance juga memiliki nilai pemalsuan volume yang cukup tinggi berdasarkan analisis ini.

Dengan semakin sedikitnya market maker professional, orderbook yang semakin tipis sangat mudah ditemukan dan mungkin membuat model yang digunakan tidak valid. Namun analisis ini dapat digunakan untuk tetap waspada dengan volume Binance di masa yang akan datang, walaupun memeriksa riwayat volume mereka tidak memperlihatkan adanya aktivitas yang mencurigakan.

PERINGATAN

Walaupun Sylvian cukup yakin dengan klaim ini, angka-angka di atas tidak harus diambil mentah-mentah seperti yang tertulis. Beberapa alasannya adalah:

  • Biaya transaksi berpengaruh. Biaya yang semakin tinggi berarti market maker memiliki insentif yang lebih sedikit untuk mengalahkan mereka dalam trading sehinga mengurangi fluktuasi harga
  • Metode ini dilakukan hanya dengan mengumpulkan data sampel rata-rata selama 24 jam dan tidak menghitung nilai variansi.
  • Adanya icerberg order dan order tersembunyi yang tidak tercatat dalam orderbook
  • Perbedaan basis konsumen dapat memperlihatkan pola yang berbeda di masing-masing exchange

MENGAPA ANDA HARUS MENGETAHUI TENTANG INI?

Beberapa orang mungkin akan berpendapat bahwa “Secara ini adalah pasar tanpa regulasi, mengapa mereka tidak boleh melakukan hal yang ingin mereka lakukan?”, dan yang lain mungkin saja salah. Adalah karena ini merupakan pasar tanpa regulasi, tanggung jawab terletak pada masing-masing pemain di market ini. Meningkatkan kesadaran dan memboykot exchange yang melakukan praktik pemalsuan ini adalah hal kecil yang dapat kita lakukan.

KESIMPULAN

Dari perhitungan di atas, dapat diestimasi bahwa volume senilai $3 miliar dolar tidak pernah ada. Mungkin lebih. Namun entah bagaimana, praktik ini tidak dihiraukan oleh beberapa data aggregator popular. Aset crypto sedang dalam market yang sangat melemah, walaupun sempat sangat menguat di akhir tahun 2017. Sylvian percaya bahwa pertumbuhan tidak akan pernah berlanjut sampai kita mampu membentuk sebuah ekosistem trading yang sehat dan kondusif.

Sumber: Medium 

You may also like