Belajar Berita Eksklusif

Binance DEX Review: Terobosan Baru dari Binance

Binance DEX Review – Coinvestasi. Tepat 19 Februari 2019 lalu, Binance, sebuah crypto exchange terbesar asal Malta baru saja meluncurkan proyek terbarunya, yaitu testnet decentralized exchange, Binance DEX. Binance DEX merupakan sebuah mesin matching-order terdesentralisasi dengan jaringan node dimana sang pengguna dapat memegang private key dan mengelola wallet mereka sendiri. Binance DEX sendiri diciptakan agar para penggunanya bisa lebih mandiri mengelola aset. Binance DEX memiliki kesempatan sebagai DEX paling sukses dalam crypto karena memprioritaskan kecepatan, keamanan, ramah pengguna, dan beberapa hal lain yang tidak dimiliki oleh sebagian besar DEX di pasar global.

Coinvestasi berkesempatan mendapatkan akses pertama untuk mencoba Binance DEX terbaru ini. Berikut hasil kami mengenai Binance DEX review.

Tampilan

Di halaman pertama ketika kita membuka https://testnet.binance.org tampilan terlihat elegan dengan backgorund hitam dan design yang terlihat modern. Warna oren kekuningan sebagai warna khas Binance juga menghiasi layar tampilan ini. User interface terlihat keren dan edgy.

Wallet Anda adalah Akun Anda

Jika biasanya pada exchange normal, Anda harus membuat profil dengan menginput data email dan melakukan KYC dengan upload dokumen pribadi, pada Binance DEX ini Anda tidak perlu lagi seperti itu. Ketika Anda membuat wallet baru, itulah akun Anda sendiri. Cara untuk login ada 5 macam, yaitu memasukkan keystore file, mnemonic phrase, private key, device ledger, atau hanya masuk pada mode view-only. Jangan lupa mencatat semua kunci ini karena jika Anda kehilangan kunci di atas, Anda tidak akan dapat mengakses kembali wallet Anda.

Tanpa adanya username atau dokumen identitas, ini berarti Anda dapat membuat wallet sebanyak-banyaknya.

Jumlah Indikator Tidak Terbatas

Setelah membuat wallet, Anda akan masuk ke halaman dashboard. Background dashboard berwarna hitam dengan candlestick default berwarna hijau dan merah. Ada order book di sisi kanan, unit order, open order, pairing market seperti yang ada di exchange lain pada umumnya. Tampilan terlihat simple, modern, dan lebih user-friendly secara relatif jika dibandingkan dengan DEX lainnya.

Jika pada tradingview dengan akun gratis kita hanya bisa menggunakan maksimal 3 indikator saja, pada Binance DEX kita bebas menggunakan indikator sebanyak apapun, seperti MA, RSI, MSI, volume, dan lain-lain.

Baca Juga: Apa itu Decentralized Exchange (DEX)?

Biaya Transaksi

Biaya transaksi yang dikenakan Binance DEX adalah hanya sebesar 0.0125 BNB (token Binance) yang jika dirupiahkan hanya sebesar kurang lebih 225 perak saja. Jadi mengirim jumlah uang besar sampai miliaran pun, biaya transfer yang dikenakan sangatlah kecil. Ini adalah salah satu keuntungan menggunakan aset kripto.

Kecepatan

Sebuah DEX memang biasanya akan lebih lambat daripada exchange biasa. Untuk Binance DEX sendiri juga masih memiliki kecepatan yang rendah. Peningkatan kecepatan diharapkan untuk pengembangan selanjutnya.

Fitur Stop Loss

Pada fitur Binance DEX ini belum tersedia fitur Stop Loss yang biasanya digemari pada trader. Fitur Stop Loss akan sangat membantu para trader menghindari kerugian saat harga bergerak turun. Pada Binance sebelumnya memang sudah tersedia fitur stop loss.

Likuiditas

Jika DEX pada umumnya tidak cukup likuid karena tidak banyak yang bermain di dalamnya, Binance sebagai exchange terbesar yang sudah memiliki banyak pengguna tidak akan mengalami kesulitan dalam urusan likuiditas. Dengan banyaknya pengguna Binance yang berpartisipasi di dalam Binance DEX ini, likuiditas dapat dikatakan cukup terjamin sehingga withdrawal tidak akan menjadi sulit atau memakan waktu lama.

Nah, begitulah Binance DEX review oleh tim Coinvestasi. Dengan semakin berkembangnya DEX, tentu kita akan melihat banyak perubahan di industri kripto dalam waktu-waktu mendatang.

You may also like