Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Likuiditas Mining VS ICO, Mana yang lebih Unggul?

anisa giovanny     Thursday, April 15 2021

Pada 2017-2018 banyak sekali ICO yang bertebaran di indusatri crypto, ICO yang termasuk berhasil adalah Ethereum dan Chainlink yang saat ini masih terus beroperasi dengan proyek yang makin matang.

Kini di tengah industri yang makin maju ada pula yang namanya Likuiditas Mining atau Liquidity Mining, ini dapat ditemukan di DeFi.  Metode dari likuiditas mining ini disinyalir mampu menutupi berbagai kekurangan ICO.

Perkembangan penambangan likuiditas dan keuangan terdesentralisasi, atau DeFi. Saat ini  kapitalisasi pasar untuk DeFi mencapai lebih dari $80 miliar, dengan total nilai terkunci lebih dari $67 miliar ini jumlah yang sangat besar di bandingkan seluruh ICO yang terjadi pada 2017 dan hanya menghasilkan $5,4  miliar.

Namun apa perbedaan Likuiditas Mining dan ICO yang sama-sama menaruh berinvestasi di sebuah proyek?

Selengkapnya..

Mengenal Likuiditas Mining

Penambangan likuiditas , juga dikenal sebagai yield farming, adalah tindakan menyediakan likuiditas melalui cryptocurrency ke bursa terdesentralisasi (DEX).

Karena tujuan utama pertukaran adalah menjadi likuid, DEX berusaha memberi penghargaan kepada pengguna yang bersedia membawa modal ke platform mereka.

Baca juga: Apa sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

Sebagian besar DEX didesentralisasi dengan mengganti buku pesanan dengan Pembuat Pasar Otomatis (AMM). AMM adalah kontrak pintar yang mengatur perdagangan.

Karena kontrak pintar didesentralisasi, pengguna tidak perlu memperdagangkan buku pesanan di bursa. Sebaliknya, mereka secara efektif berdagang dengan pengguna lain dan semuanya dilakukan otomatis.

Penambangan likuiditas penting karena beberapa alasan:

Distribusi yang lebih luas: ICO era 2017 membuat banyak investor ritel marah. Putaran pribadi dengan persentase besar dari pasokan token yang dijual ke investor mengakibatkan banyak kerugian ritel saat investor besar menjual aset yang mereka dapatkan.

Adanya Penambangan likuiditas atau likuditas mining  membuat seluruh investor setara dan memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki token asli protokol.

Penyelarasan lebih dekat: Manfaat dari program penambangan likuiditas adalah bahwa pemegang token lebih cenderung menjadi pengguna protokol dan bukan hanya menjual token begitu diluncurkan.

Tata kelola yang lebih inklusif: Pengguna yang memiliki kepemilikan dalam protokol termotivasi untuk membuat proyek bekerja dengan baik. Sebab apabila proyek berhasil mereka akan mendapatkam imbal hasil.

Eksperimen lebih cepat: Di DeFi semua berjalan dengan cepat dan otomatis.

 Selengkapnya soal ICO dapat ditemukan di sini

ICO vs. Likuiditas Mining

ICO menyediakan mekanisme untuk mendistribusikan token, mendapatkan pendanaan, dan membangun basis pengguna koin.

Namun, beberapa kekurangan yang melekat pada sistem ini adalah investor biasanya melihat pengembalian tinggi segera setelah ICO, tetapi nilainya sering turun setelahnya. Hal ini dikarenakan banyak investor mengambil keuntungan awal dan menguangkannya dan ini tidak mendukung pertumbuhan koin.

Baca juga: Apa Itu DeFi ? (Pahami DeFi dalam Waktu 3 Menit!)

Investor wajar melakukan hal tersebut sebab token ICO seringkali tidak memberikan hak hukum, kemampuan menghasilkan pendapatan di luar nilai pasar koin, atau tata kelola proyek dan lainnya.

Selain itu beberapa proyek ICO kerap kali berakhir jadi penipuan. Ini disebabkan oleh berbagai hal misalnya peretasan, atau proyek yang disusun dengan buruk, pengembang proyek hilang dan lainnya.

Penambangan likuiditas beroperasi dengan prinsip yang berbeda secara fundamental. Karena volume perdagangan di bursa terdesentralisasi melampaui bursa terpusat, kemampuan pemasaran token bergantung pada memiliki likuiditas yang cukup di bursa yang terdesentralisasi.

Token dalam likuiditas mining memiliki nilai lebih daripada nilai nominal koin dengan menawarkan hasil  dan seringkali hak tata kelola  yang mendorong rasa kepemilikan dalam proyek dan kepercayaan jangka panjang.

Hal ini berbeda dengan ICO yang tokennya tidak dikelola sesudahnya dan langsung diberikanke investor yang seringkali langsung menjual token ketika harganya naik. Token pada akhirnya tidak digunakan untuk memperkuat jaringan dan hanya diuangkan semata.

Berbeda dengan likuiditas mining di mana token tetap ada di jaringan, kemudian investor akan mendapatkan imbal hasil karena sudah menaruh  likuiditas ke jaringan. Token dan penghasilkan pun terus bertumbuh

Lebih banyak likuiditas artinya mampu menarik lebih banyak pengguna, dan lebih banyak pengguna memberikan lebih banyak pengembalian finansial kepada penyedia likuiditas, menciptakan umpan balik positif yang berkelanjutan. Namun ini hanya terjadi jika tokennya laris dan proyeknya menarik jika  sebaliknya maka imbal hasil sangat sulit didapatkan.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa karakteristik pertumbuhan DeFi dan ICO sangat berbeda.

Apakah ICO atau Likuiditas Mining? Semuanya tergantung pada pengguna, sebab semua proyek crypto memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena itu perlu dilakukan riset lebih dalam dan pahami setiap proyek yang kamu jadikan tempat investasi.