Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Kasus Peretasan Crypto Terbesar dalam Sejarah ini Rencanakan Pengembalian Dana

Naufal Muhammad     Wednesday, December 16 2020

Pada 15 Desember 2020, pengacara resmi untuk platform Mt Gox, Nobuaki Kobayashi, telah mengajukan rencana kasar mengenai pemulihan untuk mengembalikan dana pengguna. Setelah dikenal sebagai salah satu kasus peretasan dan kebangkrutan terbesar di dunia crypto, saat ini platform perdagangan Mt Gox masih berusaha untuk memperbaiki kesalahannya.

Mt. Gox Menyusun Rencana Pengembalian Dana

Menurut pernyataan resmi dari situs Mt Gox, Pengadilan Distrik Tokyo akan mengulas konsep awal rencana pemulihan dan pengembalian dana. Setelah itu, nampaknya proses baru akan berlanjut jika disetujui oleh seluruh pihak yang terlibat.

Kabar ini datang setelah adanya perpanjangan tenggat waktu untuk Kobayashi memberikan rencana pemulihan perusahaan di Oktober 2020. Namun saat ini tidak ada perpanjangan tenggat waktu lagi dan Kobayashi sudah memenuhi tenggat waktu akhir pada 15 Desember 2020.

Sebelumnya Kobayashi mendapat beberapa perpanjangan tenggat waktu untuk memberikan rencana pemulihannya kepada pengadilan. Setelah melewati tenggat waktu pada April 2019, Maret 2020, dan Oktober 2020, saat ini Kobayashi telah selesai mengajukan rencana pemulihannya.

Kasus Pencurian Terbesar dalam Sejarah Crypto

Berdiri di Tahun 2010, Mt Gox merupakan salah satu platform crypto yang mengalami peretasan serta pencurian terbesar dalam sejarah cyrpto. Seperti yang sebelumnya telah dilaporkan, Mt Gox kehilangan 1,35 Juta Bitcoin akibat dua peretasan pada 2011 dan 2014.

Pengguna dari platform tersebut masih belum mendapatkan kompensasi dari apa yang telah hilang. Hal ini menjadi kekecewaan terbesar di dunia crypto akibat saat itu Mt Gox memiliki 70% pangsa pasar dalam perdagangan crypto.

Baca juga: Proyek DeFi Akropolis Diretas, Rp28 Miliar DAI Lenyap

Kobayashi, pengacara resmi untuk Mt Gox dalam kasus ini, bertanggung jawab untuk membantu menyelesaikan permasalahan pengembalian dana. Dikabarkan bahwa beliau memiliki tanggung jawab untuk mempercepat proses pengembalian dana sebanyak 150 Ribu Bitcoin.

Sayangnya pengembalian dana ini telah ditunda beberapa kali. Hal tersebut membuat banyak pihak kecewa dan terus menuntut akibat jumlahnya yang tidak kecil.

Harapan Positif Pengembalian Dana

Namun, setelah terpenuhinya tenggat waktu dari pengadilan untuk memberikan rencana pemulihan, nampaknya Mt Gox sedang berada di jalan yang baik. Maksud dari pernyataan tersebut adalah, setelah 15 Desember 2020 kemarin, nampaknya Mt Gox menjadi lebih dekat dalam pengembalian dana penggunanya yang hilang dari peretasan.

Beberapa platform perdagangan crypto lainnya yang terkena kasus peretasan juga terlihat sudah mulai maju dalam proses pengembalian dananya. Salah satu platform lainnya adalah Cryptopia yang mengalami peretasan di 2019 lalu.

Baca juga: Bitcoin Hasil Retas Senilai Rp1,3 Triliun Mulai Bergerak

Namun hingga saat ini belum ada kasus peretasan yang melebihi Mt Gox akibat besarnya dana yang hilang dan kelalaiannya yang memungkinkan peretasan terjadi. Sehingga, saat ini Mt Gox masih terus menjadi landasan utama dalam pembahasan mengenai kasus peretasan yang terjadi di dunia crypto.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini