CEO J.P Morgan Sebut Harga Bitcoin Naik 10x Lipat Dalam 5 Tahun

Rossetti Syarief

28th September, 2021

Jamie Dimon, CEO raksasa perbankan investasi, JPMorgan Chase, ungkap jika Bitcoin memiliki kemungkinan 10x lipat dalam hitungan lima tahun.

Pernyataan itu ia ungkap dalam wawancara online dengan Times of India.

Dimon juga menyinggung tentang penipuan aset crypto pada tahun 2017 silam dan mengutip kemampuan aset crypto dalam menanganinya.

Ketika Times of India bertanya kepada sang CEO, apakah Bitcoin atau aset cryptocurrency lainnya harus dilarang atau diregulasi, Dimon menjawab:

“Saya bukan pengguna Bitcoin, jadi saya tidak tahu itu. Namun saya pikir akan lebih baik jika diregulasi karena mereka (aset cryoto) memiliki potensi.”

Meskipun belum berinvestasi pada crypto, JPMorgan selama setahun terakhir telah menyatakan minat yang meningkat dalam pengembangan dan implementasi inisiatif crypto dan blockchain. Ia bahkan berani memprediksi Bitcoin alami kenaikan 10x lipat.

Pada bulan Januari, perusahaannya membeli 10% saham pada firm bisnis ultra-bullish MicroStrategy, yang CEO-nya adalah Michael Saylor, salah satu investor dan pemegang Bitcoin paling terkenal.

Pada bulan Juli, JPMorgan membuat beberapa lowongan pekerjaan di seluruh dunia untuk developer, insinyur, dan pemasar blockchain yang nantinya akan bekerja dibawah di divisi Onyx.

Divisi tersebut akan berfokus pada crypto dan bertanggung jawab untuk meluncurkan aset stablecoin bank, JPM Coin, pada Oktober 2020 lalu.

Sebelumnya, Dimon telah beberapa kali menerima kritik karena pemandangannya yang meremehkan aset digital, padahal ia sering kali menyinggung keunggulan ‘mereka’.

Karena itu, banyak oknum yang geram dan kemudian menyebut Jamie Dimon adalah parasit, seperti cacing pita, dan spesies kita tidak memiliki pertahanan.

Menurut laporan baru-baru ini, anak perusahaan JPMorgan, Counterpoint Global justru sedang mempertimbangkan untuk menawarkan investasi cryptocurrency kepada pelanggan papan atas mereka.

Dengan aset yang dikelola mencapai $150 miliar, ini akan mewakili tanda persetujuan yang cukup besar untuk industri perbankan lainnya.

Menurut laporan pengajuan SEC pada hari Senin kemarin, Morgan Stanley telah memegang 58.116 saham Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) pada 31 Juli. Awal tahun ini, dana tersebut dilaporkan memegang 28.289 saham.

Laporan pengajuan itu mengungkapkan bahwa Morgan Stanley telah memiliki sejumlah besar GBTC di beberapa portofolio institusional. 

Berita itu muncul setelah Morgan Stanley mengkonfirmasi pada bulan April bahwa ia menawarkan klien eksposur ke Bitcoin.

Hal itu menjadikan Morgan Stanley salah satu dari banyak lembaga keuangan yang berusaha memenuhi permintaan klien untuk eksposur ke kelas aset digital.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik