Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin Jatuh 9% Setelah Membentuk ATH Baru, Akibat dari Whale?

Naufal Muhammad     Monday, December 28 2020

Bitcoin baru saja membentuk harga tertinggi baru pada 27 Desember 2020, sekitar pukul 18.00 WIB. Tercatat dari Bitstamp bahwa harga Bitcoin naik ke sekitar daerah $28.400 sebelum jatuh kembali akibat koreksi.

Bitcoin Jatuh 9% Akibat Whale

Kemungkinan besar, koreksi ini terjadi akibat Gerakan mengambil keuntungan yang dilakukan oleh Whale atau pemain besar. Hal ini disebabkan pada saat apresiasi Bitcoin ke ATH, mayoritas investor institusi sedang libur.

Sehingga, banyak prediksi dan analisis di pasar crypto bahwa apresiasi tersebut adalah akibat dari investor ritel yang kemungkinan besar adalah Whale. Oleh karena itu, sangat mudah untuk mereka melakukan manipulasi harga akibat adanya kesempatan dari mengambil keuntungan.

Pergerakan ini membuat peringatan kembali mengenai bahayanya FOMO atau fear of missing out yang sering terjadi di pasar keuangan. Hal ini disebabkan kemungkinan besar apresiasi yang terjadi kemarin adalah akibat FOMO dari investor ritel yang mengikuti pergerakan harga yang terus naik.

Baca juga: Harga Bitcoin Terus Meroket! Target Selanjutnya $30.000?

Namun nyatanya, setelah naik ke $28.400 harga kembali turun akibat adanya tekanan jual yang cukup tinggi. Menurut data dari Bitstamp, terdapat dorongan beli yang berujung pada tekanan jual dengan volume lebih dari $3 Juta.

Hal ini menandakan adanya kemungkinan manipulasi harga oleh pemain besar yang membuat harga turun kembali saat ini. Mengingat mayoritas investor institusional memegang Bitcoin untuk jangka panjang, bertambah lagi alasan bahwa koreksi terjadi akibat Whale yang mengambil keuntungan.

Potensi Retest untuk Naik Lebih Tinggi

Akibatnya saat ini Bitcoin masih berkonsolidasi setelah turun sekitar 9,21% dari harga tertingginya dan berada di sekitar $27.000. Pergerakan saat ini kemungkinan besar adalah pergerakan retest yang berarti ada kemungkinan apresiasi kembali.

Hal ini disebabkan sebelumnya Bitcoin jatuh menyentuh daerah $25.700 kembali sebelum naik ke $27.000. Mengingat retest yang merupakan pergerakan teknikal dimana umumnya berujung pada apresiasi lebih tinggi, Bitcoin masih memiliki harapan naik.

Grafik 4 Jam Pergerakan Harga Bitcoin

Namun, apresiasi ini nampaknya belum pasti akibat adanya divergence besar antara Indikator RSI dan pergerakan harga. Divergence umumnya menandakan depresiasi harga, yang saat ini sudah terjadi.

Tetapi, ada kemungkinan depresiasi tersebut masih dapat berlanjut akibat juga Indikator MACD yang berada di zona beli namun dalam kondisi jenuh. Sehingga dengan adanya kemungkinan cross dalam Indikator MACD, ada kemungkinan bahwa koreksi dapat terus berlanjut namun tidak terlalu dalam.

Kemungkinan besar target selanjutnya dalam koreksi berada pada sekitar $25.694 sebelum naik kembali. Hal ini menjadi sangat mungkin mengingat saat ini harga masih berkonsolidasi yang membuat potensi koreksi juga tidak akan terlalu dalam.

Baca juga: Daftar Kebutuhan Bitcoin untuk Mencapai Adopsi Massal

Jika kemudian naik, kemungkinan target berikutnya berada pada $27.685 sebelum kemudian naik kembali ke daerah $28.448. Apresiasi ini juga mungkin terjadi jika ada sentimen positif baru yang membuat koreksi kembali ke $25.694 menjadi tidak valid.

Namun, mengingat saat ini adalah akhir tahun dan baru saja melewati natal, ada kemungkinan besar bahwa apresiasi akan terjadi. Hal ini disebabkan adanya sentimen dari Santa Claus Rally dan January Effect yang pada umumnya mendorong harga aset keuangan untuk terus naik.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini

*Disclaimer

Analisis harga merupakan pandangan pribadi dari penulis. Coinvestasi tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil dari analisis tersebut. Risiko dalam keputusan investasi adalah tanggungan investor sendiri