Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

3 Pilar Teknologi Blockchain

anisa giovanny     Friday, January 22 2021

Tiga pilar utama teknologi blockchain yang telah membantunya mendapatkan pengakuan luas adalah desentralisasi, transparansi dan kekekalan.

Pilar 1: Desentralisasi

Sebelum Bitcoin datang, masyarakat lebih terbiasa dengan layanan terpusat. Idenya sangat sederhana. Kamu memiliki entitas terpusat yang menyimpan semua data dan kamu  harus berinteraksi hanya dengan entitas ini untuk mendapatkan informasi apa pun yang dibutuhkan.

Contoh  dari sistem terpusat adalah bank. Mereka menyimpan semua uang  dan satu-satunya cara kamu bisa mentransfer uang ke orang lain dengan menggunakan bank . Contoh selanjutnya adalah ketika mencari sesuatu di google, kamu mengirim permintaan ke server yang kemudian membalas informasi yang relevan. Itu adalah client-server yang sederhana.

Sisterm terpusat ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah semua data disimpan dalam satu tempat. Ini membuat mereka mudah menargetkan tempat untuk peretas potensial. Jika sistem terpusat harus melalui pembaruan perangkat lunak, itu akan menghentikan keseluruhan sistem

Nah, dalam sistem desentralisasi ini memiliki beberapa keunggulan yang lebih baik dari tersentralisasi tersebut. Yaitu informasi tidak disimpan oleh satu entitas. Faktanya, semua orang di jaringan memiliki informasi.

Baca juga: Apa Itu Blockchain ?

Dalam jaringan terdesentralisasi teknologi blokchain ini, jika kamu ingin berinteraksi dengan teman-temanmu maka kamu dapat melakukannya secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. Itu adalah ideologi utama di balik Bitcoin.  Kamu juga dapat mengirim uang  kepada siapa pun yang kamu inginkan tanpa harus melalui bank.

Pilar 2: Transparansi

Salah satu konsep yang paling menarik dan disalahpahami dalam blockchain adalah “transparansi.” Beberapa orang mengatakan bahwa blockchain memberikan  privasi sementara beberapa mengatakan itu transparan. 

Baca juga: Apa itu Bitcoin Wallet Address ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Identitas seseorang disembunyikan melalui kriptografi yang kompleks dan hanya diwakili oleh alamat publik mereka. Jadi, jika KAMU mencari riwayat transaksi seseorang, kamu tidak akan melihat “Bob mengirim 1 BTC” sebagai gantinya kamu  akan melihat “1MF1 bhsFLkBzzz9vpFYEmvwT2TbyCt7NZJ mengirim 1 BTC”.

Baca juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Jadi, sementara identitas asli orang tersebut aman, kamu masih akan melihat semua transaksi yang dilakukan oleh alamat publik mereka. Tingkat transparansi ini belum pernah ada sebelumnya dalam sistem keuangan. Ini sangat dibutuhkan, tingkat akuntabilitas yang diperlukan oleh beberapa lembaga besar. 

Baca juga: Apa itu Ethereum ?

Pilar 3: Kekekalan

Kekekalan, dalam konteks teknologi blockchain, berarti sekali sesuatu telah dimasukkan ke dalam blockchain, itu tidak dapat dirusak. Ini tentu sangat berguna untuk industri keuangan. Bayangkan berapa banyak kasus penggelapan uang yang bisa dihilangkan jika orang tahu bahwa mereka tidak dapat  bermain-main dengan akun perusahaan yang menggunakan blockchain.

Alasan mengapa teknologi blockchain mendapatkan properti ini adalah karena fungsi hash kriptografis. Secara sederhana, hashing berarti mengambil string input dengan panjang berapa pun dan memberikan output dengan panjang tetap. Dalam konteks cryptocurrency seperti bitcoin, transaksi diambil sebagai input dan dijalankan melalui algoritma hashing (Bitcoin menggunakan SHA-256) yang memberikan output dengan panjang tetap.

Baca juga: Cara Mengirim & Transfer Bitcoin Mudah untuk Pemula

Dalam kasus SHA-256, tidak peduli seberapa besar atau kecil input, output akan selalu memiliki panjang 256-bit tetap. Ini menjadi penting ketika kamu berurusan dengan sejumlah besar data dan transaksi. Jadi pada dasarnya, alih-alih mengingat data input yang bisa jadi besar, kamu bisa mengingat hash dan terus melacak.

Fungsi hash kriptografi adalah kelas khusus fungsi hash yang memiliki berbagai properti sehingga ideal untuk kriptografi. Ada sifat-sifat tertentu yang harus dimiliki oleh fungsi hash kriptografis agar dianggap aman. 


Itu dia tiga pilar teknologi dari Blockchain yang sangat bermanfaat, teknologi ini pun sudah mulai digunakan diberbagai industri baik industri keuangan, makanan, pengiriman dan lain sebagainya