Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Kaleidoskop Cryptocurrency 2020 : Bitcoin Semakin Perkasa

anisa giovanny     Monday, December 28 2020

Bagi dunia crypto tahun 2020 merupakan tahun yang memiliki banyak lika-liku dan juga pencapaian luar biasa. Tahun ini kita disambut dengan harga Bitcoin yang anjlok dan meroket mendekati harga tertingginya sepanjang masa atau Defi yang menggemparkan industri dan ramai diperbincangkan di mana-mana.

Namun, jika kita melakukan kilas balik dunia crypto 2020 banyak sekali hal menarik yang terjadi tahun ini. Apa saja itu?  Coinvestasi telah merangkum semua hal yang menarik dan terjadi dari Januari-Desember 2020 dalam kaleidoskop cryptocurrency 2020. 

Melihat Kaleidoskop Cryptocurrency 2020

Januari 

Kaleidoskop cryptocurrency 2020 akan dimulai di bulan Januari. Awal tahun ini kita dikejutkan dengan konflik Iran dan Amerika yang memanas, kedua negara ini bersitegang dan sempat memicu perhatian dari banyak negara. Ketegangan kedua negara ini juga menyebabkan Bitcoin di Iran meroket, bahkan harga menyentuh $24.000. Naiknya harga Bitcoin di Iran ini sempat memunculkan kembali pendapat jika Bitcoin adalah safe haven asset karena harganya justru naik karena adanya konflik.

Selain Bitcoin di Iran, di bulan ini Cina juga merilis rincian mata uang digital bank sentral mereka yakni Digital renminbi atau digital yuan. Rilisnya rincian tersebut memicu banyak negara untuk mulai mempertimbangkan mata uang digital mereka sendiri agar tidak tertinggal dari Cina. 

Februari

Di Februari 2020 untuk pertama kalinya sejak Oktober  2019, akhirnya Bitcoin menyentuh harga $10.000 atau setara dengan $138 juta. Ini merupakan harga tertinggi Bitcoin pertama yang didapatkan  raja aset kripto tersebut tahun ini.

Kemudian, di tengah virus corona yang terus menyebar di Februari harga Bitcoin masih terpantau aman bahkan tokoh terkemuka Mati Greenspan harga Bitcoin tidak terlalu terpengaruh dengan adanya virus corona, ia berpendapat jika yang bisa mendorong harga Bitcoin adalah ketakutan dari para investor itu sendiri. Di bulan ini nama DeFi atau decentralized finance mulai terdengar dan dalam beberapa bulan ke depan DeFi berhasil meraih perhatian dari pengguna aset crypto. 

Baca juga: Mati Greenspan: Harga Bitcoin Tidak Berkorelasi dengan COVID-19

Maret 

Bulan ketiga ini bisa dibilang merupakan bulan yang berat bagi cryptocurrency terutama Bitcoin, Sempat dipertimbangkan sebagai safe haven asset dan tidak terpengaruh dengan virus Corona, namun nyatanya begitu WHO mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi Bitcoin pun turut terjun bebas, bahkan menyentuh harga kisaran $4.000-$5.000 di bulan itu.

Banyak negara yang kesulitan untuk menangani Covid-19, terutama untuk mengatasi permasalahan ekonomi. Di bulan ini Amerika Serikat pun sempat mengusulkan digital dollar sebagai stimulus untuk Covid-19. 

April 

Di April bahasan crypto masih seputar pandemi dan harga aset-aset yang masih dalam perbaikan. Namun di bulan ini terjadi peristiwa penting yakni Bitcoin cash yang mengalami halving, Bitcoin Cash memotong blok reward-nya dari 12,5 BCH menjadi 6,25 BCH dan diikuti oleh Bitcoin SV. 

Baca juga: Bitcoin Cash Halving Kurang dari 16 Jam, BSV Mengikuti

Mei 

Bulan ini semua mata tertuju pada peristiwa halving yang terjadi empat tahun sekali. Peristiwa halving ketiga Bitcoin ini terjadi pada sekitar pukul 3:23 Malam EST atau 2:23 WIB . Menurut data dari Tradeblock.com. Setelah halving terjadi, Bitcoin diperdagangkan pada $8.500, dengan dominasi pasar sebesar 67%.

Baca juga: Bitcoin Halving Telah Usai. Lalu Sekarang Apa?

Akibat halving ini Blok reward penambangan Bitcoin yang berubah dari 12.5 BTC ke 6.25 BTC.  Peristiwa halving ini pun turut mempersulit penambangan Bitcoin dan mulai banyak prediksi yang bermunculan, seperti stock to flow yang memprediksi jika satu tahun setelah halving atau di Mei 2021 Bitcoin akan berharga di atas $20.000.

Baca juga: Pelaku Pasar Crypto Prediksi Harga Bitcoin Pasca Halving, dari $8.000-$20.000!

Juni

Bulan juni adopsi perusahaan terhadap crypto mulai menghangat, salah satunya adalah rumor tentang integrasi Paypal dengan crypto. Selain itu JpMorgan yang dulu antipati dengan Bitcoin mulai mendukung Bitcoin dan menerima protes dari bank sentral Lebanon. Di bulan ini juga staking Ethereum 2.0 mulai ramai diperbincangkan dan banyak penggiat crypto yang penasaran apa sebenarnya staking Ethereum 2.0

Juli 

Di bulan ketujuh forsage atau skema ponzi berbasis Ethereum ramai diperbincangkan, kemudian harga Bitcoin pun berhasil rally dan menembus angka $11.000 yang merupakan harga tertinggi kedua yang diraih aset itu di 2020 ini. 

Agustus 

Bulan Agustus, Bitcoin berhasil rally kembali dan menyentuh harga $11.800, dengan kenaikan tersebut harga Bitcoin pun diprediksi akan mengalami bullish. Di bulan ini harga Chainlink pun berhasil memperoleh all time high terbarunya yakni $9,6. Raihan tersebut disinyalir karena pembicaraan tentang chainlink yang meningkat di media sosial. Token YFI pun berhasil rally dengan menyentuh harga di atas $30.000, harga tersebut sempat menjadikan YFI ramai diperbincangkan dan mengalahkan Bitcoin sebagai aset kripto termahal

September

September banyak sekali token-token crypto dengan nama yang unik seperti menggunakan nama makanan, yakni Sushiswap, Hotdog hingga Pizza. Sempat buat geger karena harganya menarik, tapi pada akhirnya token ini harus anjlok dan menjadi tidak begitu berharga.

Hal ini pu meningkatkan kewaspadaan agar para pengguna crypto lebih cermat dalam berinvestasi di token-token yang belum terlalu jelas visi dan misinya. Uniswap membagikan ratusan token UNI secara gratis kepada pengguna nya dan membuatnya berhasil jadi 20 token teratas di DeFi. 

Baca juga: Uniswap Rilis Token UNI dan Bagikan Cuma-cuma Kepada Pengguna

Selain itu di bulan ini pasar crypto DeFi sudah mengalami lonjakan hingga lebih dari 1.000% dari Juni hingga saat ini, dari $1 miliar menjadi $10,71 miliar. 

Baca juga: Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Pasar Crypto DeFi Naik Tajam Sejak Juni

Oktober 

Bitcoin genap berusia 12 tahun, di bulan ini pula Bitcoin berhasil mendapatkan harga tertingginya sejak 2018. Bitcoin sempat memecahkan nilai tertinggi tahun ini pada 28 Oktober 2020 lalu di kisaran $13863. Ada beberapa koreksi, tetapi berhasil rebound dan stabil di kisaran $13281.  Kemudian di 31 Oktober BTC berhasil memecahkan rekor $14.100 alias menembus lebih dari Rp200 juta. 

November 

Ini bisa dibilang adalah bulannya Bitcoin, harga aset ini berhasil meroket menjadi $18.000. Walau sempat mengalami koreksi yang membuat trader khawatir, pada akhirnya Bitcoin merangsek naik menuju $19.000 dan pada 31 November malam akhirnya Bitcoin menembus harga tertingginya sepanjang masa.

Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Meroket ke $300.000 di 2021, Kamu Percaya?

Di Bitstamp harga BTC tercatat di $19.808, sedangkan di Binance adalah $19.853. ATH baru ini disambut sukacita oleh para penggiat crypto, dan diharapkan akan membuat nama Bitcoin semakin terkenal. 

Desember 

Awal buklan ini, Ethereum 2.0 akhirnya rilis. Selanjutnya di kaleideoskop cryptocurrency 2020 ini di akhir tahun Bitcoin masih bertaji, di bulan ini Bitcoin resmi membubuhkan harga tertinggi yang baru yakni $28.400. Dengan kenaikan harga ini makin banyak orang optimis mengenai harga Bitcoin di 2021. 

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Meroket! Target Selanjutnya $30.000?


Itu dia rangkuman perjalanan atau kaleideoskop cryptocurrency di 2020.

infografis KALEIDOSKOP 3
Di Desember Bitcoin ATH di atas angka $28.000

Rangkuman kaleidoskop cryptocurrency 2020 ini merupakan versi dari Coinvestasi.com.