Kemanjuran Cryptocurrency yang Berbasis Proof-of-Work

By Aulia Medina     Friday, February 1 2019

Sebuah laporan baru yang berasal dari Bank of International Settlements (BIS) menyorot pada kamanjuran dan berumur panjangnya konsensus dari proof-of-work dan masa depan Bitcoin. Dokumen tersebut melihat lebih dalam bagaimana protokol Bitcoin memverifikasi pembayaran menggunakan teknologi blockchain dan berbagai konsensus algoritma.

Algoritma PoW merupakan poin utama diskusi, dengan penulis menyarankan dua kelemahan utama. Pertama-tama, tingginya biaya untuk memastikan pembayaran finalitas dalam kurun waktu yang masuk akal, dan kepercayaan bahwa sistem PoW tidak akan menghasilkan biaya transaksi yang memadai untuk menjamin keamanan pembayaran dalam jangka panjang.

Ini pemikiran melalui narasi dan kontroversial, karena mempertanyakan kelayakan masa depan Bitcoin sebagai sistem transaksi dan bagaimana ini mencapai finalitas pembayaran melalui PoW.

Laporan yang tidak dikemas

31 halaman dokumen masuk ke beberapa rincian teknikal, mengupas aspek seluk-beluk dari protokol Bitcoin, dan bagaimana pembayaran divalidasi dan direkam pada blockchain. Dengan fokus utama pada ekonomi Bitcoin, pengarang memeriksa bagaimana Bitcoin menciptakan catatan abadi dari pembayaran menggunakan PoW dan membahas data yang terkait dengan biaya transaksi dan block reward, sebaik potensi masa depan dari metode ini.

Intinya, pengarang menyarankan bahwa serangan 51 persen oleh penambang jahat secara inheren menguntungkan, menggunakan asumsi berbasis konsiderasi berbagai pertimbangan ekonomi dari penambangan Bitcoin. Pengarang tersebut mencatatkan bahwa penyerang yang sukses akan mendapatkan koin yang dihabiskan dua kali lipat, dengan biaya transaksi dan block rewards:

“Ini membuat sebuah serangan secara inheren lebih menguntungkan daripada penambang yang jujur, kecuali adanya kerugian yang kuat dalam hal biaya untuk penyewaan dalam jangka pendek, jatuhnya harga diikuti biaya yang dihabiskan dua kali lipat, atau pencegahan melalui koordinasi menyeluruh.”

Argumen utama kedua dari dokumen penelitian hanya berfokus pada pemasukan penambangan. Pemikiran dasar dari bagian ini adalah pemasukan penambangan dari bayaran tidaklah cukup untuk para penambang untuk tetap mengoperasikan peralatan mereka di masa depan.

Meneliti cara biaya transaksi berfluktuasi selama periode waktu yang berbeda, ini disarankan bahwa pasar transaksi tidak dapat memproduksi pemasukan untuk para penambang untuk tetap menguntungkan.

Ini dikarenakan cara kerja biaya transaksi pada protokol Bitcoin. Pengguna dapat menetapkan biaya transaksi di setiap pembayaran yang diberikan pada jaringan, dan penambang secara alami memasukan transaksi dengan biaya tertinggi dalam penambangan blok mereka untuk maksimal pendapatan mereka.

Namun, beberapa transaksi terlihat “free-riding,” sebagaimana mereka menjadi biaya transaksi kecil tetapi digabungkan ke dalam block — karena itu tidak berkontribusi ke lingkungan ekonomi positif untuk para penambang.

Ini menunjukan oleh perbedaan biaya transaksi selama periode turun dan naik volume transaksi.

Mengingat ini, ini dikatakan bahwa penambang telah sangat bergantung pada reward nilai blok Bitcoin, yang dikumpulkan dengan berhasil menambangan block dan catatan transaksi — sebagaimana penelitian di bawah.

Jadi, dengan dua pertimbangan ini, prediksi laporan bahwa likuiditas disiapkan untuk dijatuhkan pada tahun-tahun yang akan mendatang, sebagaimana adanya sedikit dorongan untuk para penambang agar mengaktifkan pertahanan blockchain Bitcoin. Ini dapat berpotensial mengarahkan kepada penundaan besar-besaran dalam pembayaran diproses dan dikonfirmasi.

Dokumen tersebut lalu membahas berbagai pilihan yang dapat mengatasi masalah-masalah ini. Solusi kedua seperti Lightning Network diidentifikasi sebagai jawaban yang berpotensial untuk masal-masalah ini.

Namun, kertas dokumen tersebut intinya berargumen bahwa Bitcoin butuh dikeluarkan dari konsensus PoW dan menerapkan beberapa dari “Koordinasi sosial atau pelembagaan.”

Seberapa nyatanya asumsi-asumsi tersebut?

Sementara dokumen tersebut menyediakan beberapa hal menarik untuk dipikirkan, beberapa asumsinya didasari dari kenyataan yang akan disadari setelah seabad dari sekarang. Bagian dari asumsi debat penulis bahwa sekali penambang Bitcoin tidak dapat memperoleh reward BTC untuk membuka kunci blok, mereka tidak akan dapat membuat pemasukan yang cukup atau biaya transaksi sendirian.

Singkatnya, proses penambangan Bitcoin adalah memastikan bahwa transaksi tersebut divalidasi dan dicatat pada blockchain yang terus berkembang. Komputer, diketahui sebagai penambang, diwajibkan untuk memecahkan algoritma kryptografi dengan tujuan untuk membuka blok, yang mana lalu digunakan untuk transaksi penyimpanan.

Baca juga: BIS: Bitcoin Harus Angkat Kaki Dari Proof-of-Work

Penghargaan dari melakukan pekerjaan ini datang dari bentuk biaya transaksi dan jumlah tertentu Bitcoin, yang diberikan kepada penambang yang membuka blok.

Bitcoin menggunakan algoritma PoW sebagai SHA-256, dan itu membutuhkan baik waktu maupun listrik untuk memecahkan. Sistem tersebut diprogram agar menjadi lebih sulit untuk dipecahkan sebagai bertambahnya sumber penambangan. Penghargaan Bitcoin untuk menambang block juga bagian setiap 210,000 blok dan, sebagaimana ini berdiri, penambang menerima penghargaan 12.5 BTC karena membuka blok baru. Paruh selanjutnya diprediksi dilakukan pada Mei 2020.

Seperti yang Cointelegraph laporkan sebelumnya, mengingat bahwa tidak adanya perubahan pada protokol, Bitcoin cap dari 21 juta token akan dicapai pada tahun 2140, 121 tahu dari sekarang.

Demikian, argumen yang dikemukakan oleh pengarang bahwa pembayaran Bitcoin akan memakan waktu berbulan-bulan sekali reward mencapai nol tidak memiliki relevansi yang nyata untuk 100 tahun kedepan, setidaknya. Namun, seperti yang disebutkan dalam laporan tersebut, pengembangan dari Lightning Network bisa menjawab baik scaling dengan baik dan mempercepat masalah validasi transaksi.

Investor industri krypto, Anthony Pompliano tidak yakin bahwa laporan BIS menggambarkan prediksi akurat bagaimana ekosistem penambangan dan Bitcoin dapat berubah:

“Semakin banyak FUD yang dipublikasikan oleh lembaga keuangan lama, semakin saya menjadi bullish. Bitcoin pasti memiliki risiko dan tantangan, tapi laporan ini tidak memberikan  yang perwakilan yang akurat dari mereka.”

Dia mungkin tidak setuju dengan hasil yang diberikan, Pompliano percaya bahwa Lightning Network dapat menjadi aplikasi lapisan kedua yang menjawab beberapa masalah Bitcoin:

“Pertumbuh dan pengadopsian Lightning Network sangat luar biasa. Ini mungkin salah satu produk yang paling cepat tumbuh di krypto, yang mengarahkanku untuk percaya ini memiliki kemungkinan peningkatan menjadi sebuah solusi scaling di masa depan.”

Kebenaran yang kejam

Sementara dokumen tersebut menunjuk pada kemungkinan kurangnya Bitcoin, keunggulan cryptocurrency telah dibuktikan sendiri melalui banyak percobaan lebih dari 10 tahun.

Tidak dikatakan bahwa itu tidak memiliki masalah saham yang adil. Yang mana didokumentasikan dalam laporan BIS. Namun, tidak pernah ada serangan 51 persen yang berhasil.

Data dari Blockchain.com menunjukan mining pool besar yang mendominasi distribusi hashrate Bitcoin. Bila terdapat cukup mining pools yang menggabungkan sumber dayanya, maka -secara teori – memungkinkan untuk memiliki mayoritas dari hashratenya dan memulai sebuah blockchain dominan yang tidak jujur.

Kita hanya perlu melihat yang terbaru, keberhasilan serangan 51 persen pada Ethereum Classic blockchain yang merebut headline bulan ini.

Layanan ini sebagai pengingat bahwa penambang jujur harus mengarang ekosistem Bitcoin untuk fungsinya sebagai desentralisasi cryptocurrency yang benar.

Laporan BIS juga mengatakan masa depan kesuksesan dan panjangnya umur Bitcoin bisa jadi bergantung pada penggunaan sebuah sistem terpusat. Seperti yang Pompliano katakan, cerita ini terlihat seperti sebuah taktik mengganggu yang dilakukan oleh institusi arus utama yang tahan tantangan alami dari desentralisasi cryptocurrency.

“Saya berharap institusi keuangan lama akan menghabiskan waktu dan sumber mereka untuk mempercepat inovasi-inovasi tersebut, tapi mereka tidak akan. Seperti ini gangguan kecil terlihat.”

Sumber