Polisi Prancis Matikan 850.000 Komputer Bot Pencuri XMR

By adam rizky     Monday, September 2 2019

Polisi perancis telah mematikan secara masal computer bot yang telah digunakan untuk pencurian crypto Monero (XMR)

Pencurian yang didukung oleh senjata besar

BBC News menggambarkan terkait perkembangan laporan pada 27 Agustus, terkait kasus pencurian yang didalangi oleh komputer bot di beberapa negara. Menurut pihak kepolisian, komputer bot telah mendisitribusikan email berisi virus yang dikemas dalam sebuah konten dengan gambar erotis dan pemberian uang tunai instan. Selanjutnya virus-virus tersebut beranak dalam sebuah perangkat USB yang terinfeksi. Virus tersebut biasa disebut Retadu, yang telah menginfeksi ke 850.000 komputer di lebih dari 100 negara sehingga menciptakan botnet besar.

Kepala unit kejahatan cyber kepolisian perancis, Jean Dominiqu berbicara pada France Inter Radio terkait ukuran kekuatan dari botnet. Ia mengatakan bahwa kebanyakan orang mungkin tidak menyadari bahwa ada sebanyak 850.000 komputer di 100 negara terinfeksi dan itu merupakan serangan yang besar, dan cukup untuk menjatuhkan semua situs web di planet ini.

Peretas tidak dikenal dilaporkan memanfaatkan jaringan besar ini untuk menginstal program untuk menambang cryptocurrency XMR yang berfokus pada keamanan tanpa izin pengguna. Selain itu, aktor jahat menggunakan jaringan jahat untuk memeras uang melalui ransomware, dan juga untuk mencuri data dari rumah sakit dan pasien Israel.

Rincian tambahan dan konsekuensi yang diterima

Setelah melakukan beberapa penelusuran, akhirnya Kepolisian Prancis berhasil menemukan server botnet tersebut yang berlokasi di Paris. Kemudian mereka juga telah mendisinfeksikan ratusan ribu komputer yang terkena dampak dari virus tersebut dengan mengarahkan virus ke tujuan yang tidak berbahaya di internet. Dalam melakukan tugas tersebut, mereka di bantu oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI.

Baca juga: Maraknya Pencurian Alamat IP, Sinyal Positif Bagi Blockchain?

Namun, hingga sampai berita ini dipublikasi, operator dari ratusan ribu botnet masih belum ditangkap oleh kepolisian perancis dan sedang dalam masa pencarian. Dalam sebuah laporan, mereka diyakini telah menghasilkan jutaan dollar dari kegiatan terlarang, yang sudah dilakukannya dari tahun 2016.

Apakah pencurian XMR lebih banyak di Perancis?

Seperti yang telah dilaporkan di media, perusahaan cybersecurity, Varonis baru-baru ini menemukan penambang XMR tersembunyi tidak biasa. Mereka akan mati secara otomatis ketika pengguna dari computer tersebut menjalankan task manager. Para peneliti percaya bahwa penambang XMR ini juga berasal dari perancis, atau negara berbahasa perancis. Mereka memberikan dugaan tersebut atas dasar ditemukannya kode-kode dengan istilah perancis, serta adanya komentar berbahasa perancis dalam file arsip yang dapat terbuka sendiri.

Sumber