Belajar Berita Featured

16 Fakta Yang Wajib Kalian Tahu Tentang Bitcoin Selama Tahun 2019

single-image

Masuknya cryptocurrency ke pasaran telah menjadikan mereka salah satu teknologi yang paling berpengaruh dalam kehidupan saat ini. Koin-koin ini beserta teknologi blockchainnya mendasari kita untuk mengubah cara berinvestasi sekarang, mulai dari membayar belanjaan, sampai dengan mentransfer uang dengan pinjaman peer-to-peer.Ini adalah keuntungan token digital yang dimana bisa membuat mereka menjadi investasi yang paling dicari dan digemari.

Namun ada beberapa hal yang kalian harus pahami tentang token sebelum mulai menaruh investasi ke mereka, berikut akan dijabarkan mulai dari hal yang paling penting.

1. Mata Uang Digital Sangat Berfluktuasi

Hal pertama yang mungkin Anda sadari adalah harga cryptocurrency sangat fluktuatif. Ini berarti bahwa harganya dapat berubah-ubah dari hari ke hari, bahkan kenaikan jumlah harga yang paling besar setiap jam akan sangat memungkinkan. Alasan mengapa koin-koin ini sangat mudah berubah adalah karena bagaimana mereka diperdagangkan, karena koin-koin tersebut dibeli dan dijual di berbagai bursa.

Sejak awal tahun, kapitalisasi pasar untuk semua koin ini meningkat lebih dari 3000%. Namun, Bitcoin, yang merupakan cryptocurrency paling populer di dunia, mengalami 4 koreksi harga yang parah sebesar 20% dari nilainya selama 6 bulan terakhir.

2. Cryptocurrency Kurang Mendapat Bantuan

Berbeda dari dolar yang kalian simpan di dompet atau rekening bank- atau mata uang apapun yang diperdagangkan di seluruh dunia, cryptocurrencies sendiri tidak didukung atau diatur oleh bank sentral atau pemerintah. Koin-koin ini juga tidak berwujud, yang berarti mereka tidak memiliki faktor fundamental yang mempengaruhi penilaiannya. Meskipun kalian mungkin dapat melihat penghasilan dari saham tertentu karena diperdagangkan untuk memperkirakan nilainya, atau melacak pertumbuhan GDP suatu negara untuk menilai mata uang seperti dolar, cryptocurrency tidak memiliki ikatan fisik. Ini membuat proses mengevaluasi nilai koin ini sulit, bahkan hampir tidak mungkin.

3. Ada Lebih Dari 1.300 Jenis Cryptocurrency

Jika kalian mengikuti perkenbangan cryptocurrency, maka kalian pasti sudah membaca dan mendengar banyak hal tentang Bitcoin. Bitcoin adalah cryptocurrency pertama yang di perdagangkan di pasaran. Dan itu menjadi permulaan yang besar. Saat ini, koin membentuk 54% dari kapitalisasi pasar sebesar $500bn dari semua mata uang cryptocurrency.

Namun, Bitcoin hanyalah salah satu dari sekian banyak koin virtual yang tersedia untuk dibeli. Ada lebih dari 1.300 token lain di pasar, yang semuanya dapat dibeli dan dijual oleh para customer. Sebanyak 24 dari koin itu memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $1 miliar dolar.

4. Nilai Blockchain Berbeda

Diantara hiruk pikuk seputar perdagangan token, teknologi yang mendasari perkembangan koin-koin ini benar-benar luar biasa. Teknologi blockchain adalah jaringan dimana tempat semua cryptocurrency (seperti Bitcoin) didirikan. Jaringan ini adalah buku digital dan terdesentralisasi dari komputer lain. Inilah yang memungkinkan pencatatan pembayaran dan transaksi secara pribadi aman. Ini juga merupakan alasan utama mengapa perusahaan dan pengembang sangat tertarik dengan teknologi ini.

Baca juga: Alasan Kenapa Bitcoin Tidak Akan Punah

5. Miners Memainkan Peran Penting

Setiap transaksi pada blockchain harus diverifikasi terlebih dahulu agar jaringannya dapat beroperasi dengan baik. Serta untuk memastikan bahwa setiap transaksi dicatat  dan ditangani oleh tim yang dikenal sebagai penambang (miners) cryptocurrency. Para miners nantinya akan dihargai dengan token virtual untuk menyelesaikan setiap transaksi dan mencatat history transaksi yang dilakukan.

Menambang dan memverifikasi transaksi di blockchain dapat menggunakan sejumlah besar listrik dan sumber daya lainnya. Untuk memenuhi permintaan ini di pasar, produsen seperti NVIDIA telah merilis Advanced Micro Devices yang dapat membantu proses mining memproses transaksi lebih cepat.

6. Desentralisasi Adalah Inti Cryptocurrency

Alasan mengapa Blockchain adalah ide yang menarik adalah kenyataannya bahwa Blockchain itu terdesentralisasi. Yang  berarti bahwa tidak ada titik kegagalan pada penyimpanan informasi dan tidak ada pusat data di mana hacker dapat mencuri dan menguasai informasi pribadi pengguna tersebut.

Dibandingkan dengan mengandalkan server individu atau banyak (sekelompok) server yang nantinya informasi tersebut akan tersebar keseluruh dunia dengan mudah dan memungkinkan nantinya bisa jatuh ke tangan yang salah. Maka dari itu, inilah yang membuat blockchain aman, dan sudah banyak perusahaan besar yang telah menunjukan minatnya sampai sekarang ini.

7. Blockchain juga Memiliki Manfaat Lain

Selain desentralisasi, ada banyak manfaat lain mengenai blockchain. Miners bekerja 24 jam sehari untuk memverifikasi transaksi, yang berarti bahwa mereka dapat selesai jauh lebih cepat daripada sistem perbankan tradisional. Manfaat lain adalah bahwa tanpa perantara dari bank atau lembaga lain, jadi biaya transaksi dapat diminimalisir. Juga, blockchain menawarkan peningkatan kontrol dan transparansi bagi penggunanya.

8. Blockchain Juga Tidak Sempurna

Meskipun begitu banyak hal positif dan optimisme mengenai blockchain, tapi platform ini tentunya juga masih tidak sempurna. Sebagai contoh, sebagian besar teknologi yang mendasari itu masih sedang dikerjakan, yang tentunya memakan waktu dalam hal pengembangan atau ketika tiba-tiba saja mengalami down. Masalah-masalah ini tentu dapat memperlambat kecepatan transaksi dan verifikasi, yang keduanya merupakan layanan penting untuk perusahaan menengah dan besar.

9. Teknologi Blockchain Sedang Diuji Oleh Sejumlah Merek Bisnis Ternama

Blockchain masih memiliki cukup waktu sebelum meluncurkan lebih luas lagi programnya. Sejumlah bisnis besar sedang dalam proses menguji penggunaan blockchain untuk merampungkan pekerjaan mereka. Beberapa di antaranya telah membuat proyek percontohan skala kecil.

Salah satu contohnya, ada 200 organisasi yang melakukan kerja sama dengan Etherem Alliance untuk mengetest kerja sama mereka dengan Ethereum Blockchain. Beberapa brand besar di dunia telah menjalin kerja sama, termasuk perusahaan besar seperti Microsoft & MaterCard.

10. Barrier To Entry Relatif Rendah

Perlu diingat bahwa ada tidaknya ataupun sedikit perusahaan jasa keuangan untuk menggunakan blockchain, jumlah waktu, uang, dan keahlian yang diperlukan untuk meluncurkan cryptocurrency baru atau aplikasi yang terdesentralisasi semakin murah setiap hari. Ongkos rendah inilah yang mendorong terjadinya ICO tahun 2017. Pada bulan Juli tahun lalu saja, hanya ada 1.000 token di pasar. Dan pada bulan Desember, totalnya sudah naik menjadi lebih dari 1.364. Diperkirakan ada sekitar 50 hingga 100 cryptocurrency baru yang dirilis setiap bulan, semua memanfaatkan teknologi blockchain yang murah.

11. Investor Ritel Harus Tetap Hati-Hati

Kurangnya peraturan tentang koin adalah salah satu alasan utama yang membuat orang ragu untuk memasuki pasar, tetapi itu berubah ketika undang-undang mencoba mengikuti laju investasi cryptocurrency. Ini berarti bahwa banyak orang yang turut serta terjun langsung ke dalam crypto market untuk bisa mengerti bagaimana cara kerja crypto market.

12. Tidak Semua Orang Percaya Dengan Cryptocurrency

Mungkin kalian bisa menebak, tidak semua orang antusias dengan hadirnya cryptocurrency. Warren Buffed mengungkapkan dalam sebuah interview pada tahun 2014 dengan CNBC bahwa Bitcoin tidak lebih dari sekedar “fatamorgana” yang akan segera runtuh nilainya. Selain itu, Buffet menyatakan bahwa ide Bitcoin memiliki nilai intrinsik adalah sebuah lelucon.

Warren Buffet bukan satu-satunya orang yang menyuarakan keprihatinannya terhadap Bitcoin. Jamie Dimon, yang merupakan CEO JPMorgan Chase, menggambarkan Bitcoin sebagai “Penipuan” dan bahkan lebih buruk lagi. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa berinvestasi di Bitcoin tidak akan berakhir baik bagi investor ritel dan institusional.

13. Sejumlah Negara Melanggar Cryptocurrency

Cryptocurrency mungkin telah membuat ketertarikan tersendiri di pasar investasi, tetapi mereka masih belum diterima oleh pemerintah di seluruh dunia. Ada beberapa negara yang masih mewaspadai koin-koin ini, karena sifatnya yang belum teratur dan terdesentralisasi. Ini juga telah mendorong beberapa negara untuk melarang perdagangan dan penggunaan bitcoin.

Beberapa negara telah melarang cryptocurrency, seperti Bolivia, Bangladesh, Nepal, Maroko, Ekuador, dan Kyrgyzstan. Perdagangan cryptocurrency, melakukan pembayaran dalam mata uang virtual, atau membeli barang dan jasa dalam mata uang digital, adalah ilegal di negara-negara diatas. Dan ada kemungkinan bahwa daftar ini dapat bertambah nantinya. Misalnya seperti Rusia yang telah mempertimbangkan untuk melarang pembayaran yang dilakukan dalam mata uang crypto selama beberapa waktu.

14. Investor Memiliki Hambatan Dengan Teknologi Baru

Hal lain yang patut diperhatikan adalah bahwa investor ritel bisa begitu optimis tentang penerapan cryptocurrency, terutama ketika pendatang baru yang baru terjun ke pasar. Cryptocurrency hari ini memiliki kapitalisasi pasar 2000% sejak tahun 2017, yang didorong oleh keyakinan bahwa blockchain akan menjadi jalan masa depan untuk bisnis besar.

15. Masih Banyak Orang Yang Tidak Tau Apa Itu Cryptocurrency

Kebanyakan orang tidak memiliki pemahaman dasar tentang apa itu mata uang crypto, cara kerjanya, atau apa potensi mereka. Dalam survei yang dilakukan pada tahun 2017 oleh LendEDU, ditemukan bahwa 80% dari siswa Amerika tidak mengatahui Bitcoin. Pendapat lain menemukan bahwa hanya 30% orang yang tau tentang Ethereum, yang merupakan mata uang digital terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar..

16. Pemerintah Ingin Menerapkan Pajak Untuk Cryptocurrency

Pada akhirnya, karena cryptocurrency sendiri belum diatur, ini tidak berarti bahwa investor dapat dengan mudah mengambil keuntungan. IRS di Amerika menuntut agar orang membayar pajak tambahan atas keuntungan pribadi yang didapatkan, dan sepertinya hal itu mulai akan diterapkan oleh pemerintah.

Pada bulan November 2017, IRS memenangkan gugatan terhadap Coinbase, salah satu pertukaran mata uang cryptocurrency terbesar di dunia. Ini membuat Coinbase harus menyerahkan basis data informasi kontak untuk lebih dari 14.300 pengguna yang menginvestasikan lebih dari $ 20.000 antara tahun 2013 dan 215. Kurang dari 7% pengguna melaporkan keuntungan mereka ke IRS, yang menunjukkan bahwa orang-orang sengaja menyembunyikan keuntungan mereka dari pemerintah.

Artikel terkait: 5 Fakta Tentang Perkerjaan di Bidang Blockchain

You may also like