Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

XRP Makin Terpuruk, Adakah Harapan Untuk Bangkit?

Naufal Muhammad     Thursday, December 31 2020

XRP masih terpuruk terutama setelah kabar resmi bahwa SEC akan menuntut Ripple. Depresiasi ini membuat beberapa pihak khawatir sehingga mendorong tekanan jual yang kuat.

Tetapi masih ada beberapa pihak yang memiliki persepsi positif akibat dorongan beli yang terlihat hari ini. Walaupun begitu, pertanyaan apakah XRP akan bangkit kembali, masih terdengar nyaring di dunia crypto.

XRP Makin Terpuruk

Sejak kabar tuntutan SEC kepada Ripple, harga XRP terus terpuruk hingga saat ini. Saat kabar tersebut resmi beredar yaitu 23 Desember 2020, XRP tertutup 42,5% lebih rendah dibanding hari sebelumnya.

Dari 23 Desember 2020 hingga kemarin, XRP mengalami depresiasi sekitar 52,7%. Jika dihitung dari harga tertingginya pada Tahun 2020 ini, XRP telah turun sekitar 69,57% yang merupakan salah satu depresiasi terbesar di pasar crypto.

Baca juga: Ripple Resmi Dituntut Pemerintah, XRP Diskon 40%!

Depresiasi ini terjadi akibat dari SEC atau Securities and Exchange Commission yang menuntut Ripple atas perbuatan ilegal. Perbuatan ilegal ini adalah pengumpulan dana sebesar $1,3 Miliar melalui Initial Coin Offering atau ICO yang dikabarkan tidak memiliki izin.

Permasalahan ini muncul akibat SEC yang memperlakukan ICO seperti IPO, atau Initial Public Offering. IPO umumnya diterapkan pada saham, sehingga SEC merasa bahwa XRP harus diperlakukan seperti saham.

Beberapa Bursa Delisting

Adanya beberapa sudut pandang dalam kasus ini membuat Ripple masih ingin berjuang membela haknya. Sehingga walau ada tawaran untuk berdamai dengan denda, Ripple tidak menyetujuinya dan memilih untuk melawan di pengadilan.

Pernyataan tersebut datang dari CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dengan inti bahwa ia akan terus membela Ripple. Pembelaan ini menurutnya penting akibat mencerminkan keseluruhan eksistensi dari mata uang crypto yang menjunjung desentralisasi.

Namun sayangnya kabar ini tetap membuat mayoritas pasar takut untuk mempertahankan XRP dalam portofolionya. Sehingga, banyak investor yang mulai menjual kepemilikannya bersama dengan sentimen negatif yang terus datang.

Semakin parahnya, beberapa bursa besar saat ini ikut melakukan delisting atau pencabutan nama XRP dari platformnya masing-masing. Hingga saat ini sudah terdapat beberapa nama besar yang melakukan delisting.

Bursa-bursa besar seperti Coinbase, Bitrex, dan beberapa bursa lainnya telah melakukan pencabutan nama XRP dari platform perdagangannya. Hari ini, Binance menjadi bursa ke-14 di Amerika yang melakukan delisting terhadap XRP.

Masih Adakah Harapan?

Sayangnya mayoritas bursa tidak mendukung XRP akibat juga adanya tuduhan lain dari SEC mengenai kecurangan Ripple. Akibatnya, saat ini mayoritas investor semakin takut untuk memiliki XRP.

Tetapi, hari ini terlihat bahwa pergerakan harga XRP terbuka dengan candlestick hijau. Hal ini menandakan bahwa terdapat dorongan beli dari beberapa pihak yang masih percaya terhadap Ripple.

Baca juga: Ini 3 Faktor Harga XRP Melonjak Hingga 91% dalam Sebulan

Salah satu pihak yang masih percaya terhadap Ripple berasal dari Jepang, yaitu SBI Holdings. Perusahaan keuangan ini percaya bahwa Ripple tidak bersalah akibat perlakuan SEC yang tidak cocok, akibat perlakuan XRP yang disamakan dengan saham.

Mengingat masih adanya beberapa pihak yang mendukung dan dorongan beli yang terlihat hari ini, nampaknya masih ada harapan untuk XRP. Namun perlu diingat juga bahwa kemungkinan besar dorongan beli hari ini dapat menjadi manipulasi harga yang kemungkinan berujung pada pump and dump.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini