Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

5 Cara Mengatur Keuangan Agar Terhindar dari Latte Factor

anisa giovanny     Friday, November 6 2020

Jika kamu orang yang suka beli barang tidak penting dan tiap bulan kantong kering. Selamat terkena latte factor! Ini 5 cara mengatur keuangan agar kamu terhindari dari latte factor.


Latte factor adalah istilah yang dicetuskan oleh David Bach, seorang motivator, publik figur dan juga pengusaha yang sukses dengan bukunya yang berjudul Finish Rich. Istilah tersebut mengacu pada kebiasaan orang-orang yang menghabiskan uang untuk membeli barang atau hal-hal kecil namun tidak terlalu penting dan itu dilakukan setiap hari. 

Latte factor ini jika dibiarkan terus-menerus akan berpengaruh buruk pada keuangan. Mari kita berhitung misal kita beli satu gelas kopi setiap hari seharga Rp20 ribu. Dalam setahun kamu mengeluarkan Rp7.296.000, berarti dalam 5 tahun totalnya Rp36.480.000. Coba jika dana beli kopi itu kita alihkan untuk investasi, dengan bunga 5% saja, maka dana yang bisa kamu kumpulkan adalah Rp181.930.549!  

Sangat besar sekali kan, dana yang kita gunakan untuk kebutuhan yang sebetulnya tidak terlalu penting. Terus bagaimana cara kita mengelola keuangan agar tidak terjebak ke latte factor ini?

Berikut ini ada 5 cara mengatur keuangan pribadi agar kamu terhindar dari latte factor.

Catat Semua Pengeluaran

Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah adalah catat semua pengeluaran yang kamu lakukan, kamu bisa mencatatnya di excel atau aplikasi pencatatan yang banyak tersebar di playstore atau appstore. Pencatatan ini sangat penting untuk mengetahui dan mengukur berapa dana yang kamu keluarkan per hari, per bulan atau bahkan uang yang digunakan untuk setahun. Dengan catatan ini kamu akan bisa mengatur mana pengeluaran yang sifatnya tetap, bisa diminimalisir dan bisa dihilangkan.

Buat Anggaran

Sudah mencatat semua pengeluaran? Jika sudah mari susun anggaran dari pemasukan dan pengeluaran berdasarkan catatanmu.  Sekarang, lihat pemasukanmu baik dari gaji atau hal lainnya. Jika sudah, bagi dana tersebut dengen porsi 50-30-20. Gimana sih maksudnya?

Jadi begini, dari gaji yang kamu dapatkan setiap bulan alokasikan 50% dari uang tersebut untuk biaya hidup sehari-hari, seperti makan, biaya transportasi, membayar sewa rumah, tagihan listrik dan air, termasuk tagihan kartu kredit. Porsi 30% dari gaji untuk tabungan dan investasi di sini kamu juga bisa mengalokasikan uang untuk dana darurat untuk hal-hal yang tidak bisa diprediksi.

Sedangkan sisa anggaran 20% dari gaji bisa dialokasikan untuk hiburan, belanja barang keusakaan atau liburan. Anggaran ini tidak paten, jadi bisa menyesuaikannya dengan gaji dan keperluanmu. Tapi pastikan kamu membuat anggaran, ya.

Konsisten dan Bijak Gunakan Uang

Setelah membuat anggaran pastikan kamu melaksanakannya, banyak orang yang gagal mengelola keungan karena mereka tidak disiplin menjalankan rencananya. Karena itu kamu harus konsisten. Jika memungkinkan kamu bisa membuat rekening tabungan di bank yang berbeda. Misal, satu untuk hiburan, satu untuk investasi dan lain sebagainya agar kamu tidak kalap dalam menggunakan dana yang ada di rekening. Atur emosional juga perlu, ingat jika kebutuhan tidak masuk ke dalam kategori penting dan mendesak sebaiknya tidak kamu beli.

Simpan Uang Receh

Cara mengatur keuangan selanjutnya adalah jangan sepelekan uang receh. Simpanlah hasil kembalian dari warung, minimarket, dan lain sebagainya. Kamu bisa menyiapkan wadah untuk menyimpan uang receh tersebut agar tidak berceceran. Nantinya uang receh ini bisa terus bertambah dan menambah dana untuk keperluanmu serta membantumu jika ada kebutuhan tidak terduga.

Mulai Investasi Bitcoin

Di poin kedua kamu sudah memiliki anggaran untuk menabung dan investasi yang akan sangat berguna untuk masa depan. Kamu bisa investasi emas, saham, properti atau salah satu investasi yang memiliki return besar seperti Bitcoin!

Baca juga: Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

Apabila pilihan investasi kamu jatuh kepada Bitcoin kamu bisa membeli Bitcoin di berbagai bursa yang legal di Indonesia. Dalam beli Bitcoin kamu tidak perlu langsung beli satu jika menurutmu dana investasimu belum cukup atau Bitcoin yang terlalu mahal. Kamu bisa saja bisa beli Bitcoin mulai Rp50.000 saja dan kamu akan mendapatkan 0 koma sepersekian BTC.

Baca juga: Simpan Bitcoin dan 5 Saham Ini Selama 4 Tahun, Ternyata Segini Untungnya!

Tapi kalau kamu memiliki dan imvestasi yang cukup beli satu BTC, tidak ada salahnya kamu langsung beli satu BTC saat harganya sedang turun. Kemudian ketika harganya naik kamu akan merasakan pengembalian keuntungan yang besar. 

Harga Bitcoin hari ini saja tercatat senilai Rp200 juta, misal kamu investasi Bitcoin di Maret 2020 saat harganya Rp60-jutaan, maka keuntungan yang kamu dapat bulan ini sudah lebih dari Rp100 juta!

Baca juga: 5 Pilihan Investasi dengan Modal Kecil (Mulai 100 Ribu)

Menarik kan? Kamu bisa beli Bitcoin di sini.

Mulai trading Bitcoin di Pintu sekarang 💰