Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ada Apa Dengan Litecoin Belakangan Ini?

adam rizky     Friday, August 16 2019

                Pada 10 Agustus, Komunitas Binance dan Litecoin menjadi ramai ketika berita tentang potensi “dusting attack” diumumkan melalui akun resmi Binance Twitter. Dalam cuitannya, Binance menjelaskan bahwa sekitar 50 alamat Binance Litecoin menerima sejumlah (0,00000546) dari Litecoin, yang diidentifikasi sebagai “dusting attack”. Bagi yang belum mengetahui “dusting attack” atau serangan debu, yaitu suatu serangan yang terjadi pada industry blockchain. Serangan ini berupa pengiriman koin/token dengan jumlah yang sangat kecil hingga disebut debu, debu-debu itu nantinya akan terus mengikuti transaksi yang ada pada wallet tersebut dan bercampur dengan koin inti di wallet tersebut.

Baca Juga: Apa itu Litecoin Halving ?

Kronologis

                James Jager, pimpinan proyek Binance Akademi memberikan pernyataanya bahwa itu adalah serangan ke seluruh jaringan, yang berarti mempengaruhi seluruh Litecoin. James juga telah mengidentifikasi alamat dari pelaku penyerangan tersebut, dan dari situlah ia bisa menyimpulkan bahwa dari alamat tersebutlah serangan berasal.

                Jan Happel, co-founder Glassnode, menyatakan bahwa serangan yang dilakukan skalanya lebih luas dari yang telah dilaporkan Binance, yaitu sebanyak hanya 50 pengguna yang terdampak. Hampir 300.000 alamat LTC terinfeksi debu-debu tersebut dan berpotensi akan terjadinya penyerangan pada wallet.

                Permasalahan dari serangan ini ialah transaksi yang tidak digunakan atau disebut unspent transaction output (UTXO). Ketika terjadinya suatu transaksi, UTXO ini akan ikut terbawa meskipun jumlah koin yang keluar tidak disutujui atau ditanda tangani. Dengan melacak UTXO ini, seseoragan dapat melacak alamat dompet yang berbeda untuk satu pengguna tertentu.

                Samourai Wallet, sebuah perusahaan dompet digital, juga memberikan tanggapannya di twitter terkait aksi serangan debu ini. Samourai memberi informasi ke penggunanya melalui twitter, apabila pengguna mendapatkan BTC dalam jumlah kecil itu berarti kemungkinan pengguna tersebut akan menjadi target dari penyerangan ini. Samourai Wallet juga memberikan saran untuk tidak melakukan transaksi pada koin tersebut untuk menghindari penyerangan yang akan menimpa walletnya.

Cara kerja “dusting attack”

                Untuk memulainya, peretas akan mengirimkan koin (BTC, LTC, dll) dalam jumlah kecil ke alamat yang telah mereka dapati. Sekumpulan koin kecil ini disebut sebagai debu, dan jumlahnya bisa sekecil 1 Satoshi (0.00000001 BTC). Karena jumlahnya yang kecil tersebut, beberapa pengguna menganggapnya sebagai hal yang tidak berbahaya bahkan tidak melihatnya.

                Penyerang kemudian menunggu pengguna untuk menghabiskan debu bersama dengan UTXO. Setelah dompet pengguna tercampur debu ini dengan kepemilikan utama dan kemudian membelanjakannya, penyerang akan dapat mendeanonimisasi pengguna dan akan melacak semua alamat dompet mereka, yang mencakup alamat yang diregenerasi secara otomatis di masa depan juga. Pada waktu tertentu, semua crypto di dompet adalah hasil transaksi yang tidak digunakan. terdapat dalam dompet karena belum digunakan – karena itulah namanya. Saat ditambahkan, setiap UTXO yang ada sama dengan menambahkan semua saldo dompet yang ada.

Sumber