Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Wallet Bitcoin Online atau Offline, Mana yang Lebih Bagus ?

anisa giovanny     Friday, December 27 2019

Ada dua cara menyimpan uang tradisional, bisa melalui rekening bank atau disimpan di tempat yang aman. Uang yang tersimpan di bank ada kemungkinan untuk diretas, sebaliknya uang yang disimpan di dompet tidak mungkin diretas namun bisa tetap dicuri oleh orang lain.

Perumpamaan serupa juga berlaku di Bitcoin, aset kripto paling populer itu juga bisa disimpan di wallet atau dompet khusus aset kripto baik online atau offline.

Bitcoin online dapat disimpan dengan dua cara pertama adalah Web Wallet yakni wallet yang tersedia di sebuah web dan dapat diakses dari mana saja dan perangkat apapun asalkan memilki koneksi internet.

Kedua, wallet online yakni sebuah perangkat lunak yang diunduh ke komputer dan memungkinkan kamu untuk mengelola Bitcoin. Ini lebih aman daripada wallet web. Karena pengguna bisa mengelola sendiri Bitcoinnya tanpa perantara ketiga.

Menyimpan Bitcoin secara offline dapat disimpan dengan dua pilihan, yakni hardware wallet. Itu seperti thumb drive (USB), ketika kamu menyimpan Bitcoin di sana, kamu harus menaruhnya ditempat yang aman agar tidak dicuri.  

Kedua adalah papper wallet, pilihan ini memungkinkan kamu untuk menyimpan informasi wallet di selembar kertas, dan sepenuhnya offline dari internet. Dengan pilihan ini peretas tidak bisa mendapatkan akses ke informasi wallet kamu sehingga tidak bisa mencuri Bitcoin yang disimpan.

Setelah, mengetahui jenis wallet  Bitcoin. Berikut ini adalah keuntungan dan kelemahan dari offline wallet dan online wallet.

Baca juga : Cara Membuat Wallet (dompet) Bitcoin Mudah dan Gratis

Keuntungan Menyimpan Bitcoin di Online Wallet

1. Mudah Digunakan

Wallet web seperti situs web layaknya facebook, kamu harus membuka browser web, kemudian membuka situs web dan masuk dengan menggunakan usernama dan kata sandi.

Kemudian, jika menggunakan software wallet kamu harus membuka aplikasi dari dekstop komputer kemudian masuk, dan memasukkan kata sandi. Kedua opsi ini mudah diakses dan mudah digunakan, tidak terlalu rumit dan bisa digunakan untuk pemula.

2. Akses Cepat ke Bitcoin

Wallet online mudah digunakan dan menawarkan berbagai platform yang tampilannya mudah dipahami, pengguna juga memilki akses instan untuk melakukan transaksi atau sekadar melihat Bitcoin.

3. Gratis

Wallet online, biasanya bebas digunakan dengan mengisi beberapa syarat dan ketentuan yang dicantumkan.

Kekurangan Menyimpan Bitcoin di Online Wallet

1. Kemanan

Online wallet selalu terhubung ke internet, sehingga selalu rentan terhadap aksi peretasan. Bagi wallet web keamanan yang ditawarkan masih cukup rendah karena semua akun disimpan di server pusat. Artinya, peretas dapat melakukan serangan dari komputer mana pun jika sudah mengetahui sandi pengguna.

Sedangkan, untuk software wallet memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi karena informasi pribadi pengguna diunduh ke komputer sendiri. Jadi, Bitcoin disimpan di satu lokasi namun tidak dapat diakses internet.

2. Penyedia Layanan Bisa Bangkrut

Jika penyedia layanan online wallet mengalami kebangkrutan atau dimatikan dan Bitcoin berada di dalam jaringan, aset yang tersimpan di sana akan terkekspos dan rawan diretas serta dicuri. Parahnya lagi, aset pengguna lenyap dan mengalami kerugian tanpa ada kompensasi.

Keuntungan Menyimpan Bitcoin Offline

1. Keamanan Tinggi

Wallet offline tidak terhubung ke internet, jadi tidak mungkin bagi peretas untuk mendapatkan akses ke wallet. Satu-satunya cara seseorang dapat mengakses Bitcoin yang disimpan secara offline adalah mereka mendapatkannya atau mencuri hardware wallet dan bisa membukanya. Jika orang lain tidak mendapatkannya maka wallet akan tetap aman.

2. Konfirmasi Ganda

Hardware wallet dilengkapi dengan perlindungan keamanan ekstra. Untuk melihat atau mengirim dana, kamu harus mengetikkan kata sandi/kode ke perangkat. Jadi, Bitcoin hanya dapat ditransfer ke akun lain jika pengirim memiliki akses ke perangkat.

Perlu diingat jaga keamanan hardware wallet kamu, jangan sampai dicuri atau diletakkan ditempat yang bisa membuat kerusakaan perangkat.

Kekurangan Menyimpan Bitcoin Offline

1. Tidak Ada Akses Cepat

Mengakses offline wallet tidak secepat online wallet, ada beberapa langkah yang harus dilalui pengguna untuk mendapatkan Bitcoinnya.

2. Kerusakan Fisik

Paper wallet dan Hardware wallet bisa dibawa kemana-mana, namun sayangnya jika kamu lupa menaruhnya, meletakannya ditempat yang salah, atau terkena air.

Ada kemungkinan offline wallet tersebut bisa rusak. Karena tidak ada data online yang menyimpan seluruh isi di dalam wallet, maka mustahil untuk dipulihkan jika sudah rusak.

3. Sulit Dipasang

Menggunakan offline wallet perlu beberapa langkah dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan tepat. Karena itu jika kamu masih pemula, mungkin akan kesulitan untuk memasang offline wallet dan menggunakannya. Namun, seiring waktu tentu hal ini bukan jadi masalah ketika kamu sudah terbiasa.

4. Harga

Offline wallet memilki harga yang cukup mahal, rata-rata dijual dengan harga sekitar $90 atau setara dengan 1,2 juta. Jika kamu tidak memiliki dana yang cukup, mungkin opsi menggunakan offline wallet bisa dipertimbangkan, apalagi jika kamu hanya ingin menggunakan Bitcoin dengan jumlah yang sedikit.

Itu beberapa keuntungan dan kelemahan menyimpan Bitcoin baik secara offline atau online. Sebetulnya tidak ada yang lebih baik atau buruk.

Karena dalam pemilihan penyimpanan tentu setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dan bisa sangat subjektif.

Sumber

Artikel Terkait

 Lihat Lebih