Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Kisah Ripple di Amerika: Dari Rekan Berujung Perang

Naufal Muhammad     Tuesday, December 22 2020

Ripple merupakan salah satu perusahaan di bidang mata uang crypto yang sebelumnya sangat patuh terhadap pemerintah. Bahkan pemerintah juga selalu mengapresiasi Ripple akibat kerja samanya terhadap peraturan yang diterapkan pemerintah.

Namun, lama-kelamaan kisah tersebut berujung pada perang setelah SEC atau Securities and Exchange Commision mulai menerapkan peraturan yang menyulitkan Ripple. Hasilnya Ripple tidak setuju dan mulai melawan hingga saat ini terjebak dalam kasus tuntutan oleh SEC.

Ripple Terlihat Akan Dituntut SEC

Dugaan tuntutan ini datang dari pernyataan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, yang menyatakan bahwa Ripple akan dituntut oleh SEC dalam waktu dekat. Beliau menyebarkan pernyataan tersebut melalui wawancaranya dengan Fortune Magazine dan Wall Street Journal.

Landasan Garlinghouse dalam membuat pernyataan tersebut adalah akibat pesan yang didapatkan dari perwakilan SEC. Perwakilan tersebut menyatakan pada Senin kemarin, bahwa SEC akan menuntut Ripple akibat ketidakpatuhan pada regulasi.

Tuntutan ini didasarkan oleh Ripple yang dianggap beroperasi sebagai sekuritas yang tidak berizin. Perdebatan mengenai Ripple yang dianggap sebagai sekuritas atau mata uang merupakan salah satu perdebatan yang masih terus berlanjut hingga saat ini.

Baca juga: Tak Suka dengan Regulasi Crypto di AS, Perusahaan Ripple Ngambek

Nampaknya SEC memanfaatkan cela tersebut untuk terus menghambat pertumbuhan dari Ripple sebagai sebuah mata uang crypto. Saat ini Ripple melalui mata uangnya XRP adalah mata uang crypto dengan kapitalisasi terbesar urutan ketiga dengan $23 Miliar dalam valuasi.

Namun, Ripple tidak berniat untuk diam dan menerima saja, akibat perusahaan berniat untuk terus melawan dan memperjuangkan haknya sebagai perusahaan crypto. Garlinghouse merasa perjuangan ini perlu dilakukan akibat merepresentasikan perkembangan seluruh pasar crypto.

Perlawanan akan Dilakukan

CEO dari Ripple merasa bahwa yang SEC lakukan hanyalah perundungan terhadap pasar crypto. Beliau merasa bahwa SEC khawatir terhadap perkembangan crypto yang dapat membentuk sistem perekonomian yang terdesentralisasi.

Sehingga, SEC terus menekan agar pertumbuhan tersebut terus terhambat dan salah satu caranya adalah melalui kondisi saat ini. Garlinghouse merasa bahwa pembelaan ini akan menjadi satu hal yang penting akibat akan merepresentasikan kebangkitan dari pasar crypto secara menyeluruh untuk terus tumbuh.

Baca juga: Kecewa dengan Aturan Crypto di US, Ripple Ingin Pindah Kantor

Saat ini SEC menganggap XRP berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum dari segi aset keuangan, yang juga menjadi landasan tuntutan tersebut. Namun, pernyataan ini masih dianggap salah oleh Ripple sehingga mereka akan terus memperjuangkan haknya dan tidak membiarkan SEC merundung altcoins lainnya.

Kabar Tuntutan Mempengaruhi Harga XRP

Sayangnya, mayoritas investor masih khawatir terhadap adanya tuntutan ini yang terlihat dari harga XRP yang terus turun. Depresiasi ini terjadi juga mengikuti kabar ketidakpastian kantor pusat Ripple yang ingin keluar dari Amerika.

Hasilnya, saat ini sentimen di sekitar Ripple masih terlihat belum pasti dan membuat kekhawatiran yang mendorong harga XRP turun. Pergerakan turun ini juga masih terlihat dalam grafik harian yang terus memperlihatkan depresiasi sejak beberapa hari yang lalu.

Pada pukul 14.00 WIB hari ini, terlihat bahwa pola candlestick telah menguatkan potensi depresiasi dengan adanya bearish spinning top yang diikuti dengan three black crows dalam grafik harian. Dengan Indikator RSI dan MACD yang memperlihatkan pergerakan turun dan volume jual yang tinggi, kemungkinan besar dalam beberapa hari ke depan depresiasi akan terus terjadi.

Kemungkinan besar target selanjutnya dalam depresiasi berada pada $0.44362 yang berdekatan dengan titik 100% Fibonacci yang ditarik dari $0.69338 ke $0.43707. Sehingga jika berhasil ditembus ada kemungkinan bahwa harga akan terus turun menuju $0.39579.

Apa bila terus turun, kemungkinan target selanjutnya berada pada $0.32758 yang kemudian dapat menuju ke $0.28973 yang berdekatan dengan titik 161,8% Fibonacci. Mengingat sentimen yang sedang negatif disekitar Ripple, kemungkinan ini menjadi semakin besar.

Tetapi, mengingat pergerakan yang turun dari titik 38,20% Fibonacci, potensi apresiasi masih mungkin terjadi. Hal ini disebabkan pergerakan dari titik tersebut yang umumnya berakhir pada pergerakan yang lemah.

Tetapi apresiasi ini kemungkinan harus menunggu sentimen positif yang nampaknya belum terlihat dalam waktu dekat untuk Ripple.

Artikel Selengkapnya dapat dibaca di sini

*Disclaimer

Analisis harga merupakan pandangan pribadi dari penulis. Coinvestasi tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil dari analisis tersebut. Risiko dalam keputusan investasi adalah tanggungan investor sendiri