Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Halloween 2020, Bitcoin Genap 12 Tahun! Ini Fakta Menariknya

Wafa Hasnaghina     Saturday, October 31 2020

Biasanya jika mendengar kata halloween yang teringat adalah kostum dan cerita horor. Namun, tahukah kamu jika Bitcoin lahir pada hari Halloween? Lebih tepatnya white paper dari Bitcoin ditulis dan dipublikasikan langsung oleh Satoshi Nakamoto tepat pada Jum’at, 31 Oktober 2008.

Kelahiran Bitcoin ini menjadi salah satu momentum fenomenal yang hingga saat ini. Pasalnya, nilai Bitcoin yang semula Rp0 alias tidak bernilai, mampu mengalahkan kenaikan harga aset lainnya menjadi Rp270.799.720 pada tahun 2017 silam. Di tahun 2020 ini, Bitcoin berada dikisaran di harga Rp190-200 juta per BTC. Harga yang fantastis untuk sebuah aset.

White Paper Bitcoin Rilis di Hari Halloween

Hari Lahir Bitcoin

Bitcoin hadir membawa revolusi di dalam dunia finansial. Pasalnya, sistem dan mekanisme yang ditawarkan Bitcoin merupakan kritik atas krisis finansial dan kebijakan dari pemerintahan Amerika Serikat ketika itu. 

2008 silam AS dan beberapa negara yang terdampak mengalami resesi yang cukup parah. Hilangnya kepercayaan masyarakat pada lembaga keuangan tradisional semakin meluas. Saat itu, orang-orang cenderung mencari solusi yang tepat untuk bangkit dari keterpurukan, atau paling tidak sekedar untuk hanya bertahan.

Seperti yang tertera di dalam white papernya, Satoshi Nakamoto hadir memberikan solusi berupa gagasan sistem keuangan yang ada bersama juga dengan teknologi termutakhir Blockchain,

“Versi uang elektronik murni peer-to-peer yang akan memungkinkan pembayaran online dikirimkan langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui lembaga keuangan.”

Solusi yang dibawa Satoshi Nakamoto tersebut hadir bukan hanya sebagai revolusi, tetapi evolusi di dunia finansial. Setiap tahunnya adopsi Bitcoin terus bertumbuh, tidak hanya Bitcoin, ruang mata uang crypto dan blockchain juga mengalami peningkatan.

Bitcoin Rilis ke Publik

50 Bitcoin pertama yang dikenal sebagai “blok Genesis” ditambang pada tahun 2009 silam. Mekanisme mining ini juga termasuk ke dalam teknologi baru yang hadir bersamaan dengan Bitcoin. Ketika itu, proses mining ini menghabiskan terlalu banyak tenaga dan energi hingga akhirnya Satoshi Nakamoto turun tangan dan membuat pengembangan software bernama Hal Finney.

Efek Halloween pada Bitcoin

Dengan perkembangan dan pengadopsian Bitcoin yang semakin meluas, tidak jarang banyak fakta menarik sekaligus antisipasi terkait dengan kenaikan harga raja crypto ini. 

Isitilah yang mengacu pada hari kelahiran Bitcoin, tidak lain bernama Halloween Effect atau efek halloween pada Bitcoin. Sebenarnya belum ada analisis pasti terkait dengan efek ini, tetapi banyak komunitas crypto dan pemilik Bitcoin percaya bahwa tanggal 31 Oktober ini memiliki efek pada harga Bitcoin.

Teori efek halloween ini biasanya dilakukan oleh para trader untuk membeli Bitcoin. Peristiwa ini dipercaya lantaran Bitcoin dianggap akan memberikan hasil atau keuntungan yang berlimpah ke pada para investor. Nantinya, aset-aset tersebut di jual pada bulan Mei tahun berikutnya untuk nantinya kembali dibeli pada hari Halloween tahun tersebut. 

Gambar diambil dari NewsBTC pada Oktober 2019 silam.

Dalam gambar di atas, bisa dilihat kenaikan Bitcoin pada 31 Oktober di setiap tahunnya dari 2015 selalu mengalami kenaikan, terutama pada 2017 yang mampu mengantarkan Bitcoin mencapai nilai all-time-high-nya. Sayangnya, hal ini tidak berlaku di tahun 2018. Nilai Bitcoin pada tahun tersebut justru turun beberapa persen dari nilai semula.

Berumur 12 Tahun, Akankah Adopsi Bitcoin Semakin Luas?

Tentu saja! 

Meskipun efek dari halloween ini belum terbukti secara konkret, tetapi di tahun 2020 ini menjadi tahun yang baik bagi Bitcoin. Pasalnya, banyak perusahaan besar dan lembaga keuangan yang mulai terbuka dengan keberadaan Bitcoin, crypto, dan teknologi blockchain.

Jika melihat kembali masa lalu, banyak orang yang skeptis bahkan abai terhadap aset ini. Namun, dengan fakta seperti pasokan yang hanya 21 Juta, teknologi revolusioner yang dibawa, dan ketahanan Bitcoin terhadap ekonomi yang ada, membuat Bitcoin semakin banyak digandrungi. 

Menjelang penutupan bulan Oktober 2020 ini saja, perjalanan Bitcoin cenderung naik. Hal ini bertepatan dengan masuknya perusahaan besar seperti PayPal yang mendorong harga melambung tinggi. 

Tidak hanya PayPal, perusahaan besar seperti MicroStrategy, Square, Grayscale dan lainnya sempat membeli Bitcoin dengan jumlah besar untuk disimpan sebagai aset. Para petinggi perusahaan tersebut percaya akan potensi dan masa depan dari mata uang crypto terutama Bitcoin. 

Terlebih, banyak bank dunia yang sudah mulai mempertimbagkan untuk dapat mendukung sepenuhnya mata uang crypto. Jika mekanisme ini diterapkan, bukan tidak mungkin Bitcoin dan mata uang crypto akan menjadi aset mainstream yang dimiliki oleh banyak orang.

Pertumbuhan Bitcoin Dibanding Aset Lain

Coinvestasi membuat beberapa perbandingan pertumbuhan Bitcoin dibandingkan aset lain.

Misalnya saja, pertumbuhan Bitcoin dibandingkan dengan instrumen lain seperti saham, deposito, dan emas. Yuk mari lihat perbandingkan harga Bitcoin dan 5 saham di Indonesia.

Tabel Keuntungan Bitcoin dan Saham Dalam 4 Tahun

Jika melihat grafik di atas, dalam 5 tahun keuntungan Bitcoin sudah mencapai 1.610%. Sedangkan, 5 saham di atas hanya beberapa persen. Nilai ini jelas sangat fantastis untuk sebuah aset.

Walaupun demikian, Bitcoin sempat mencapai titik rendahnya ketika seluruh pasar dunia runtuh lantaran adanya pandemi pada Maret 2020 lalu. Uniknya, jika pasar lain hingga Oktober 2020 ini masih harus merangkak pulih, Bitcoin bahkan sudah mencapai nilai tertingginya (lagi) di tahun ini!

Mengacu pada konsep supply and demand, bayangkan jika pasokan Bitcoin yang langka itu ingin dimiliki oleh semua orang alias permintaannya tinggi, harga aset tersebut akan naik, bukan?

Kalo kalian bagaimana? Sudah punya Bitcoin atau crypto lainnya? Kalo belum, yuk beli Bitcoin sekarang! 

Artikel Terkait

 Lihat Lebih