Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Faktor Ini Diduga Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sentuh $24.000

anisa giovanny     Sunday, December 20 2020

Bitcoin pecahkan rekor lagi, Sabtu tengah malam (19/12/2020) harga Bitcoin (BTC) berhasil menyentuh di atas $24.000. Di coinbase harga BTC sempat terpantau berada di harga $24.200, di Binance  $24.171, di Coingecko  $24.072 dan di Coinmarketcap tercatat harga Bitcoin berhasil menyentuh $24.085.

Tiga faktor yang diduga mendorong harga BTC naik dalam waktu singkat, adalah tekanan shorts yang besar, pesanan jual yang bertumpuk pada $23.600, dan reaksi pasar terhadap proposal aturan self custodiad wallet Departemen Keuangan AS.

Faktor Bitcoin Sentuh $24.000

Penurunan Harga Besar-besaran Terjadi Lagi pada $23.600

Menurut data dari Bybt.com,  shorts contract senilai $138 juta telah dilikuidasi.  Likuidasi massal shorts contract terjadi tepat ketika Bitcoin melampaui $23.600. Area $23.600 adalah level resistensi utama karena pesanan jual yang bertumpuk di seluruh bursa utama.

Data likuidasi pertukaran Bitcoin. Sumber: Bybt.com

Di Bitfinex, level resistensi $23.600 dan $ 23.800 memiliki pesanan jual yang besar sebelum reli terjadi. Ketika harga Bitcoin mulai meningkat, ia mengurangi posisi jual dan penjual di kisaran resistensi $23.600 hingga $23.800.

Dilansir dari Cointelegraph, biasanya, tekanan short  terjadi ketika penjual dipaksa untuk membeli posisi pasar mereka karena harga Bitcoin naik. Hal ini menyebabkan permintaan pembeli melonjak dalam waktu singkat, seringkali menyebabkan penembusan besar ke sisi atas.

Pasar Tidak Terpengaruh oleh Aturan FinCEN A.S.

Pada 19 Desember, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan proposal aturan tentang self custodiad wallet.  Aturan tersebut mengharuskan bursa untuk melacak penarikan dan setoran di atas $3.000 yang berasal dari dompet non-kustodian. Jika transaksinya melampaui $10.000, maka bursa harus melaporkan langsung ke Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN).

Namun, seperti yang dijelaskan para analis, aturan itu sendiri tidak seburuk yang diperkirakan para eksekutif industri. Cointelegraph melaporkan bahwa kecuali proposal tersebut menjadi undang-undang, harga Bitcoin dan pasar crypto yang lebih luas kemungkinan akan mengabaikan berita tersebut. Namun, terlepas dari katalis positif, dalam waktu dekat, pedagang percaya Bitcoin dapat berkonsolidasi atau mundur yang disebabkan perpanjangan reli yang berlebihan.

Baca juga: Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

Ttitik Support $18.500 Perlu Diperhatikan  

Pergerakan ini melanjutkan tren yang telah berkembang dalam beberapa minggu terakhir, pergerakan harga yang signifikan terjadi selama akhir pekan daripada hanya selama seminggu. Pada hari Sabtu, Van de Poppe mendesak agar berhati-hati, dengan alasan bahwa support penting masih jauh lebih rendah pada grafik BTC / USD di $ 18.500.

“Reli vertikal seperti itu tidak akan bertahan lama. Jadi, koreksi akan terjadi di beberapa titik. Namun, memprediksi kapan itu terjadi masih dugaan dan bisa saja dengan mudah mencapai $30.000 dan kemudian melihat koreksi 30%,” katanya.

Jika melakukan kilas balik di Maret 2020 di mana harga Bitcoin bertengger di kisaran angka $4.000-$5.000, maka dengan harga $24.000 semalam artinya Bitcoin sudah berhasil mencatatkan peningkatan lebih dari empat kali lipat kurang dari satu tahun.

Baca juga: Ikutan Bitcoin, Ethereum Capai Harga Tertinggi 2020!

Perbaikan harga yang mengesankan bagi aset yang  baru berusia 11 tahun ini. Dengan kenaikan harga terbaru, persentase keuntungan Bitcoin dari tahun ke tahun telah tumbuh menjadi lebih dari 225%. Kenaikan Bitcoin ini juga mendorong altcoins lainnya, contohnya adalah Litecoin yang melonjak lebih dari 50% minggu ini.