Exchange

Binance Dan Coinbase Segera Rilis Platform DEX

single-image
Dalam beberapa bulan terakhir, dua bursa kripto besar mulai melirik untuk mengubah platform mereka menggunakan DEX (Decentralized Exchanges). DEX dianggap sebagai masa depan perdagangan cryptocurrency dibandingkan dengan sistem tradisional CEX (Centralized Exchange). Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan pengguna dan pengelola DEX, dimana keduanya merasa aman dan tidak dirugikan. Binance dan Coinbase telah mengumumkan bahwa mereka akan segera menggunakan platform baru berbasis Ethereum.
Permasalahan utama dalam bursa kripto adalah pencurian aset, seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu di salah satu bursa kripto Jepang. Kejadian ini tentunya menjadi perhatian besar dikalangan pengelola bursa kripto, bagaimana cara meningkatkan keamanan dimasa mendatang. Selain kehilangan aset, akibat ulah hacker juga membuat trader kehilangan kepercayaan.

Desentralisasi Exchange Binance Dan Coinbase

Baru-baru ini, 2 bursa kripto besar sudah mengumumkan untuk mengubah platform mereka menjadi Decentralized Exchanges. Binance berencana mengembangkan DEX, dimana token BNB akan dijadikan sebagai Gas transaksi. Kemudian menyusul info dari Coinbase yang berencana menggunakan platform Paradex. Coinbase segera menggunakan platform ini untuk mengembangkan bursa kripto Altcoin berbasis ERC20.
Sebelum munculnya info peralihan kedua brusa, beberapa token yang dirilis juga telah menciptakan platform DEX. Termasuk Gnosis, Radar Relay, OmiseGO, dan jumlahnya kini semakin banyak. Lalu, mengapa semua perusahaan berusaha memasuki dan men-Desentralisasi-kan bursa kripto?
Blockchain dan cryptocurrency diperkirakan sebagai inisiatif Open-Source yang berorientasi pada komunitas. Masalah utama salah satunya adalah Down Time, sering kali merugikan trader dengan alasan maintenance selama berjam-jam. Padahal harga kripto bisa saja berubah merugikan dalam hitungan menit. Ini dianggap sangat merugikan pengguna, terutama dikalangan pengguna bursa kripto tradisional.
Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dalam bursa kripto tradisional atau Centralized Exchange. Diantaranya adalah fitur dan tools mudah diubah, platform mudah digunakan (walaupun tidak semuanya) dan liquidity. Disamping keuntungan itu, ada konsekuensi yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah melengkapi dokumen KYC (Know Your Customer), dana Anda dikontrol sepenuhnya oleh bursa. Rentan serangan hacker dan sering down time, dan tidak anonymous.
DEX seperti Etherdelta, Forkdelta, dibangun diatas jaringan Ethereum menggunakan smart contract dan channel pembayaran untuk token. Tidak ada perantara atau satu entitas yang terlibat ketika kita melakukan pertukaran dengan yang lain. Dan tentunya dilakukan dengan cara anonymous, masing-masing tidak mengenal. Pengguna sepenuhnya mengontrol dana masing-masing tanpa melibatkan pihak ketiga.
Tidak ada hacking, sehingga dana aman dan tanpa downtime. Bahkan tidak ada trading fee, hanya menggunakan Gas atau token yang diterapkan masing-masing platform. Satu hal lagi, De-Centralized Exchange tidak membutuhkan persyaratan dokumentasi atau anonymous. Dan permasalahan utama  dari platform DEX adalah liquiditas, tidak ada sentralisasi dana. Setiap orang bisa bebas memperdagangkan di DEX manapun tanpa kontrol dari bursa.

You may also like