Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin Sebagai Aset Cadangan Dibandingkan Saham atau Properti

anisa giovanny     Thursday, November 12 2020

Saat ini  Bitcoin tidak memiliki risiko rekanan pengguna individu atau institusi tidak perlu khawatir bahwa tindakan pihak ketiga akan menyebabkan hilangnya nilai aset secara signifikan.

Ia juga terlindungi dari risiko yang mungkin timbul dari regulasi atau perubahan ekstrim dalam kebijakan pemerintah. Pemegang Bitcoin akan selalu memegang kendali penuh atas Bitcoin.

Hal  ini membuat Bitcoin banyak dipertimbangkan sebagai aset cadangan  dibandingkan instrumen  investasi lainnya. 

Bitcoin Sebagai Aset Cadangan

Berbagai institusi yang  menempatkan dananya dalam  bentuk  Bitcoin  adalah Square $50 juta, dan MicroStrategy sebesar $425 juta. Stone Ridge meluncurkan New York Digital Investment Group, yang saat ini memiliki crypto senilai lebih dari $ 1 miliar,  Grayscale Investments melalui kepercayaan GBTC-nya, yang memiliki sekitar 450.000.

Kebanyakan perusahaan didirikan dengan harapan bahwa mereka akan bertahan selama beberapa waktu  sebaiknya berabad-abad. Bahkan bagi individu, masih masuk akal untuk melihat bagaimana investasi dapat berubah selama seratus tahun, karena seseorang mungkin mengumpulkan kekayaan yang ditujukan untuk ahli waris.

“Cara terbaik untuk mengevaluasi investasi apa pun adalah dengan mengambil $100 juta dan maju seratus tahun ke depan dengan  memikirkan berapa hasil yang akan didapatkan,  “ kata Michael Saylor Founder Microstrategy.

Menurut Michael ada dua kelemahan yang perlu dipertimbangkan dalam kinerja aset cadangan. Pertama adalah risiko counterparty dan risiko inflasi. Terkait risiko rekanan, setiap bank besar di setiap kota besar di dunia gagal dalam 100 tahun. Kelemahan paling jelas untuk dikenali ketika mempertimbangkan kinerja aset cadangan dalam 100 tahun adalah inflasi.

Dari semua jenis aset, mata uang fiat mengalami inflasi paling tinggi dari waktu ke waktu. Misalnya, apa yang bisa dibeli $5 di tahun 1920-an jauh lebih banyak daripada yang bisa dibeli di tahun 2020.

Menurut situs web yang mengumpulkan dan memproses data pemerintah untuk kepentingan publik, dolar AS kehilangan hampir 2% dari daya belinya setiap tahun.

Aset Cadangan Properti dan Saham Rentan

Aset lain seperti real estat meski terlihat bagus untuk disimpan sebagai cadangan dalam  jangka panjang, properti ini rentan kehilangan nilai melalui hal-hal seperti pajak. Namun, yang lebih penting, real estat menghadapi risiko yang muncul seiring dengan perubahan regulasi atau tata kelola publik.

Dalam kurun waktu 100 tahun, sangat mungkin bahwa pemerintah yang menghormati kepemilikan properti pribadi diganti dengan yang tidak. Ini telah terjadi beberapa kali di seluruh dunia pada abad terakhir.

Sementara itu, saham juga menghadapi risiko manajemen yang buruk dan perubahan regulasi. Michael Saylor memberi contoh listrik dan utilitas air, industri di mana perusahaan yang sangat menguntungkan telah dinasionalisasi. Kami tidak dapat mengatakan dengan keyakinan bahwa dalam 100 tahun ke depan, penyedia layanan internet, misalnya, tidak akan diubah menjadi utilitas publik.

Bahkan emas dan logam mulia lainnya mengalami masalah saat dilihat  dalam jangka waktu 100 tahun. Selama Perang Dunia II, banyak sekali emas yang dicuri baik oleh aktor negara maupun non-negara. Demikian pula, selama revolusi Soviet, banyak emas milik pribadi disita oleh pemerintah yang akan datang.

Bitcoin Aset Cadangan  Minim Tekanan

Untuk saat ini, Bitcoin tidak memiliki risiko rekanan. Dengan kata lain, pengguna individu atau institusi tidak perlu khawatir bahwa tindakan pihak ketiga akan menyebabkan hilangnya nilai aset secara signifikan. Ia juga terlindungi dari risiko yang mungkin timbul dari regulasi atau perubahan ekstrim dalam kebijakan pemerintah. Pemegang Bitcoin akan selalu memegang kendali penuh atas Bitcoin.

Sebagai jaringan peer-to-peer, platform Bitcoin memberi pemegang aset tingkat kendali yang melewati regulasi atau penggunaan kekuatan negara. Sementara itu, banyak pihak  yakin bahwa nilainya akan terus meningkat selama bertahun-tahun, karena pasokan ditentukan dan tingkat emisi unit baru berkurang setengahnya setiap empat tahun.

Otonomi dan meningkatnya kelangkaan Bitcoin kemungkinan besar akan meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu, dan tidak mengherankan dalam 100 tahun untuk melihat harganya jauh lebih tinggi daripada saat ini.

Jadi, tidak mengherankan jika Bitcoin bisa dijadikan pilihan sebagai aset cadangan oleh institusi atau aset individu. Sebab, Bitcoin minim  dari tekanan dan inflasi kemudian harganya juga diprediksi terus meningkat seiring dengan jumlahnya yang semakin terbatas.

Harga Bitcoin hari ini dalam waktu perilisan berada dikisaran $15.000 setara dengan Rp211 juta. Harga Bitcoin pun  diprediksi akan  mencapai  milyaran dalam lima  tahun mendatang.

Apakah kamu ingin beli  Bitcoin dan mempertimbangkannya sebagai aset cadangan? Kamu  bisa membelinya di sini  dengan  modal mulai Rp50.000 saja.  

Mulai trading Bitcoin di Pintu sekarang 💰