Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Bitcoin Jatuh! Ini Alasannya

Naufal Muhammad     Tuesday, December 22 2020

Bitcoin jatuh setelah tersebarnya beberapa kabar yang mempengaruhi keseluruhan sentimen di pasar crypto. Salah satu kabar tersebut datang dari pemerintah yang baru saja membuat pernyataan mengenai regulasi baru dan juga kebijakan dana stimulus.

Bitcoin Jatuh Akibat Pemerintah Amerika

Kemarin, pemerintah baru saja membuat pernyataan baru mengenai kebijakan stimulus untuk fase kedua. Dikabarkan bahwa pemerintah Amerika sudah setuju untuk mengeluarkan dana sebesar $900 Miliar sebagai dana stimulus.

Walau seharusnya kabar ini membuat apresiasi harga Bitcoin semakin tinggi, harga Bitcoin justru jatuh cukup dalam hingga mencapai 8% dari harga tertingginya mencapai sekitar $22.200. Koreksi ini terjadi salah satunya akibat pernyataan dari Menteri Keuangan Amerika, Steven Mnuchin, yang membentuk proposal peraturan baru mengenai mata uang crypto.

Peraturan baru tersebut adalah kewajiban bagi pada platform atau bursa perdagangan untuk melaporkan data penggunanya melalui KYC (Know Your Costumer). Mnuchin menerapkan kebijakan ini akibat melihat banyaknya peretasan serta penyalahgunaan yang terjadi di dunia crypto.

Baca juga: Faktor Ini Diduga Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sentuh $24.000

Sehingga Mnuchin merasa bahwa dengan adanya kebijakan ini dunia crypto akan lebih aman dan negara akan dapat terus membantu memantau pergerakannya. Walau niat peraturan ini baik yaitu untuk menjaga keamanan, peraturan ini menghilangkan dua aspek penting dari mata uang crypto.

Dua aspek yang dimaksud adalah aspek desentralisasi dan juga aspek anonimitas yang menjunjung kebebasan dalam mata uang crypto. Akibatnya banyak investor yang tidak setuju dengan peraturan ini yang terlihat dari tekanan jual terutama terhadap Bitcoin.

Peretasan Kemungkinan Juga Menjadi Penyebab

Walau memiliki sentimen negatif, proposal peraturan baru ini tetap masuk akan akibat dari kegunaannya untuk mencegah peretasan. Hal ini disebabkan peretasan yang terjadi masih secara marak hingga saat ini, yang juga menurunkan harga Bitcoin.

Baru-baru ini, peretasan baru saja terjadi kembali yaitu pada salah satu dompet digital crypto, bernama Ledger. Ledger baru saja mengalami peretasan yang membuat data dari 270.000 penggunanya dipublikasi untuk diperjualbelikan pada RaidForums.

Akibat dari peretasan ini, tidak hanya data pengguna tersebut tersebar, kepemilikan cryptonya pun hilang, yang mayoritas adalah Bitcoin. Umumnya, peretas akan langsung melikuidasi Bitcoinnya sehingga terjadi tekanan jual yang cukup tinggi.

Baca juga: Hacker Serang Twitter, Hati-Hati Scam 5.000 Bitcoin!

Oleh karena itu, setelah terjadinya peretasan, harga Bitcoin cenderung turun. Kejadian ini telah terjadi juga pada Juli 2020, yang juga terjadi pada Ledger dimana 90.000 kehilangan Bitcoinnya.

Sehingga, sentimen terhadap Bitcoin saat ini sedang jatuh mengingat banyaknya kejadian yang membuat harganya turun. Selain kedua hal tersebut, masih tingginya angka covid-19 di Amerika juga menjadi penyebab kemungkinan terus turunnya harga Bitcoin ke depan.

Kasus Covid-19 Memburuk

Dengan masih buruknya kondisi covid-19 di Amerika, saat ini terdapat virus baru yang merupakan mutasi dari covid-19 bernama VUI–202012/01 atau lineage B.1.1.7. Dikabarkan bahwa virus ini juga memiliki dampak yang sama seperti covid-19 akibat masih dalam satu keluarga.

Virus yang terus meningkat ini nampaknya akan memaksa Amerika untuk kembali menerapkan lockdown atau pembatasan sosial. Sehingga mulai tercipta kekhawatiran baru yang nampaknya akan mendorong Dolar Amerika kembali naik.

Dengan kembali naiknya Dolar Amerika, ada kemungkinan bahwa Bitcoin akan jatuh kembali, mengingat Dolar Amerika dikategorikan sebagai aset pengaman sebelum Bitcoin. Sehingga, dengan adanya dana stimulus baru yang membentuk sentimen positif terhadap harapan perekonomian, Bitcoin diprediksi akan jatuh.

Apresiasi dari Dolar Amerika sudah mulai terlihat sejak kemarin dari nilai tukar DXY yang merupakan indeks Dolar Amerika terhadap beberapa mata uang utama. Sehingga dengan korelasi negatif yang dimiliki Bitcoin dengan Dolar Amerika, kemungkinan Bitcoin akan mulai turun.

Baca juga: Melihat Dampak Positif Covid-19 Terhadap Crypto di 2020

Mengingat kondisi perekonomian yang juga masih memiliki banyak sentimen negatif, nampaknya Bitcoin yang masih juga tergolong sebagai aset berisiko akan tertekan. Sehingga ke depannya ada kemungkinan bahwa Bitcoin akan mulai turun.

Namun, mengingat harga Bitcoin yang perlahan masih berkonsolidasi untuk naik, masih ada kemungkinan apresiasi terjadi kembali. Tapi apresiasi ini nampaknya harus didorong oleh sebuah sentimen positif yang nampaknya belum terlihat dalam waktu dekat.

Artikel Selengkapnya dapat dibaca di sini