Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ripple Resmi Dituntut Pemerintah, XRP Diskon 40%!

Naufal Muhammad     Wednesday, December 23 2020

CEO Ripple baru saja mempublikasi bahwa Ripple resmi dituntut oleh SEC atau Securities and Exchange Commision. Akibat publikasi tersebut Harga XRP langsung turun alias diskon 40%. Apa langkah Ripple selanjutnya?

Ripple Dituntut Secara Resmi

Walaupun Ripple resmi dituntut, CEO Brad Garlinghouse, meminta karyawannya untuk tidak khawatir. Dalam surat tersebut, ia menyatakan bahwa karyawan tidak perlu khawatir karena Ripple berada di sisi yang benar dan didukung oleh tim legal yang kuat.

SEC baru saja mempublikasikan tuntutannya kepada Ripple yang resmi dibentuk pada 23 Desember 2020. Tuntutan ini didasarkan oleh dugaan adanya pengumpulan dana sebesar $1,3 Miliar melalui Initial Coin Offering atau ICO XRP yang dinyatakan tidak berizin resmi.

Baca juga: Apa itu Initial Coin Offering (ICO)?

Kasus ini disepakati oleh pengacara-pengacara di bidang crypto sebagai kasus yang ringan. Namun, Jake Chervinsky, penasehat utama untuk Compound, menyatakan bahwa kasus ini cukup buruk untuk reputasi Ripple.

Jake menyatakan bahwa “kasus ini cukup buruk untuk Ripple namun bukan kasus terburuk, karena kasus terburuk adalah penipuan di bidang sekuritas. Namun, apa yang terjadi saat ini sangat mendekati hal tersebut. XRP akan sangat tidak berdaya jika hakim menetapkan kasus ini sebagai kasus sekuritas. Namun, jika penuntutan oleh SEC ini dilakukan tanpa bukti yang kuat, XRP akan aman.”

Ripple Memilih Melawan

Surat tuntutan tersebut memberikan pilihan kepada Garlinghouse dan rekannya Chris Larsen untuk melakukan penyelesaian kasus secara terpisah. Namun, perusahaan memilih untuk terus melawan dan membela secara agresif. Ripple memastikan tidak ingin berdamai karena mereka yakin mereka berada dipihak yang benar sebab keduanya percaya bahwa mereka benar.

Baca juga: Kecewa dengan Aturan Crypto di US, Ripple Ingin Pindah Kantor

Salah satu tuntutan terbesar yang menggemparkan pihak Ripple adalah penuduhan uang jutaan Dolar Amerika yang digunakan secara manipulatif di platform perdagangan. Selain itu, tuntutan yang membuat Ripple naik pitam adalah tuduhan suap kepada perusahaan untuk memakai XRP tanpa sukarela.

Dampak dari Kabar Tuntutan

Kabar ini sayangnya telah menjadi sentimen negatif terhadap XRP di dunia crypto yang terus menekan harganya untuk turun. Sejak lima hari yang lalu hingga hari ini, harga dari XRP telah turun sekitar 40%

Saat ini harga XRP berada di sekitar $0.35200 dan masih terlihat terus turun. Penurunan selama lima hari ini merupakan salah satu depresiasi crypto terbesar pada bulan ini.

Depresiasi ini terjadi akibat banyaknya pihak yang terus khawatir terhadap masa depan Ripple sebagai perusahaan. Selain itu dengan adanya sentimen negatif dari kepanikan karyawan Ripple sendiri, banyak investor yang mulai ragu.

Baca juga: Kisah Ripple di Amerika: Dari Rekan Berujung Perang

Walaupun masih terdapat harapan untuk Ripple keluar dari Amerika dan melanjutkan operasional perusahaannya, nampaknya kabar tuntutan ini tetap membuat khawatir. Hal ini disebabkan juga adanya potensi penutupan perusahaan secara menyeluruh atau pembayaran denda yang dapat merugikan kinerja.

Hingga saat ini, kapitalisasi pasar XRP juga terlihat terus turun. Peringkat XRP baru saja turun dari peringkat ketiga menjadi peringkat keempat, dilewati Tether, dalam kategori kapitalisasi pasar terbesar di pasar crypto.

masa depan Ripple masih terlihat belum jelas dan depresiasi harga kemungkinan besar akan terjadi. Oleh karena itu masih terdapat kesempatan untuk Ripple turun lebih dalam yang membuat potensi beli lebih besar, walau belum ada pertanda akan naik kembali.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini