Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

SkyBridge Ajukan Izin Pembentukan Reksadana Bitcoin!

Naufal Muhammad     Wednesday, December 23 2020

Perusahaan Investasi Global, SkyBridge Capital, dikabarkan telah mengajukan izin untuk membentuk reksadana Bitcoinnya sendiri. Dengan ini pergerakan dana dari institusi kepada Bitcoin menjadi lebih besar dan terlihat akan terus mendorong kemajuan pasar crypto.

SkyBridge Ajukan Izin Reksadana Bitcoin

Mengikuti institusi besar lainnya yang masuk ke dunia Bitcoin di tahun 2020, SkyBridge mulai memperlihatkan ketertarikannya terhadap Bitcoin. Salah satu caranya adalah dengan pembentukan reksadana Bitcoin baru yang izinnya baru saja diberikan kepada SEC atau Securities and Exchange Commision.

Menurut dokumen SEC pada Hari Senin, 21 Desember 2020, Anthony Scaramucci dari SkyBridge mengajukan dokumen Form D untuk reksadana Bitcoinnya. Reksadana yang nantinya akan bernama SkyBridge Bitcoin Fund L.P., nantinya akan menunjuk Scaramucci sebagai manajer investasinya.

Baca juga: Mark Cuban: Bitcoin Hanya Tempat Pelindung Kekayaan

Selain itu, SkyBrdige juga mendaftarkan reksadana baru ini di bawah peraturan 506(c). Artinya SkyBridge sendiri dapat mempromosikan reksadananya kepada investor yang terverifikasi dan terakreditasi.

SkyBridge menyatakan bahwa perusahaannya akan terus menjelajah ke ranah aset digital lebih dalam lagi. Dalam dokumen Bulan November, perusahaan menyatakan:

“Perusahaan investasi kedepannya akan bisa dan harus bisa mengalokasikan investasinya ke aset digital tanpa harus memikirkan tentang batas-batas. Batas-batas ini adalah kapitalisasi pasar, aspek teknologi, dan initial coin offering, yang sebelumnya dinyatakan sebagai penipuan.”

Jika SEC menyetujui izin tersebut, kemungkinan besar akan semakin banyak lagi investor institusional yang akan mengalokasikan dananya ke Bitcoin. Salah satu caranya adalah melalui reksadana Bitcoin dari SkyBridge yang memiliki minimum investasi sebesar $50.000.

Apa itu Reksadana Bitcoin?

Reksadana Bitcoin sendiri adalah sebuah aset investasi yang mempermudah investor untuk memiliki Bitcoin tanpa harus memiliki Bitcoin. Secara singkat reksadana Bitcoin adalah reksadana dengan Bitcoin sebagai aset nyatanya.

Reksadana Bitcoin sendiri mempermudah investor untuk memiliki beberapa bagian dari satu kumpulan dana yang diinvestasikan kepada Bitcoin. Kepemilikan dari investor akan dihitung melalui berapa kepemilikan atau shares yang dimiliki.

Reksadana Bitcoin ini sistemnya sama dengan reksadana pada umumnya, seperti reksadana yang ada di Indonesia. Namun yang membedakannya hanyalah aset yang mendasarinya adalah Bitcoin, yang sebelumnya jarang dilakukan.

Aset investasi baru ini nampaknya akan menjadi tujuan baru untuk investor yang ingin memiliki Bitcoin namun belum memiliki waktu untuk mengaturnya. Hal ini disebabkan reksadana Bitcoin akan sepenuhnya diatur oleh manajer investasi yang berasal dari SkyBridge.

Aliran Dana Investor Institusi Semakin Besar

Tahun 2020 adalah tahun yang terlihat sangat baik untuk Bitcoin, dengan semakin banyaknya institusi yang terus tertarik terhadap Bitcoin. Seperti yang dilaporkan oleh CryptoPotato pada Bulan November 2020, perusahaan jasa keuangan Behemoth Guggenheim baru saja mengajukan izin pembelian Bitcoin senilai $500 Juta.

Perusahaan lain yang nampaknya juga ikut mengalokasikan dananya secara besar adalah Microstrategy yang baru saja membeli Bitcoin senilai $650 Juta. Investor institusi lainnya seperti MassMutual dan Ruffer Investment juga baru saja menginvestasikan dananya ke beberapa mata uang crypto utama.

Baca juga: Bitcoin Minggu Lalu: Tambah Bitcoin Lagi, Microstrategy Jual $400 Juta Sekuritas

Di luar investor institusional, pemain besar seperti Paul Tudor Jones dan Stanley Druckenmiller, juga terlihat masih terus membeli Bitcoin. Selain itu, JP Morgan juga membuat analisis bahwa dorongan beli dari investor institusional masih akan terus kuat.

Sehingga, JP Mogan memprediksi bahwa pergerakan Harga Bitcoin ke depannya masih akan terus naik. Analisis bahwa permintaan Bitcoin masih senilai $600 Miliar juga nampaknya menjadi salah satu sentimen mengapa harga Bitcoin akan terus naik ke depannya.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini