Berita Bitcoin · 7 min read

Presale Token BTCETF Raih Dana Hingga Rp8 Miliar

Token BTCETF

Bitcoin ETF spot diprediksi bakal jadi pendorong sentimen bullish. Antusiasme BTC ETF spot pun sempat mendorong harga Bitcoin ke level US$35.000, meskipun belum ada aplikasi yang disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Disetujui atau tidaknya aplikasi ini baru akan diumumkan pada Januari 2024. 

Baca juga: ETF BlackRock Listing di Depositori, Harga Bitcoin Tembus US$35 Ribu

Gambar: Bitcoin ETF Token. Sumber: btcetftoken.com

Dianggap sebagai sentimen bullish, banyak investor mulai mencari proyek-proyek relevan dengan Bitcoin ETF. Hal ini pun dimanfaatkan oleh Bitcoin ETF Token (BTCETF) untuk melakukan penawaran koin awal (ICO).

Perlu jadi perhatian token ini tidak terkait dengan aplikasi ETF Bitcoin namun roadmap yang ditentukan sejalan dengan perjalanan ETF Bitcoin spot yang diperkirakan akan terjadi.

Saat ini BTCETF sedang melakukan presale dengan harga awal US$0,0005, akan ada 10 tahap prapenjualan dan harga akan naik di tiap tahapannya.

Setelah tahap presale berakhir, $BTCETF berencana untuk listing di bursa terdesentralisasi (DEX). Di tahap pra penjualan, proyek ini berhasil mengumpulkan lebih dari US$548.529,66 setara dengan Rp8 miliar.

Baca juga: Mengenal ETF Bitcoin dan Dampaknya Pada Harga BTC 

Mengenal Token Bitcoin ETF

Bitcoin ETF Token  (BTCETF) adalah token ERC-20 yang dibangun di blockchain Ethereum. BTCETF dapat di-staking dalam smart contract untuk mendapatkan imbalan pasif. Metode staking ini sekaligus digunakan untuk membuat pasokan BTCETF yang tersedia berkurang sehingga bisa membuat harga aset naik apabila penawaran lebih besar daripada permintaan.

Sementara itu, jumlah pasokan token BTCETF melansir dari whitepapernya adalah 2.100.000.000, dengan 40% dialokasikan untuk presale. Selanjutnya, sebanyak 25% token dialokasikan sebagai hadiah untuk komunitas.

Terkait dengan token ekonominya, proyek ini akan melakukan burn token apabila sudah meraih variabel tertentu. Dilansir dari situs resminya, variabel tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Volume perdagangan 24 jam $BTCETF mencapai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun
  2. Disetujuinya applikasi ETF Bitcoin pertama di AS oleh SEC.
  3. Peluncuran ETF Bitcoin pertama di AS.
  4. Aset yang dikelola dalam ETF Bitcoin mencapai US$1 miliar.
  5. Harga Bitcoin di atas US$100.000.

Ketika salah satu variabel itu tercapai, pajak transaksi akan diturunkan 1% dari tarif awal sebesar 5%. Penurunan akan terus berlanjut seiring dengan pencapaian dari roadmap yang sudah ditentukan dan ini menjadi salah satu cara untuk memberikan insentif pada pemegang token BTCETF.

Baca juga: Jumlah Wallet Bitcoin Kategori Miliarder Naik Tiga Kali Lipat! 

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun. Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.