Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Mengenal Crypto Baru di Indodax, Naik 1.000% dalam 2 Minggu

Naufal Muhammad     Friday, April 9 2021

Indodax baru saja memasukkan crypto bernama Orbs (ORBS) ke dalam bursanya bersama dengan token SAND.

ORBS resmi melantai di Indodax pada Rabu, 7 April 2021 dan mulai diperdagangkan di Bursa Indodax pada Kamis, 8 April 2021.

ORBS merupakan salah satu mata uang crypto yang sedang memiliki perhatian yang cukup tinggi di sekitarnya.

Apresiasi dari harganya sudah melebihi 1.000% hanya dalam dua minggu yang membuat pertanyaan, apa sebenarnya yang membuat ORBS menarik?

Mengenal Orbs (ORBS)

Orbs adalah sebuah token yang bergerak pada Ethereum yang bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan di blockchain tersebut.

Orbs sendiri memiliki tujuan besar untuk menjadi infrastruktur blockchain yang menggarap ke beberapa ranah, seperti ranah bisnis dan pengembangan.

Sehingga ke depannya Orbs walau berawal di Ethereum akan membangun infrastrukturnya sendiri dan sudah dalam tahap pembangunan.

Baca juga: Blockchain 3.0, Lebih Canggih dari Versi Sebelumnya!

Orbs menggunakan sistem Randomized Proof-Of-Stake (RPoS) yang menjadi perbaikan terhadap sistem PoS saat ini akibat tujuannya untuk menjadi blockchain generasi ketiga (3.0).

Mengapa Menarik

Saat ini Ethereum sedang menghadapi permasalahan skalabilitas yang berarti Ethereum kesulitan untuk mengolah transaksi dalam waktu yang singkat.

Ethereum juga mengalami permasalahan dalam biaya sehingga banyak pihak yang sedang memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan solusi.

Oleh karena itu, Orbs memiliki tiga solusi utama untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan menjadi blockchain yang lebih baik.

1. Fitur Virtual Chains

Virtual chains atau jaringan virtual memberikan keuntungan untuk pengguna melalui blockchain Orbs yang mengimplementasikan sistem sharding untuk infrastrukturnya.

Hal tersebut membuat adanya keamanan dan sifat desentralisasi yang terjaga dan independensi dari masing-masing jaringan atau virtual chain akan tetap terjaga.

Sehingga tidak perlu adanya konsensus dalam skala besar yang mempercepat validasi pada blockchain tersebut.

Dengan independensi tersebut, masing-masing virtual chain juga bergerak dengan keperluan ruang penyimpanan yang lebih rendah, sehingga lebih hemat biaya.

Independesi tersebut juga membuat masing-masing aplikasi yang dibangun pada blockchain menjadi lebih cepat karena bergerak sendiri.

Selain itu masing-masing developer juga dapat memilih protokol konsensus yang digunakan serta sifat governance dalam virtual chainnya.

Selain itu, independensi tersebut membuat seluruh virtual chain tidak terpengaruh antar satu sama lain, sehingga jika ada yang terganggu, yang lain tidak terdampak.

Terakhir adalah kemudian untuk membangun jaringan secara privat dan kemudian berubah menjadi publik tanpa harus pindah blockchain dan memulai dari awal.

2. Sistem Randomized Proof-of-Stake

Model konsensus pada Blockchain Orbs menggunakan sistem Randomized Proof-of-Stake (RPOS), yang memiliki sistem lebih aman dan lebih cepat dari PoS saat ini.

Sistem validasi konsensus tersebut menggunakan satu komite secara acak dari validator yang ada setiap kali melakukan konsensus.

Model sistem ini disebut dengan Helix sebuah sistem algoritma Byzantine Fault Tolerant yang mengandalkan para validator dan komite, seperti Pi Network, Neo Blockchain, dan Ripple.

Sistem ini memberikan solusi skalabilitas tinggi akibat validasi transaksi yang lebih cepat dan terus meningkat seiring meningkatnya validator atau node.

3. Sistem Cross-Chain untuk Interoperabilitas

Blockchain dari Orbs juga memiliki fitur penerbitan smart contract yang dapat ditukarkan antar blockchain atau cross-chain.

Sistem ini membuat aplikasi yang berjalan pada Blockchain Orbs dapat membantu mengangkat kekuatan Blockchain Ethereum tanpa meninggalkan Orbs.

Keuntungan dari sistem ini adalah tidak perlunya ada perpindahan token antar blockchain yang menjadi solusi dari permasalahan interoperabilitas.

Solusi ini memberikan suatu aplikasi yang bergerak di Orbs untuk memanfaatkan keuntungan dari blockchain lain dan bergerak bersama, karena interoperabilitas dipermudah.

Interoperabilitas ini adalah permasalahan yang cukup umum di dunia blockchain, sehingga solusi ini membuat Orbs menjadi bagian dari Blockchain 3.0.

Informasi selengkapnya mengenai Blockchain dan keseluruhan Ekosistem Orbs dapat dibaca di sini.

Potensi Apresiasi Analisis Teknikal

Saat ini token ORBS masih akan digunakan untuk seluruh alat tukar dan pembayaran dalam ekosistem Orbs, terutama dalam menjaga operasional jaringan.

Baca juga: Mengenal SAND, Token Dunia Digital Baru di Bursa Indodax

Namun, melihat sisi fundamental Orbs, nampaknya token ORBS sangat diminati yang membuat harganya mengalami apresiasi signifikan.

Hanya dalam dua minggu sejak pertengahan Maret hingga akhir Maret 2021, token ini berhasil naik sekitar 1.043%, salah satu apresiasi terbesar yang terjadi dalam waktu singkat.

Saat ini token tersebut terlihat berada di peringkat 144 dalam kapitalisasi pasar dan memiliki persediaan sebanyak 10 Miliar ORBS.

Akibat adanya keterbatasan tersebut, ORBS masih memiliki potensi apresiasi yang lebih tinggi ke depannya, jika permintaan terhadap ORBS terus meningkat.

Saat ini sedang terbentuk pola double top yang menandakan koreksi cukup dalam, sehingga pergerakan ke depan nampaknya akan turun.

Grafik Harian ORBSUSD

Namun dengan sentimen positif di sekitarnya, kemungkinan besar token ini dapat naik lebih tinggi namun dalam jangka panjang.

Batas pengaman apresiasi saat ini berada pada $0,17 atau sekitar Rp2.500 hingga $0,14 atau sekitar Rp2.000, yang jika ditembus dapat memperkecil potensi apresiasi dalam jangka pendek.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar apresiasi akan terjadi kembali jika batas atas pada $0,21 atau Rp3.000 hingga $0,24 atau Rp3.500 dapat dilewati.

Mulai trading Bitcoin di Indodax sekarang 💰

Target selanjutnya kemungkinan besar berada pada $0,27 atau Rp4.000 hingga $0,34 atau Rp5.000 jika batas atas sebelumnya dapat dilewati.

Dalam jangka panjang, kemungkinan besar target selanjutnya berada pada $0,44 atau Rp6.500 hingga $0,71 atau Rp10.500.

Namun sebelum investasi pada token ini, ada baiknya analisis pribadi dilakukan terlebih dahulu agar semua risiko dapat ditanggung secara pribadi.

Disclaimer

Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.