Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Pahami Oracle Blockchain Dalam 3 Menit!

Wafa Hasnaghina     Saturday, December 26 2020

Bitcoin erat kaitannya dengan blockchain. Namun, apakah kalian tahu bahwa Bitcoin dan blockchain merupakan dua entitas yang berbeda? Bitcoin merupakan mata uang crypto dengan sistem dasar jaringan blockchain. Sedangkan, blockchain merupakan jaringan dengan konsep terdesentralisasi, dan memiliki berbagai jenis rupa. Misalnya saja, blockchain oracle.

Dalam artikel ini, Coinvestasi akan membahas lebih dalam terkait Apa itu Blockchain Oracle, fungsi, dan juga kapabilitasnya sebagai blockchain. Yuk simak artikel di bawah!

Apa itu Blockchain Oracle?

Berbeda dari jaringan blockchain lainnya, Blockchain Oracle merupakan layanan pihak ketiga yang menyediakan smart contract dengan kemampuan membaca informasi eksternal atau off-chain. Tidak hanya itu, Blockchain Oracle juga berfungsi sebagai jembatan antara jaringan blockchain dengan dunia luar. 

Kemunculan Oracle ini sangat penting bagi ekosistem blockchain, alasannya terletak pada fungsi off-chain dari blockchain ini. Jika pada umumnya smart contract terbatas dengan hanya mengakses data di dalam jaringannya, Oracle hadir memberikan kemampuan smart contract memperluas ruang lingkup operasinya di luar jaringan.

Baca juga: Apa Itu Blockchain ?

Meskipun begitu, Oracle bukan sumber dari data itu sendiri. Melainkan layer untuk menanyakan, memverifikasi, dan mengautentikasi sumber data eksternal dan kemudian menyampaikan informasi tersebut. 

Data-data yang dikirimkan oleh Oracle ini muncul dalam berbagai bentuk, seperti informasi harga, penyelesaian pembayaran yang berhasil, atau misalnya suhu yang selesai diukur oleh sebuah sensor. 

Untuk dapat menggali data dari jaringan luar, smart contract harus dijalankan dan menggunakan sumber daya jaringan. Beberapa oracle bahkan juga memiliki kemampuan untuk tidak hanya menyampaikan informasi ke smart contract tetapi untuk mengirimkannya kembali ke sumber eksternal. 

Baca juga: Apa itu Polkadot? Panduan Lengkap untuk Pemula dalam 3 Menit!

Mengapa Blockchain Oracle Dibutuhkan?

Sebelum teknologi distributed ledger ditemukan, proses teknis kueri hanya sebatas membawa poin data masuk dan keluar dari aplikasi dari sumber data lain. Lantaran blockchain bersifat deterministik dan berurutan, pengurutan acak dari titik data off-chain juga perlu dikelola dengan cara yang berbeda.

Berinteraksi dengan struktur blockchain membutuhkan cara berbeda. Perlu ada sistem yang berbeda dalam menangani data yang perlu ‘di-oraclized’. Dengan begini, blockchain akan dapat berinteraksi dengan dunia nyata.

Baca juga: Yuk Lihat Proyek Blockchain Polkadot, Crust Network (CRU)

Kebutuhan itu beragam, dapat berupa perangkat keras atau perangkat lunak. Namun, mereka bertindak sebagai umpan data dan biasanya dari layanan pihak ketiga yang memberi tahu jaringan blockchain terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar jaringan. Nantinya akan ada pertimbangan smart contract untuk melepaskan pembayaran ketika kewajiban tertentu dipenuhi oleh salah satu pihak.

Ketika kewajiban tersebut telah dipenuhi, sebuah oracle dapat digunakan untuk memverifikasi fakta tersebut dan memicu smart contract untuk mengeksekusi pelepasan dana. Faktanya, dalam kasus tertentu, oracle dapat dijadikan signatory (bukti) untuk transaksi multi-signature.

Jenis Oracle Blockchain

Oracle blockchain dapat diklasifikasikan tergantung pada sejumlah kualitas yang berbeda:

Sumber

Pada jenis ini, fokus ada pada sumber data berasal. Apakah data berasal dari perangkat lunak atau perangkat keras. 

Arah Informasi

Berbeda dari sumber, pada jenis ini, fokus ada pada arah informasi, apakah informasi itu akan masuk atau keluar dari jaringan.

Kepercayaan

Seperti yang sudah diketahui, blockchain biasanya bersifat terdesentralisasi. Namun, lantaran Oracles ini merupakan jembatan, fokus dari jenis Kepercayaan ini akan menekankan pada sifat jaringan yang terpusat (centralized) ataukah terdesentralisasi (decentralized). 

Satu oracle dapat dikategorikan ke dalam beberapa kategori. Misalnya, oracle yang mendapatkan informasi dari situs web perusahaan adalah oracle perangkat lunak inbound yang terpusat.

Risiko pada Oracle Blockchain

Lantaran smart contract mengeksekusi keputusan berdasarkan data yang disediakan oleh Oracle, mereka merupakan kunci dalam keberlangsungan blockchain yang sehat. Terdapat sebuah istilah dinamakan The Oracle Problem yang merupakan tantangan utama dalam mendesain oracle ini. Pasalnya, jika oracle dikompromikan, smart contract yang mengandalkan oracle juga akan dikompromikan.

Hal tersebut mengingat oracle bukan bagian dari konsensus blockchain utama, dan juga bukan bagian dari mekanisme keamanan yang dapat disediakan oleh blockchain publik. Biasanya yang menjadi masalah ada pada konflik kepercayaan antar pihak ketiga oracle dan eksekusi trustless pada smart contract.

Serangan man-in-the-middle juga merupakan ancaman besar. Hal ini mengingat sifat oracle sebagai jembatan antar data dan jaringan. Aktor jahat akan mampu mengakses aliran data antara oracle dan kontrak, serta bisa saja memodifikasi atau memalsukan data tersebut.

Solusi dari The Problem Oracles

The Problem Oracles ini berfokus pada dua bagian,

  1. Untuk mengakses data di luar jaringan, blockchain saja tidak cukup.
  2. Penggunaan oracle terpusat dapat menghilangkan dari manfaat smart contract. Terlebih ada risiko keamanan utama.

Solusi dari masalah ini beberapa blockchain menggunakan kerangka kerja untuk memilih jaringan node independen untuk menghubungkan data di dunia nyata ke jaringan blockchain untuk memungkinkan smart contract mencapai potensi sebenarnya. 

Biasanya, infrastruktur terdesentralisasi dipilih dan diterapkan pada oracle blockchain. Sehingga, jika ada node atau sumber yang diretas, disusutkan, atau dihapus, jaringan akan bisa melanjutkan proses dan memutuskan jaringan yang diretas tersebut. 

Saat ini, blockchain terus berkembang pesat. Kebutuhan blockchain untuk terlibat langsung dengan dunia nyata juga semakin diminati. Dengan adanya Oracle blockchain sebagai jembatan antara data on-chain dan off-chain diharapkan perkembangan smart contract dan pemanfaatan blockchain akan menjadi semakin mudah.