Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Mengapa Airdrop Gratis Banyak Dilirik Perusahaan

Coinvestasi     Wednesday, August 15 2018

Seiring pembicaraan airdrop meningkat, banyak perusahaan yang mulai menggunakan konsep airdrop gratis agar bisnis mereka melejit maju; entah sebagai giveaway marketing atau usaha mendapatkan traction dengan efek dari network. Sepertinya jelas sudah airdrop akan bertahan.

Untuk memulai, banyak perusahaan crypto yang menggunakan model airdrop untuk memberikan token kepada pengguna potensial. Airdrop, singkatnya, adalah ketika perusahaan memberikan token gratis dan menjatuhkan (drop) token kepada ribuan wallet digital tanpa biaya. Untuk menerima token, konsumen harus memberikan informasi kontak dengan bergabung dalam chat Telegram atau mengisi formulir pendaftaran secara online.

Baca juga : Apa itu Airdrop ?

Mengapa airdrop?

Mengapa perusahaan ingin melakukan airdrop? Apakah token-token tersebut memiliki value? Mengapa perusahaan memberikannya gratis walau dengan estimasi value jutaan Dolar?

Tentu saja, airdrop tidak sepenuhnya gratis untuk konsumen. Perusahaan membayar sekian Dolar untuk mendapatkan informasi kontak dari pengguna potensial, sehingga mereka mendapatkan value sebagai ganti dari giveaway ini. Memiliki ribuan orang dalam satu chat yang bisa Anda kontrol adalah aset berharga.

Baca juga : Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis

Namun, banyak alasan lain dalam penggunaan airdrop. Beberapa di antaranya adalah:

Perusahaan yang melakukan airdrop membutuhkan pengguna token untuk menciptakan efek pada network agar ekosistem bisa berfungsi. Airdrop bisa menciptakan ekosistem.

Airdrop meningkatkan jumlah pemegang token, yang meningkat seiring likuiditas dari token pada market sekunder. Semakin banyak pemegang token, semakin sering Anda menemukan buyer dan seller dari token. Ini terlihat dari pasar jual crypto. Jika bertujuan untuk terdaftar pada pasar jual, maka banyak perusahaan melihat airdrop sebagai jalan pintas.

Dalam hal giveaway token senilai puluhan juta dolar, crypto tetap menjadi industri yang menjanjikan. Penilaian belum dijadikan dalam range yang masuk akal, dan banyak perusahaan masih memiliki penilaian astronomis dan meningkatkan jumlah astronomis dari modal melalui ICO ketika mereka belum memiliki market yang sesuai. Value yang diharapkan dari token giveaway adalah penilaian dari value token dan keuntungan future, bukan jumlah uang yang diberikan.

Baca juga : Apa itu Initial Coin Offering ?

Pada kasus pertama yang membahas tentang kegunaan token yang sesuai, airdrop menempatkan token pada pengguna yang mengizinkan network untuk bekerja, memberikan konsumen kunci untuk membuka network.

Bagaimana memberikan token ke pengguna real adalah pertanyaan yang masih belum terjawab. Belakangan banyak dibahas tentang menciptakan “Smartdrops“. Isu yang dibahas dari airdrop 2.0 adalah tidak memberikan token pada siapa pun secara cuma-cuma, targetkan airdrop kepada mereka yang berhak mendapatkan, atau dengan kata lain, mereka yang paling mungkin menggunakan token.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi lebih mengenai konsumen sebelum mengirim token ke dalam wallet mereka. Apakah token dimaksudkan untuk digunakan developer? Pastikan token dikirimkan ke developer. Apakah token untuk artis? Targetkan artis, dan sebagainya. Lebih baik untuk menargetkan airdrop daripada blast token ke ratusan ribu orang, tetapi itu tidak merujuk isu peraturan yang akan dihadapi perusahaan di Amerika Serikat jika mereka tetap menggunakan airdrop.

Skenario airdrop, atau smartdrop di atas berlaku hanya pada bagian kecil dari perusahaan token. Di Amerika Serikat, mayoritas ICO diawasi oleh SEC. Ini karena token belum memiliki regulasi. Selain itu, investor membeli atau menjual token berdasarkan spekulasi. Untuk menjadikan airdrop legal dalam skenario pertama, kegunaan token harus memiliki bukti penggunaan, atau mereka dapat dijual beli dalam market sekunder.

Premi Likuiditas dan Masalahnya

Alasan kedua penggunaan airdrop yaitu jika tujuan perusahaan meningkatkan likuiditas dalam token mereka. Likuiditas penting bagi perusahaan karena itu juga penting bagi investor. Investor menyukai likuiditas karena itu berarti mereka bisa menjual beli investasi. Mereka juga memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapatkan profit.

Dalam investasi tradisional di perusahaan swasta, dana investor secara umum terkunci selama 5 sampai 10 tahun. Dengan likuiditas dari token crypto, investor bisa mendapatkan dana kembali di hari yang sama, jika mereka mau. Investor akan tertarik membayar lebih untuk likuiditas tersebut karena resiko lebih rendah dalam jangka waktu yang pendek.

Ini bisa menciptakan masalah. Jika ingin meningkatkan modal dan menjual token pada 100 investor, market tidak cukup besar untuk menciptakan likuiditas untuk token tersebut. Token perlu diberikan pada puluhan ribu investor untuk menciptakan marketplace sekunder. Ini berarti membutuhkan investor baik yang terakreditasi maupun yang tidak. Akreditasi adalah uji biner, yang berarti investor terakreditasi jika mereka mampu menghasilkan lebih dari 200.000 Dolar per tahun dalam 2 tahun terakhir atau memiliki 1 juta Dolar pada aset.

Jika ingin menjual sekuritas pada investor yang tidak terakreditasi, mereka tidak bisa begitu saja diberikan airdrop. Terdapat hukum-hukum di Amerika Serikat yang bisa mengatur investor yang tidak terakreditasi dalam membeli dan menjual sekuritas. Tapi bagaimana jika sekuritas diberikan secara gratis?

Pada 1999, SEC mengeluarkan siaran pers dalam topik ini ketika perusahaan web memberikan saham gratis secara online. Dalam rilisnya, Direktur SEC Enforcement Richard Walker mengatakan: “saham gratis sangat tidak tepat. Ketika dana tunai tidak berubah kepemilikan, perusahaan yang mengisukan saham menerima keuntungan berharga. Dalam situasi ini, hukum sekuritas berhak meminta investor untuk pembukaan yang full dan fair, akan keuntungan yang tidak mereka dapatkan.”

Siaran pers tersebut melanjutkan, “investor diminta untuk mendaftar pada website emiten dan mengungkap informasi personal untuk memperoleh saham.” Terdengar mirip dengan pendaftaran airdrop? Walau saham tidak identik dengan token gratis, bagi SEC mereka sama-sama sekuritas, sehingga hukum yang sama diterapkan.

Jadi, apa pilihannya jika Anda seorang pengusaha dan ingin melakukan airdrop?

Pilihan pertama adalah meninggalkan Amerika Serikat. Misalnya, Dfinity, yang menjanjikan untuk memiliki airdrop terbesar dengan membeirkan token pada puluhan ribu investor. Dfinity dibutuhkan pengguna untuk memberikan informasi personal, seperti nama, alamat, dan ID sebelum memberikan token mereka dalam airdrop.

Jika Anda warga negara Amerika Serikat, Anda tidak beruntung karena Dfinity membatasi airdrop mereka kepada warga negara di luar Amerika Serikat, disebabkan peraturan yang tidak jelas di Amerika. Dengan kata lain, ini berarti mereka tidak ingin berhubungan dengan proses merekrut pengacara sekuritas untuk menganalisis token dan mengikuti aturan sekuritas airdrop pada investor yang tidak terakreditasi.

Bagaimana Melakukan Airdrop Sesuai Aturan

Kabar baiknya bagi perusahaan Amerika adalah sangat memungkinkan melakukan airdrop bahkan jika SEC atau pengacara sekuritas mengatakan token termasuk sekuritas dan bukan utilitas. Dengan pasal JOBS (Jumpstart Our Businesses) dan Regulation Crowdfunding, sebuah perusahaan bisa secara legal melakukan airdrop atau smartdrop ke puluhan ribu investor selama value token memiliki value kurang dari 1,07 juta dolar.

Namun, pengusaha akan memikirkan bagaimana mengetahui value dari token dan berapa jumlah airdrop yang dibutuhkan hingga token mencapai pertukaran? Tidak perlu bukti ilmiah, tapi Anda bisa menemukan identitas value yang sesuai. Sebagai contoh, jika melakukan presale token, di mana value token sebesar 5 Dolar.

Dalam penjualan umum menggunakan Regulation Crowdfunding, token bisa dihargai sebesar 10 Dolar per token, dengan kenaikan harga bertepatan dengan kenaikan likuiditas. Dengan Regulation Crowdfunding, Anda bisa melakukan 107.000 token airdrop, dihargai sebesar 10 Dolar masing-masing.

Jika Anda butuh melakukan airdrop token dalam jumlah besar, perusahaan perlu melihat Regulation A+ yang meningkatkan batas ke 50 juta Dolar (dalam kedua Regulation Crowdfunding dan Regulation A+, batas cap adalah batas tahunan, sehingga tahun depan Anda bisa melakukan airdrop pada jumlah yang sama).

Kebanyakan pengusaha crypto menghindari Amerika karena hukum dibuat oleh SEC, CTFC, dan Treasury. Terdapat pembahasan mengenai brain drain, bahwa talent terbaik di crypto akan pindah ke Malta, ke Pulau Grand Cayman, ke Gibraltar. Terdapat diskusi Amerika tertinggal jauh dalam pengembangan crypto.

Orang-orang akan cepat melupakan bahwa tiap negara memiliki hukum sekuritas. Cina menghentikan ICO tahun lalu. Jepang sedang mengatur penukaran crypto. Otoritas asing mengawasi pengembangan area ini dengan hati-hati, terutama jika mereka belum mengungkapkan atau mengomentari ini secara umum.

Walau otoritas asing belum membicarakan airdrop, bukan berarti mereka tidak memperhatikan di kemudian hari. Ketika saat itu tiba, pengusaha akan mencari cara alternatif praktik airdrop yang didukung otoritas. Ternyata, solusi sudah tersedia selama ini.

Poin Penting
  • 🎁 Apa itu Airdrop ?

    Airdrop adalah ketika perusahaan memberikan token gratis dan menjatuhkan (drop) token kepada ribuan wallet digital tanpa biaya.

  • 🤔 Mengapa perusahaan melakukan Airdrop ?

    Airdrop meningkatkan jumlah pemegang token, yang meningkat seiring likuiditas dari token pada market sekunder.

  • 🌠 Value apa yang didapatkan oleh Perusahaan ?

    Perusahaan membayar sekian Dolar untuk mendapatkan informasi kontak dari pengguna potensial.

  • 📥 Apa itu Smartdrop ?

    idak memberikan token pada siapa pun secara cuma-cuma, targetkan airdrop kepada mereka yang paling mungkin menggunakan token tersebut.

  • 💁‍♀️ Bagaimana melakukan airdrop sesuai aturan ?

    di Amerika Serikat, sebuah perusahaan bisa secara legal melakukan airdrop atau smartdrop ke puluhan ribu investor selama value token memiliki value kurang dari 1,07 juta dolar.

  • 🔍 Apa itu ICO ?

    pilihan alternatif dari mekanisme penggalangan dana di mana startup blockchain mengeluarkan token crypto.

  • 🎁 Apa pilihan pertama bila ingin melakukan Airdrop ?

    Pilihan pertama adalah meninggalkan Amerika Serikat.

  • 🎈 Mengapa perusahaan crypto menghindari Amerika Serikat ?

    Kebanyakan pengusaha crypto menghindari Amerika karena hukum dibuat oleh SEC, CTFC, dan Treasury.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih