Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Harga Bitcoin 2020 Itu Berbeda dengan Tahun 2017 Lalu, Inilah Faktanya!

febrian surya     Friday, December 25 2020

Reli harga Bitcoin yang mencapai 225% ke rekor tertinggi tahun ini dapat dilihat sebagai sentimen cryptocurrency bulls. Walaupun begitu, tentunya investor masih khawatir dengan hal tersebut lantaran mereka pasti mengingat benar momen BTC saat menyentuh harga tertingginya pada Desember 2017 lalu.

Kala itu, BTC jatuh dari rekor tertingginya dari $19.000 hingga kurang dari $14.000 dalam rentang waktu seminggu. Di mana, tren penurunan Bitcoin ini terus berlanjut hingga di bawah $4.000 pada Desember 2018.

Tingginya harga BTC pada 2020 ini, mungkin terlihat mirip dengan harga BTC pada 2017 – tetapi landskap telah sepenuhnya berubah, kata Meltem Demirors, kepala strategi di manajer aset digital Coinshares.

“2017 dalam banyak hal terasa seperti 1999. Pada 1999, orang tidak tahu apakah mereka membeli Pets.com atau Amazon.com.” Menurut wawancaranya bersama Yahoo Finance Live.

“Itu hanya waktu yang liar dan frothy time (kondisi pasar sebelum bubble pasar secara aktual), dan tahun 2017 bagi banyak dari kita merasakan hal yang sama. Banyak koin, banyak nama, banyak modal beterbangan. Siklus ini sangat berbeda karena narasinya sangat terfokus pada Bitcoin.”

Dan Bitcoin telah membangun cache yang belum berhasil ditandingi oleh litecoin di dunia. Demirors, seperti banyak investor crypto lainnya, menunjuk pada peningkatan profil Bitcoin di antara manajer investasi institusional, mengutip komentar terbaru oleh Scott Minerd dari Guggenheim bahwa Bitcoin harus bernilai $400.000. Analis JPMorgan mengatakan pembelian Bitcoin $100 juta oleh Mass Mutual “merupakan tonggak lain dalam adopsi Bitcoin oleh investor institusi.”

Pencarian keuntungan di dunia dengan suku bunga rendah dan keinginan untuk melakukan diversifikasi telah menjadi faktor bagi investor institusi dan invidu. Ini adalah dorongan yang sama yang mendorong banyak tren tahun ini, termasuk ledakan perusahaan cek kosong.

“Hal ini bukan hanya terjadi dengan Bitcoin, melainkan kami melihat harga perumahan tertinggi sepanjang masa. Lelang seni tertinggi sepanjang masa. Perdagangan barang koleksi pada titik tertinggi sepanjang masa. Orang-orang menaruh uang tunai di lingkungan dengan suku bunga nol, dan mereka memikirkan tentang dampak jangka panjang,” kata Demirors.

Tetapi harga Bitcoin yang meroket memberikan jeda bahkan untuk beberapa bulls jangka panjang. Hal ini diungkapkan oleh Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak, ia masih ragu dengan pandangan Demirors bahwa volatilitas telah relatif rendah tahun ini.

“Itu seperti mengatakan Jets adalah tim yang hebat karena mereka memenangkan satu pertandingan. Bitcoin semakin mendekati overbought seperti saat kembali ke level tertingginya pada 2017 lalu, “ katanya.

“Ini juga cerita berbasis likuiditas, reli terbaru. Saat itu mongering, Anda dapat dengan mudah menarik kembali 30%.”

Maley berpikir setelah Bitcoin melewati fase overbought, investor bisa memiliki “kesempatan yang lebih baik” untuk membeli Bitcoin.

Sumber