Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Jelang Tahun Baru, Bitcoin Melambung Tinggi ke Rp411 Juta!

anisa giovanny     Thursday, December 31 2020

Kamis, 31/12/2020 sekitar pukul 03.53 Bitcoin tercatat meriah harga tertinggi terbaru yakni di atas $29.000. Di Binance harga Bitcoin melambung tinggi dan tercatat meraih $29.300, di Coinmarketcap $29.244, di Bitstamp $29.200. Di bursa lokal seperti Pintu dan Indodax harga Bitcoin terpantau sempat meraih angka Rp411 juta! Raihan angka tersebut sudah setara dengan harga mobil kijang innova atau satu unit apartemen.

Harga yang berhasi diraih Bitcoin hari ini memperpanjang rally bullish Bitcoin yang terjadi sejak sepekan lalu. Dengan nilai tersebut maka Bitcoin meningkat lebih dari 300% tahun ini. Para trader pun menempatkan harapan untuk bisa melihat harga Bitcoin menyentuh $30.000 di akhir tahun atau awal tahun 2021 nanti.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Meroket! Target Selanjutnya $30.000?

“Jika gelombang arus ritel yang diharapkan terwujud, saya berharap untuk melihat Bitcoin mengenakan biaya melewati $ 30.000 saat kita memasuki tahun baru,”kata Denis Vinokourov, kepala penelitian di Bequant Broker

Penyebab Bitcoin Melambung Tinggi

Penyebab Bitcoin melambung tinggi masih dinilai karena investor institusi. Diantaranya: Skybridge Capital Anthony Scaramucci ($ 25 juta pada bulan Desember); MassMutual ($ 100 juta di bulan Desember); dan Guggenheim (hingga 10% dari dana makro $5 miliar).

Dilansir dari Coindesk, menjelang akhir tahun, beberapa fund manager mungkin juga membeli Bitcoin, kemudian Federal Reserve AS. Selain itu bank sentral lainnya pun telah mencetak uang untuk mencoba mencegah efek ekonomi terburuk dari pandemi. Sementara Presiden AS Donald Trump telah mendorong Kongres untuk mengizinkan penerbitan stimulus yang lebih besar. Tindakan ini dipandang oleh banyak orang sebagai katalis potensial untuk inflasi dan buruk bagi dolar AS, yang keduanya bisa berdampak positif bagi bitcoin.

Bitcoin Naik, BI Beri Peringatan

Dilansir dari Sindonews, kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono memandang jika , harga Bitcoin  diperkirakan masih akan turun naik karena digunakan sebagai alat spekulasi, bukan karena kebutuhan riil.

Sebagai otoritas sistem pembayaran, meski BI berpandangan jika Bitcoin bukan sebagai mata uang yang diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Walau begitu, Bitcoin sebetulnya sudah berstatus legal di Indonesia sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan di berbagai bursa kripto yang sudah terdaftar di Bappebti.

Baca juga: Daftar Platform Jual Beli Bitcoin Legal di Indonesia

Sebagai alat investasi, Erwin pun mengingatkan agar investor Bitcoin di Indonesia berhati-hati sebab meskipun harganya saat ini naik, kemungkinan untuk turun pun sangat ada. Hal ini dikarenakan Bitcoin masih memiliki volatilitas yang tinggi.

Baca juga: Survey Bitcoin di Indonesia 2020: Ketertarikan tentang Bitcoin Meningkat