Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Pemain Call of Duty Terkait Pencurian $3 Juta Cryptocurrency

Aulia Medina     Friday, November 2 2018

Sekelompok pemain Call of Duty menjadi tersangka dari rencana pencurian lebih dari $3 juta cryptocurrency. Seperti dilaporkan Chicago Sun-Times, mereka diduga meretas wallet cryptocurrency setelah mendapatkan akses pada ponsel korban.

‘Dipaksa Bekerjasama’

Berdasarkan surat penggeledahan rumah salah satu tersangka, informan mengatakan pada FBI bahwa dia bertemu anggota grup online ketika bermain video game simulasi perang, Call of Duty. Dia mengklaim bahwa mereka memaksanya untuk berpartisipasi dengan melakukan SWAT, sebuat slang yang berarti meningkatkan peringatan palsu tentang kejahatan yang terjadi di alamat tertentu untuk memicu respons dari penegak hukum. Dia menambahkan bahwa para anggota grup memberinya informasi detil tentang korban-korban untuk mengambil alih ratusan ponsen dengan tujuan mencuri dana dari wallet crypto korban.

Praktiknya yang dikenal sebagai SIM Hijacking ini tersebar karena cenderung mudah dengan low-tech namun memiliki potensi reward yang tinggi jika nomer SIM terhubung dengan wallet crypto. Investor Bitcoin, Michael Terpin, baru-baru ini menuntut AT&T sebesar $224 juta setelah kehilangan $24 juta cryptocurrency karena ulah SIM Hijacker yang berhasil memindahkan nomer SIM-nya dan me-reset password wallet crypto.

Selain itu, sebuah software berbasis di San Francisco, Augur, melaporkan pada Desember 2016 bahwa investor dan karyawan mereka telah menjadi target oleh pencuri cryptocurrency. Protokol Augur beroperasi pada platform taruhan online di mana banyak pilihan taruhan yang menggunakan cryptocurrency.

Baca juga artikel ini: Game DOTA 2 Menghasilkan Uang di Turnamen FirstBlood

FBI Terlibat

Nama-nama tersangka yang terdaftar dalam keterangan tertulis FBI tidak pernah disebutkan dan mereka belum didakwa dengan kesalahan apapun. Menurut FBI, kelompok tersebut menjadi tersangka dari pencurian setidaknya $3,3 juta dalam berbagai cryptocurrency, termasuk sekitar $805.000 dari token REP dengan memindahkan token melalui exchange cryptocurrency sebelum mengirimkannya pada wallet mereka masing-masing dalam bentuk ether dan bitcoin.

Informan tersebut mengatakan pada Chicago Sun-Times dalam interview online bahwa dia menganggap dirinya sebagai korban. Dia pun mengklaim bahwa mendapatkan profit dari crypto-hacking, dan bahwa dia selalu bekerjasama dengan Augur dan FBI, dan jumlah ponsel yang diretasnya kurang dari 100.

Sumber: CCN